Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 34


__ADS_3

Senja Untuk Sang Direktur


Senja diwaktu Senja


 


“La ini dimana ? perasaan tadi gak lewat sini deh, aghhhh


gue ke sasar “


Senja akhirnya duduk diam dibangku taman setelah lelah


mencari dimana tempat awal rombongan mereka menunggu, bahkan sekarang ia tak


menemukan dimana restoran tempat ia numpang ke toilet tadi.


Wajah Senja terlihat lelah, ia termenung memandangi sekitar,


ia juga  tak bisa menelpon karena Hp dan dompetnya tertinggal di mobil,  gadis itu


sudah bertanya pada beberapa orang yang lewat dan makin membuatnya   bingung karena di daerah itu ada beberapa pantai.


‘Kenapa gue **** banget, nama tempatnya aja gue gak tahu,


gimana mo kesana coba,,, mana gak ada uang lagi,,, bisa-bisa ngegembel ni gue,’  Senja  kembali melamun, beberapa tawaran orang untuk mengantarnya ditolak gadis


itu dengan sopan, ia tak mau kejadian dengan tante Qory terulang lagi, baginya


didunia ini sulit mencari orang yang benar-benar tulus mau menolong.


---^-*----


“Serius  .... belum ketemu ? kemana anak itu pergi ? makasih pak sudah mau bantu cari,,, tolong


terus kasi kabar !” Art menutup telponnya, ia langsung pergi kelokasi ketika


dikabari bahwa Senja menghilang ,,, beberapa orang sudah menyebar ikut mencari


namun tetap saja tak ketemu.


Art turun dari mobilnya, sudah hampir satu setengah jam ia


berkeliling,  hingga hari sudah semakin sore dan sebentar lagi gelap, bagaimana kalau Senja tak juga diketemukan,’apa dia di sembunyikan hantu ya,’gumam Art sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Art berhenti di sebuah warung yang ada dipinggir jalan,


membeli sebotol air mineral dan duduk sebentar di sana. Ia mengeluarkan hapenya


dan menunjukannya pada si empunya warung.


“Ibu pernah liat gadis ini gak ?”


“Mana coba ibu liat, tadi sih ada perempuan yang kesasar, cantik


, kalau ibu ada anak laki-laki pasti udah ibu suruh lamar,” ucap ibu itu sambil


terkekeh sedangkan Art hanya tersenyum sambil mengamini ibu itu karena tak


punya anak laki-laki.


“Iya benar ini, tadinya si neng ini duduk di sini tapi


karena banyak yang ngegodain jadi ia pergi,”


“Ibu liat dia pergi ke arah mana ?”


“Kalau gak salah ia menuju ke arah taman yang di sana “

__ADS_1


Dengan cepat tanpa pamit Art berlari ke arah taman yang di


tunjuk ka arah si ibu, nafasnya tersengal ketika sampai di taman itu.


pandangannya mengedar ke seluruh taman yang tampaknya tak sepi sore itu.


Ia berjalan menulusuri  setiap pojok taman yang dipenuhi bunga dan bangku-bangku,  tak lama matanya  mengarah pada sosok yang tak jauh dari sana,


Art berlari sekuat tenaga ...


“Senjaaa...”


Gadis itu menoleh pada suara yang memanggil namanya, ia


melihat lelaki didepannya itu masih terengah-engah,..


“kenapa lama sekali,,, aku takut !”


“Maaf..maafkan aku....” lelaki itu langsung memeluk Senja


dengan erat, ia merasakan badan gadisnya sudah dingin, mungkin ia sedang ketakutan .


“aku sudah ngebut dari Jakarta, kamu gimana bisa kesasar,,,


emangnya kamu anak kecil, dasar gadis bodoh,”


“Maaf-maafkan aku pak direktur,, aku gak hafal nomor Art,,


dan takut kalau telpon mas Iwan, jadi ...” Senja menenggelamkan wajahnya ke


dada Hans, sedari tadi ia sudah menahan agar tak menangis... ia nekad meminjam


telpon genggam orang untuk menghubungi Hans.


