
Senja untuk Sang Direktur
Menikah
Dime POV
Ini sudah kesekian kalinya Mommy membicarakan tentang ini
padaku, padahal ia tahu dengan jelas, aku sangat tak suka membahas tentang ini.
Aku yang sangat mencintai Marisa, tak mungkin begitu saja bisa melupakannya
walau ia sudah meninggalkanku 5 tahun lamanya. Marisa itu cinta pertamaku dan
tak ada niatan sekalipun untuk menggantinya dengan wanita lain.
Kali ini aku tak bisa mengelak lagi, Mom menyodorkan Hapenya
memperlihatkan foto seorang gadis padaku. Mungkin kalau dalam kondisi normal, aku
tak akan menghiraukan permintaan Mommy seperti sebelum-sebelumnya namun kali
ini beda, karena kondisi kesehatan mom yang memburuk.
Mommy divonis terkena kanker serviks stadium 4 dan kondisinya
dari waktu kewaktu terus menurun, ia yang sangat menyayangi Radinka, gadis
kecil buah pernikahanku dan Marisa, niatan utama mommy adalah untuk mencari
sosok ibu yang tak pernah di dapat oleh cucu kesayangannya itu.
“Kamu terlalu lama menduda Dime, lihatlah dirimu seperti
kumbang layu,” ledek Mommy setiap pagi, saat melihatku sibuk dengan
pekerjaan-pekerjaan yang membuatku lupa waktu.
Heem,,,,,kumbang layu apanya, nyatanya banyak godaan
wanita-wanita di luar sana yang siap menerkamku, entah karena statusku atau
yang lain, entahlah,.. Meeryan misalnya, satu dari dua sekertaris sexy yang
siap memberikan pelayanan visual yang menggairahkan setiap harinya, namun
maaf-maaf saja, aku masih pikir panjang untuk mengakhiri masa dudaku ini.
“Dime, kenapa melamun, ini coba lihat ,,, cantik, pasti kamu
suka,” ucap Mom dengan penuh semangat, sebenarnya aku enggan melihat gambar
wanita itu, tapi tak ingin membuat Mommy kecewa.
Aku melirik sekilas foto di HP Mommy, tampak seorang gadis
berambut sebahu sedang tersenyum dengan jari menunjukan angka dua,,,, mirip
pose alay yang biasa digunakan anak ABG. “Mommy gak salah ?” tukasku heran,
maklum saja karena sebelum ini, Mommy selalu memberikan foto gadis alim,
mulai dari yang berkacamata hingga yang berkerudung.
“Tidak kok,,, namanya Senja, keponakan jauh Mommy,,, anaknya
bude Ratna yang di Solo,”
“Hmm,” aku tak berkomentar apapun, Mom bilang gadis itu masih kerabatnya, ya sudahlah mau
gimana lagi,,, eits bukan maksudku setuju, dipikiranku wanita seperti ini prioritasnya
pasti uang. Aku cuma bisa mengerutkan keningku, apa bedanya dia dengan Selvi
sekertarisku yang selalu pasang tampang menggoda pada setiap lelaki kaya.
“Dia dekat dengan Radinka ?” tanyaku lagi
“Belum pernah ketemu, tapi mommy pikir mereka pasti cepat akrab,”
Aku semakin heran, bagaimana Mommy punya pendapat begitu
padahal Radinka belum bertemu dengan gadis itu.
“Lalu kenapa mom memilihnya,”
“Feeling saja,” jawabnya sambil tersenyum lalu menepukkan tumpukan
berkas yang berserakan di meja ke kepalaku, kebiasaan Mom yang tak pernah
berubah, ia tak tahu saja seberapa pentingnya kertas itu.
Author POV //// ----^-*-----
Waktu bergulir dengan cepatnya, sejak bertanya pada Dime
__ADS_1
tentang Senja, Mommy tak pernah meributkannya lagi, ia menganggap anaknya itu
setuju. Ia terus pulang balik Jakarta Solo, setelah masa berkabung berlalu, Mommy
lalu mengajak Dime untuk berangkat ke sana.
“Solo,,,, bukannya sudah lewat 40 hari ya Mom,,, kenapa
mesti ke sana lagi, ?” tanya Dime heran, ia tak mengira Mommynya itu masih merencanakan mencari
isteri kedua untuknya, ia hanya tau kalau mom sedang menjenguk kerabatnya yang
sakit dan sudah wafat enam bulan lalu.
“Kan kamu sudah
setuju,,, ya besok keluarga di sana sudah kumpul,,, kalau gak ada halangan
lusanya kita langsung akad saja,”
“Akad apa ? siapa yang mau nikahan ?” Dime masih kebingungan
“Dime.. jangan berkilah,,, Mom sudah capek ngebujuk Senja untuk setuju, eh kamunya lagi.... “ Mommy
tampak menahan kesal ia menatap tajam wajah putra sulungnya itu,
Dime terdiam, ia mencoba mencerna setiap kalimat yang
dikatakan oleh mommynya itu,,, SENJA.... akh,,, itu nama gadis matre itukan.
Dime lalu menarik nafas panjang dan dalam, ia sungguh tak ingat kapan ia bilang
setuju, andai Mommy tau betapa cintanya Dime pada Marisa, bahkan sampai saat
ini, ia masih berharap mantan isterinya itu kembali.
