Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 30


__ADS_3

SENJA untuk Sang Direktur


Kebetulan yang tak menyenangkan (1)


 


Senja tersenyum sumbringah, telpon yang baru diterimanya


membuatnya senang tak terkira, sebuah panggilan interview dari perusahaan


ternama. Sejak dinyatakan lulus dalam ujian skripsi beberapa minggu lalu, gadis


ini selalu bersemangat untuk mengirimkan CV nya ke beberapa perusahaan.


“Senang amat, ada apa sih,” tanya Iwan sembari duduk


disebelah Senja yang masih tampak sumbringah.


“Iya donk, gue dipanggil interview,”


“Masasih, kamukan belum wisuda,,, oh mas tahu, pasti


dipanggil di JY kan, secara...”


“Apasih, gak lah,,, gue dipanggil di Maestro enterprise,”


“Eh serius ? “


“Iya dunk,,,, siapa dulu.. !”


Iwan hanya menyengir sembari tertawa melihat adik kesayangannya


itu membanggakan diri, ia tahu dengan jelas Senja yang sangat unggul di bidang


marketing hanya saja, ia sedikit khawatir dengan kondisi fisik adiknya itu.


“Ada yang lupa ni, dengan janji sama almarhum ayah !”


“iiii mas Iwan kok gitu,,, adek ingat kok,,,, tapi ayah bilangkan adek boleh di


Jakarta kalau ada yang jagain,”


“hehehe,,,, mas mau kembali ke Solo ah,,, Rima udah minta


dilamar tuh,”


Senja terdiam, wajahnya lalu murung, ia ingat akan janjinya


pada almarhum akan kembali ke Solo kalau sudah lulus kuliah.


“Ya udah,,, adek nikah saja,,, kan gak perlu djagain mas


lagi,” ledek Iwan sambil mengintip wajah adiknya yang tertunduk.


“Nikah sama siapa coba ?” Jawab Senja cemberut


“Sama aku aja,”


Senja terkejut mendengar suara renyah Dewa yang tiba-tiba


muncul dari pintu depan, gadis itu lalu sumbringah melihat Dewa menyodorkan


bungkusan makanan padanya.


“Ogah nikah sama mas Dewa, tapi kalau bungkusannya adek


mau,”


Dewa mencibir sambil mengacak-ngacak rambut Senja, lalu


duduk disebelah Iwan yang sedang asik menonton TV


“kalau menurut kamu Wan,,, cocok mana yang jadi ipar lo,,,


aku atau dosen narsis itu,”


“Emmm ...”


“Apaan sih,,, Adek gak ada apa-apa kok sama pak dosen, cuma


temenan, lagian kan dia udah punya tunangan,,,” jawab Senja cepat sambil


membawa dua piring rujak


“Lo percaya Wan,,, perasaan, aku lebih sering liat dia


ngapelin Senja deh !”


“Apaan sih,,,”


“Iya,,, ya,.... lo tobat dek,,, kabanyakan tebar pesona,,,


cowok-cowok diPHP in semua,”

__ADS_1


“Apaan sih,,, siapa coba yang tebar pesona..” Senja jadi kesal


sendiri mendegar celotehan Dewa dan Iwan, yang tertawa-tawa membahas


tentangnya.


 


 


*****^-^*****


Pagi ini Senja sudah rapi dengan setelan blazer cokelat,


awalnya ia ingin memakai celana panjang saja, namun karena Art sibuk


mengomentarinya jadilah gadis itu memakai rok selutut untuk bawahannya.


“Ayo berangkat,” ujar Senja pada Art yang sudah siap


mengantarnya pergi interview, namun pria itu masih terpaku memandangi wajah


Senja, yang membuat gadis itu menjadi kebingungan,


Art menggerakkan tangannya, menyentuh bibir sang gadis, dan


disambut tepisan keras dari Senja


“Apasih ?”


“Bukannya bibir kamu terlalu pucat ya,”


Senja langsung melihat wajahnya dicermin, ia menggunakan


lipstik nude yang membuat wajahnya putihnya tampak sedikit pucat.


“iya ya ? perlu dikasi merah-merah gitu ?”


