
Senja Untuk Sang Direktur 2
Isteri kedua yang cantik (2)
Dime termenung di ruang kerjanya, seharian kemarin ia di rumah
sakit, bukan menemani mommy tapi menunggui perempuan yang sama sekali tidak
mengucapkan terima kasih padanya. “Huh, melihat wajahku pun dia gak mau, dasar perempuan ...” Dime tak meneruskan umpatannya, dia kembali menatap layar komputernya yang penuhi dengan
angka-angka.
“Pak...pak Dimitri, ada telpon dari ibu,” panggil sekretarisnya,
“Iya,,, aku terima di sini saja !”
Sekretaris itu mengangguk dan keluar dari ruangan,
“Iya mom, ada apa ?”
“Kamu makan siang di rumah ya Dime,”
“Tumben, mommy masak hari ini ?”
“Iya,,, adikmu ada di rumah !”
“Artya ?”
“Iya,,, dia nganterin undangan, sekalian ....
“Mana dia, Dime mau bicara sebentar,” potong Dime
“Ada, lagi didepan ngobrol sama Senja,”
Suasana hening sejenak, “Tak usah dipanggil, aku pulang
sebentar lagi mom !”
Dime menutup telponnya, keningnya berkerut,’Kemarin dokter
Jepang itu,, sekarang Artya,,,, siapa sebenarnya perempuan itu, berapa banyak
laki-laki yang dekat dengannya,.,, apa dia hidup dengan menjual diri,’ pikiran
jahat Dime menyeruak.
Senja bahkan tak menceritakan hubungannya dengan Dime pada
Vanya sahabatnya, dan itu membuat Dime kesal apalagi pandangan Vanya yang
menaruh kecurigaan. ’apa yang dia mau,,, uang,,,aku akan memberikannya, asal
kau menjauh dari keluargaku,’
.... ^-) .....
“Apa kabar direktur JY itu sekarang ?” tanya Art tiba-tiba,
Senja hanya diam tak menjawab dan masih asik memainkan game di HP Art.
“Senjaaaa,” Art menarik hape dari tangan gadis itu
“Apasih,,, mana gue tahu, udah mati kali !”
“Siapa yang mati ?” kalimat Dime yang tiba-tiba membuat
mereka kaget, Senja sempat melirik ke arah Dime yang baru saja sampai, sesaat
mata mereka beradu pandang. Senja lalu bangkit dari duduknya tapi tangannya di
tahan oleh Art.
“Mau kemana ? aku kan cuma nanyain mantan, kok ngambek,”
jawab Art menjelaskan.
“Udah deh,”
“Apa aku batalin aja nikahnya, lalu melamar kamu !” Art lalu
berdiri dan mata mereka bertatapan,
“Ehem...” Dime spontan berdehem melihat mereka berdua
“Udah telat...” jawab Senja sambil menarik tangannya, gadis
itu berjalan lurus masuk kedalam rumah tanpa menoleh ke arah Dime sedikit pun.
“Gila cantik banget,,, deg degan gue,” celoteh Art sambil
__ADS_1
tertawa, lalu pandangannya mengalih pada Dime yang masih menenteng tas
kerjanya.
“Jangan main-main, kapan kamu sampai ?” tanya Dime
“Tadi pagi,,, mommy yang telpon kamu
bang ?”
“Iya,,, mana calonmu ? gak dibawa ?”
“Itu yang barusan masuk !” jawab Art asal sambil tertawa, ia tahu kakak
sepupunya itu selalu pasang wajah serius. “Aku gak tahu kalau Senja itu
ternyata keponakannya mommy,” lanjut Art lagi
“Kamu sudah lama kenal dia ?”
“Lumayan, dia mahasiswaku di kampus. Hampir goyah aku bang,
seringan aku bareng dia dari pada calonku, tapi sainganku banyak,” celoteh Art
sambil tertawa lebar dan hanya disambut senyum dingin oleh Dime.
.....^-*.....
Suasana hangat terasa di meja makan malam itu, tak seperti
tadi siang, kali ini Senja ikut makan malam bersama mereka. Sesekali Art melontarkan candaan untuk menggoda Senja
dan ditanggapi cuek oleh gadis itu.
Radinka yang biasanya anteng untuk makan sendiri tapi malam
ini agak rewel dan minta Senja yang menyuapinya makan tapi itu malah membuat
Senja senang karena ia menjadi tak canggung ada di sana.
Selepas makan malam, semua larut dengan kegiatan
masing-masing, mom yang menemani Radinka tidur sedangkan Dime sibuk dengan
smartphonenya, walau malam lelaki itu masih mengurus pekerjaannya.
