
Senja Untuk Sang Direktur
Bertahan
Dinginnya malam ikut menyelimuti hati dan pikiran Senja,
entah apa yang harus ia lakukan kini, menyerah berarti kalah, maju pun tak
berarti menang. “Ough... bego’ nya lu Senja, kenapa main tanda tangan aja,,,
seharusnya lebih teliti dikit,” gumamnya sendiri.
Sejak bertemu dengan Lea, hatinya tak dapat tenang, kalimat
demi kalimat yang dilontarkan oleh wanita itu terasa begitu menusuk, ingin
rasanya ia mengumpat wanita yang kini sudah sah menjadi bosnya itu.
“Argggg.... kesel....” teriak gadis itu, ia tak menyadari
Art sedang mengamatinya dari tadi.
“Malam... “bisik Art ditelinga Senja..
“Ah... buggh...”
“Aduh... apa-apaan sih Senja sakit tau...”
“Sory...sory.... siapa suruh ngagetin !”
Senja tertawa melihat Art kesakitan terkena sundulan
sikutnya, sebenarnya ia sudah merasa ada orang di belakangnya namun ia tak
mengira itu Art. Senja menilik pakaian yang dipakai Art malam itu, yang hanya
mengenakan celana pendek dan kaos oblong, rambutnya pun sedikit acak-acakan,
beda dari biasanya yang selalu rapi.
“Ada apa, kusut banget ?” sambil duduk lalu mengambil
sepotong biskuit,
“Senja .... aku... “ Art meraih tangan Senja, menggengamnya
erat sambil menatap matanya dalam...
Art memajukan wajahnya, hingga hanya berjarak beberapa centi
dari wajah Senja...”Aku... aku ...
Mata Senja melotot, ketika Art menarik dan menggigit biskuit
di jemarinya...
“Aa...apaan sih... bentar gue buatin makanan,” Senja
langsung kabur ke dapur untuk menutupi gugupnya, sementara Art hanya tersenyum
tipis, hampir saja ia ******* bibir mungil Senja, ‘aku kenapa sih,’batinnya.
‘’’’’^-*//////
Hampir sebulan ini Senja sibuk mengikuti kegiatan Lea,,,, ia
mengurusi semua kebutuhan Lea, mulai dari schedule kantor hingga jadwal
kegiatan pribadi bos barunya itu. Ia hampir tak mempunyai waktu pribadi, dikala
week end pun Senja harus tetap stay bersama Lea.
“Kenapa ? Kamu capek ?” tanya Lea pada Senja yang duduk
disebelahnya, sedangkan bosnya itu sedang asik di pijat di sebuah Spa.
“Nggak bu,” jawab Senja singkat, sambil memijit-mijit
kakinya yang penat karena terlalu lama memakai sepatu hak tinggi.
“Oh ya,,,, aku lupa kamu sudah pengalaman mengurus direktur
sebelumnya kan,,, bahkan mungkin sampai kamar pribadinya,”
__ADS_1
Senja menarik nafas panjang, “kalau ibu mau,,, saya juga
akan urus kamar pribadi anda,” jawab Senja santai. Lea mengernyit sambil
tersenyum tipis, “Kamu mau urus kamar pribadi saya, atau kamar tunangan saya ?”
balas Lea
“Keduanya juga boleh,,,, saya ke toilet dulu bu,”
Lea mendengus kesal mendengar jawaban Senja, wanita itu lalu
mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang, terdengar begitu akrab, hingga si
terapis agak rikuh mendengar percakapan itu.
Senja memandang wajahnya di cermin, terlihat kusut dan ada
lingkaran hitam di seputaran matanya, seharian ini ia capek menemani si bos
pergi memilih-milih baju dan ke salon, padahal hari ini harusnya ia tidur
seharian di rumah karena libur.
‘Dia yang mau kencan,,kok gue yang repot, dasar mak lampir,’
umpat Senja dalam hati, tak lama ia menarik nafas panjang, mulai mencerna
dengan siapa Lea akan bertemu malam ini. Pertahanannya runtuh, air mata
membasahi pipinya kala teringat untuk pertama kalinya ia mendengar suara pria
itu.