“Ia baiklah,,, apapun yang mommy lakukan aku setuju,,, asal
jaga kesehatan mommy ya,” bujuk Dime sambil merengkuh erat tubuh ibunya yang
rapuh itu. Tak lama tangannya terasa panas, tetesan air mata Mommy mulai
membasahi tangannya.
“Mommy takut waktu mommy tak cukup Dime,”
“Jangan bicara begitu,,, semua itu di tangan Allah,”
“Ia,,,Mommy tau,,, cuma Mommy berusaha mencari yang terbaik
untukmu,,,, karena mommy menyayangi kamu dan Radinka,,,,,,,”
Untuk saat ini percuma berdebat dengan Mommy, tapi
dikepalanya Dime sudah menyiapkan seribu rencana untuk menyingkirkan Senja dari
kehidupan pribadinnya.
----^-*-----
“Dimitri Alexander bin Harmawan saya nikahkan engkau dengan
adik saya, Senja binti Alamsyah dengan mas kawin sebentuk cincin emas dibayar
tunai,”
“Saya terima nikahnya Senja binti Alamsyah dengan mas kawin
sebentuk cincin emas dibayar tunai,”
“Sah,”
“Sah”
Senja terdiam, ia tak tahu harus berekspresi seperti apa,
perasaannya campur aduk menjadi satu, andai saja ijab kabulnya dilangsungkan
enam bulan lalu pasti bukan lelaki disampingnya ini mempelainya.
Pasti bunda juga masih disini, tersenyum dan memeluknya .
‘Ini semua salah Hans, ini semua salah Hans,,,,,’teriak Senja dalam hati, tak
sadar air matanya kembali jatuh.
“Senja,” ujar Adam sambil memeluk adik kesayangannya itu,
Adam pun tak bisa menahan airmatanya.
“Adek baik-baik ya,,,, “ ucapnya lagi sambil menyeka air
mata Senja dan gadis itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Tak lama Rehan juga memeluk adiknya, sama
seperti Adam, Rehan juga tak bisa menahan air matanya, pesta besar yang sudah
__ADS_1
disiapkan untuk adiknya beberapa waktu lalu, berganti jadi hari berkabung.
Dan hari ini, akad nikah berlangsung sederhana bahkan sangat
sederhana, tak ada sanak keluarga hanya mereka saja, di pihak Dime pun hanya
ada Mommy seorang.
“Mas Iwan mana ,” tanya Senja dengan suara bergetar
“Dia di kamar,”
“Mas Iwan gak mau
lihat Adek ?”
“Hmm”
Rehan Diam tak menjawab, hanya menyunggingkan senyum namun
menyiratkan kesedihan. Sejak awal Iwan paling menentang keputusan Senja untuk
menikah. Ia tak setuju Senja menikah dengan Dime, ia tak mau adiknya itu
menjadi isteri kedua.
“Sebesar apapun kebaikan tante Hima pada kita, tapi bukan
berarti Senja bisa menjadi isteri kedua anaknya,,,, itu gila, bagaimana jika
perempuan itu tiba-tiba kembali, Senja mau dikemanakan ?” teriak Iwan kala itu,
walau semua setuju dengan perkataan Iwan namun tak ada yang bisa mencegah
keputusan Senja.
“Ayah meninggal karena adek,,, bunda juga ... kini adek
harus apa,,, adek gak mau jadi beban kalian,,, biarkan sisa hidup adek berguna
untuk membantu orang lain, membantu keluarga tante Hima,”
Jawaban Senja kala itu membuat semua sadar, Adiknya itu
sedang berada dititik nol, putus asa dan akhirnya mereka menyetujui nya, agar
Senja tidak mengambang dalam keputus asaan yang dalam.
-----^-*-----
Dime duduk sendirian di ruang tamu rumah Senja sambil
menghabiskan sebatang rokok yang sudah tersulut api ditangannya. Ia tak menduga
sama sekali yang akan menjadi
pengantinnya adalah gadis itu.
Gadis yang terduduk sendiri disudut ruangan kala tubuh ibunya sudah terbujur kaku, ia tak mengeluarkan
airmata, kerudung putih menutupi sebagian wajahnya kala itu, bahkan ketika Dime
melihatnya lagi dihari berikutnya, gadis itu masih di tempat yang sama dengan
posisi yang sama pula.
“Kau lelaki yang menikahi Senja kan?” kalimat itu memecah
lamunan Dime. Ia melihat sosok tinggi besar berdiri dihadapannya, tentu saja
Dime mengenal pria itu.
“Iya,”
“Aku tahu kau menikahinya bukan karena kau suka padanya, jadi.....”
“tenang saja,,, aku akan melepaskannya jika ia meminta itu
padaku,”
IWan menatap tajam mata Dime,,, ia tak menduga Dime akan
mengatakan itu,
“Ucapan itu adalah janji,,, dan kau harus penuhi itu,”
“Aku bukan lelaki yang suka mengingkari ucapanku sendiri,”
Mereka saling menatap tajam, namun ketika Dime mengalihkan
pandangannya, sebuah mata bening menyambut tatapannya. Dime tersentak namun ia
tak bisa mengalihkan pandangannya dari tatapan bola mata bening itu/////
bersambung////
__ADS_1
----- Makasih ya yang sudah nyempetin baca ^-*.... heppy
reading ^-*////