“Sudahlah, aku tahu kalau kamu itu lemot,,, hahaha,” ucap


Hans sambil mengelus-elus kepala gadisnya.


hadapannya, baru saja ia menyadari perasaannya dan kala senja sore itu, ia


mendapati hatinya remuk berkeping-keping.


-----^-*-----


Sepanjang perjalanan Senja terdiam, ia teringat ekspresi Art


yang tak seperti biasanya ketika ia pamit untuk pulang, tentu kali ini ia ikut


bersama Hans. Tak ada senyum  diwajah


Art,  Senja tahu  pria sudah kebingungan mencarinya, tapi kalau


sampai enggan bicara padanya bukannya itu sudah kelewatan.


Tiba-tiba mobil Hans yang sedang melaju kencang  dijalanan berhenti tiba-tiba, “aduh, ada apa


kok berenti tiba-tiba,”


Senja menoleh pada Hans yang tiba-tiba mengarahkan pandangan


tajam seakan ingin menelan habis seluruh tubuhnya, pria itu memajukan tubuhnya


sambil menarik pinggul Senja yang duduk tanpa memakai sabuk pengaman,


“mma...mau aapa....” belum selesai kalimatnya, bibir Senja sudah dilumat habis


oleh Hans, pria itu menciumnya hingga Senja hampir kehabisan nafas...

__ADS_1


“eghhh....hah...hah,,, apa sih... sesak tau,”


“ itu hukuman... kamu sama aku, tapi mikirin laki-laki


lain,”Hans menatap wajah Senja yang memerah, gadis itu hanya mencibir sambil menyeka


bibirnya yang basah.


“Sembarangan... emang aku mikirin siapa, kamu tuh kali, yang


mikirin mak lampir !”


“Cemburu ?”


“Ngg...Nggak,” Hans tersenyum melihat wajah Senja yang gugup


karena tatapannya, tanpa banyak kata Hans melanjut kan aksinya tapi kali ini


dengan lebih lembut.


Ciuman panas dan bertubi-tubi itu membakar gairah dua insan


yang sedang dimabuk cinta, namun sepersekian detik kemudian Senja tersadar


ketika ciuman Hans sudah mulai berjalan ke lehernya,, gadis itu ingin


menghindar, namun  tak mampu menolaknya.


“Hans... Hans...”


Lelaki itu seakan tak mendengar, ia terus melanjutkan


kenakalannya, hingga hampir menyentuh bagian sensitif si gadis ,”


Ahk.......emm...emm ” Senja menggigit bibirnya, menahan aksi Hans yang sedikit


lagi menyentuh bagian sensitifnya yang sudah menegang,,,,”Hans ja....”


....”Tinnnn...tinnnnn”


Suara klakson keras mengejutkan keduanya,,,, Senja langsung


mendorong tubuh Hans dan mengancing kemejanya.


Tak lama seorang petugas mengetok kaca pintu mobil


mereka....


“Maaf pak,,,, bisa lihat Sim dan STNKnya” tanya petugas


polisi yang tengah berpatroli malam itu, akhirnya Hans keluar dari mobil untuk


menjelaskan pada petugas itu.


“Kenapa ?” tanya Senja pada Hans yang masuk kembali ke mobil


“Nggak,,, Cuma tanya kenapa kita berhenti di tepi jalan,”


jawab Hans sambil menjalankan mobilnya


“Hahaha... kamu sih mesum,”


“Hah.... siapa suruh kamu godain aku,”


“ih...siapa yang godain,” tak lama kemudian tawa Senja pecah melihat ekspresi Hans


“Awas kamu,,,,aku balas nanti,”//// bersambung

__ADS_1


“Makasih ya yang sudah baca..... MAAF ini dibuat sebelum bulan


puasa,,, jadi di skip aja bagian yang menggangu”


__ADS_2