Waktu itu tanpa sengaja Senja mengangkat telpon dari Hans
untuk Lea, dan lebih menyakitkan Hans tak mengenali suaranya,’sudahlah Senja,
sudahlah,....” ia mencoba menguatkan hatinya namun tetap saja terasa sakit,
hingga air mata terus membanjiri wajahnya
----^-^-----
hitam,,, lipstik merah yang menghias bibirnya tampak menggoda, wanita itu
tersenyum ketika pelayannya mengatakan bahwa Hans sudah datang.
“Hans kamu sudah datang ?”
“Ya,”
“Ayo,,,,kita langsung ke ruang makan,,,aku ada kejutan
untukmu !”
“Jangan bercanda denganku Lea,,,aku tidak suka ,”
“Kau ini, selalu dingin padaku, aku harap kau tidak begitu
di ranjang !” Lea tersenyum sambil melontarkan tatapan menggoda pada Hans.
Mereka memulai makan malam dengan menu ala barat yang di
siapkan Lea, tak lupa sebotol champagne ada di atas meja, dan mereka
menikmatinya setelah makan selesai.
Lea menenggak segelas champagne dengan gaya menggoda, tak
lama wanita itu berjalan kearah Hans yang sedang berdiri menatap ke arah taman.
“Sedang apa kau Lea,” tanya Hans ketika tiba-tiba Lea
melingkarkan tangan ke lengannya
“Kamu ini, gak ada romantis-romantisnya.... oh ya aku ada
kejutan untukmu,”
Hans menatap Lea dengan pandangan penuh curiga, tak lama Lea
mementikkan jarinya dan seorang gadis masuk ke ruangan itu, Hans memicingkan
matanya, sebelum ia sadar bahwa gadis itu adalah Senja.
__ADS_1
“Lea apa-apaan kau”
“Tenanglah,,, aku perkenalkan, ini Senja, asisten pribadiku,
Senja berdiri di belakang Lea, sambil menggigit bibirnya, ia
sudah menduga Lea akan melakukan ini, walaupun ia tak mengerti apa maksud Lea
mempertemukannya dengan Hans.
“aku sudah bilang
jangan sekali kali kau mengganggunya, atau kau akan tau akibatnya,,,,
“HoHo... tenanglah sayang, bukan aku yang mengganggunya, dia datang sendiri
padaku, bukankan begitu Senja ?”
Senja mengangkat wajahnya, melihat kearah Lea dan kemudian
menatap mata Hans yang tampak menahan marah,,,
“Senja ?.... ucap Lea lagi
“ Ia,,, saya yang melamar pekerjaan pada bu Lea,,, dan bukan
...
“Cukup.... ikut aku sekarang...
Hans langsung menarik
tangan Senja, tanpa memperdulikan reaksi Lea lagi,... pria itu setengah
menyeret langkah Senja yang beberapa kali menggeliat ingin melepaskan
cengkraman tangannya.
“Masuk, “ bentak Hans, sambil mendorong Senja masuk ke
mobilnya, dan pria itu langsung mengemudikan mobilnya dengan kencang.
Mobil itu berhenti tepat di halaman rumah Hans, dan pria itu
menarik nafas panjang sebelum memulai kalimatnya,
“Jelaskan padaku,”
“Apa yang mau di jelaskan,,, semuanya sudah jelas,,,”
“SENJA , ... ” bentak Hans
“Kamu ini kenapa ? selalu marah padaku,,, aku mana tahu
semua jadi begini,... kenapa selalu menyalahkanku,,,, “
“Keluar dari sana dan jangan terlibat dengan Lea lagi,”
“Kamu mudah berkata begitu,,,, tenang saja aku tak akan
mengganggu kalian, aku hanya berkerja, itu saja,”
“Aku akan mengurus semuanya,,, pindah ke keperusahaan ku
...”
Senja menatap tajam ke Hans....”Aku sudah banyak menerima
penghinaan,,, jangan buat aku terhina lagi,” ucap Senja dingin, lalu gadis itu
keluar dari mobil dan berjalan pergi.
Hans menghentakkan tangannnya ke dashboard mobil dengan
keras,,, ia sempat terdiam sebelum keluar menyusul Senja.
“Senja....”
Hans berlari kearah Senja, yang tak menoleh walaupun ia memanggilnya, ia tahu Senja sedang menangis
dan Hans langsung memeluk gadis itu dari belakang, ..”maaf...maafkan aku,”////
bersambung...
“Makasih yang sudah baca,,,, simak terus ya kelanjutannya ya,,, ^-*)
__ADS_1