Tak lama Senja lewat sambil membawa sebungkus makanan ikan
teras depan.
Dengan hati-hati gadis itu berjalan di samping kolam ikan
yang licin, ia menaburkan sedikit di sisi kanan dan langsung dikerubuti
ikan-ikan yang membuatnya tertawa geli, bagai anak kecil yang perutnya
dikelitiki,,,, lalu ia menaburkannya lagi di sisi kiri dan diserbu lagi oleh
ikan yang belum kebagian.
“Ayo cepat sini.. sini, mama kasi makan,” ucapnya sambil
tersenyum, senyumnya cantik, hingga lesung pipinya tampak sangat dalam, angin
malam yang semilir membuat rambut tergerainya melambai-lambai.
“eits,” ucap Dime spontan ketika melihat gadis itu hampir
terpeleset, untung suaranya tak keras sehingga Senja tak mendengarnya. Tanpa
Dime sadari, ia memperhatikan setiap gerak gerik gadis itu dan menikmati senyum
manisnya.
“Kau menaruh bom waktu dihatimu bang,,,,” ujar Art yang melihat mereka dari
kejauhan.
----^-^-----
Tiga hari kemudian, Dime sekeluarga sudah sibuk berkemas,
mereka akan berangkat ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan Art. Si mbok pun
sudah tampak rapi lengkap dengan koper kecil miliknya,,,”cie si mbok,,,, jangan
lupa oleh-oleh untuk adek ya,” gumam Senja bergelayut manja pada si mbok.
“La,,emangnya nak Senja gak ikut ke Surabaya ?”
__ADS_1
“Gak lah,,, adek di sini aja,,,”
“Ingat ya Senja, janji kamu sama mommy,” ucap mom yang
tiba-tiba menghampiri mereka.
“Iya mom,,,, adek lagi dateng bulan, sakit banget, makanya
gak ikut, ntar malah ngerepotin yang lain,”
“Iya, mommy ngerti tapi ingat kamu jangan keluyuran,” pesan
mommy lagi, wanita tua itu agaknya mengerti keadaan Senja karena sejak awal
Senja sudah menceritakan tentang lupus yang dideritanya.
“Acaranya masih tiga hari lagi, nanti kamu nyusul ya, paling
gak kamu ucapin selamat sebentar sambil ketemuan sama keluarga besar ayahnya
Dime di sana,” tambah mommy
Deg,,,, tiba-tiba perasaan Senja tak enak,,,’keluarga besar
? apa mereka tahu tentang statusnya sebagai isteri Dime,,,ish...gak deh,,,
orang mesum kayak gitu,’ wajah Senja mengernyit saat memikirkannya, jangankan
sebagai isteri, Dime dan Senja bahkan tak pernah bicara berdua kecuali insiden
kamar mandi yang sangat intim kemarin.
“Iya mommy,,, ntar adek ajak Vanya sama temen kampus yang
lain,”
“Janji ya,”
“Siap,”
Senja dan bi Asih membantu si mbok dan pak Ujang memasukan
barang- barang ke mobil, sedangkan Radinka terus merengek, protes kenapa Mommy
kecilnya (Senja), tak ikut pergi bersama mereka.
“Ada apa ? tanya Dime, sambil meletakan laptopnya di jok
belakang mobil. Dia baru selesai berkemas, aroma harum sabun pun masih tercium
dari tubuhnya.
“Ini Radinka rewel, mommy kecilnya gak ikut,” jawab mom
“Dia gak pergi ?”
“Nanti nyusul katanya,” Mom membawa masuk Radinka ke dalam
mobil, ia tak mau melanjutkan percakapan dengan Dime, karna takut diberondong
pertanyaan lain oleh anak lelaki itu. Dime menoleh ke arah Senja, lalu berjalan
mendekatinya.
“Kamu gak pergi ?”
“Nggak,” jawab Senja sambil tersenyum lebar
“Bahagia sekali nampaknya,”
“Iya dong,,,gak lihat muka orang mesum sehari saja itu
rasanya seperti ..... akh gak bisa digambarkan,”
“Oh,,,” ucap Dime dingin. “Bi Asih,,, foto kegiatannya
selama sejam sekali, kirim ke saya,,, hidupkan CCTV,,,, minimalisir perempuan ini membuat masalah,”
Senja ternganga mendengar ucapan Dime,,, belum sempat Senja
membalas kalimatnya, Dime sudah berjalan dan masuk ke mobil,
“Selamat menikmati hari kebebasanmu,,,” ucap Dime tersenyum
licik lalu menutup pintu mobilnya....
“Arggggg ... orang gila..”
.///// bersambung/////.
__ADS_1
(makasih banyak yang sudah baca ^-^ heppy reading)