“Iyalah,, kamu kelihatan seperti orang sakit,”


Senja terdiam sejenak, lalu mengambil lipstik berwarna pink


dan memoleskan pada bibirnya,” ini gimana?”


Art menoleh dan memandang dalam wajah gadis didepannya itu,


matanya seperti tak bisa teralihkan... debaran jantungnya tak beraturan, entah


“Pak... pak Art... ok diem sih,,ini gimana, udah bagus


belum,”


Art tersadar dari lamunannya, matanya mengerjab, ...”Kan


udah dibilang, gak usah panggil pak...pak,,,, berasa suami istri ,”


“Beeh... suami istri dari Hongkong,,,, udah jalan yuk,,,


terlambat ni, tau gitu minta anterin mas Dewa, gak banyak bacot,”


“Mulut kamu itu ya,,, aku cipokin baru tahu,”


“Sini kalo berani..., “ ucap Senja sambil mengepalkan


tangannya di hadapan Art yang membuat lelaki itu tersenyum kesal.


“Tunggu aja ...”


“Apaa !”


*****(^-*)****


Seorang wanita, sedang memeriksa satu persatu CV yang


diletakan sang sekretaris di mejanya, sebagai pemilik perusahaan yang dirintis


dari nol, Lea mau segalanya perfect termasuk dalam pemilihan karyawan baru.


“Ada berapa ? 10 orang ? ”


“Iya bu,,, semuanya fresh graduate, seperti yang ibu minta,”


Lea mengangkat kedua alisnya ketika membuka salah satu map,


“Ini, perempuan yang kuminta kau selediki latar belakangnya bukan ?”


“Iya bu,,, keterangan lain sudah saya lampirkan di sana ?”


‘Senja,... jadi perempuan ini pernah magang di JY,,,pantas


bisa menggoda direkturnya...’ Lea tersenyum sinis sambil mengetuk-ngetukan pulpennya


ke meja, ia tak menyangka bahwa gadis yang membuatnya penasaran ternyata

__ADS_1


melamar di perusahaannya.


“Saya sudah tandai,,, ia salah satu yang tidak akan kita


terima !”


“Heem,,, kenapa ditolak ?’


“Bukannya dia pernah dekat dengan....”


“Terima, dan jadikan seketaris pribadiku !”


“Iya bu,” Ines tampak heran namun ia tak berani membantah


perkataan bosnya itu, wanita itu langsung bergegas menuju ruang interview


karyawan baru.


----^0^-----


“Hallo... ,”


“Ya....tumben lo nelpon gue,,,!”


“Apaan sih Vanya,,, gue punya kabar bahagia !”


“Apa ? Lo balikan sama Hans ?”


“iiii... bukan... gue keterima kerja di Maestro..”


“Waa... selamat-selamat...Maestro... rasanya familiar deh !”


“Ya iya... itukan perusahaan besar “


“oOoo... tapi..”


“udah deh,,, langsung ke sini aja... gue kirimkan


alamatnya,”


“Oke,”


Art memperhatikan dengan seksama wajah Senja yang tampak


sangat senang, pria itu sengaja menunggu Senja hingga selesai interview,..


“Pak Art gak punya kerjaan ya, nungguin gue sampai siang


gini ?” tanya Senja sambil mengerling Art yang masih memandangi wajahnya


“Punya lah,,,, kamu kira ini gratis,,,,”


“Yey...  Dasar... ia


ini gue traktir kan gue lolos interview,”


“Rasanya masih gak percaya, jangan-jangan yang wawancara


laki-laki semua “


“Eh,,, kenapa ngomong begitu !”


“Ya... kamukan punya sesuatu yang bisa menghipnotis


pria-pria,”


Senja mengernyitkan dahinya, lalu tersenyum “Berarti pak Art


juga kena hipnotis gue donk !”


“Ha  ? kalau aku sih


gak bakalan.... kamu tuh yang kena pesona aku,,,”


“Masa ???”


“gak ngaku lagi,”


“Beh.... iyasih,,, pantesan belakangan ini gue gak bisa


tidur... rupanya terkena pesona pak Art”


“Tuh kan ?”


Senja mengangguk –anggukan kepalanya sambil tersenyum


meledek,,,tanpa disadarinya sepasang mata sedang mengawasinya dari


kejauhan...//// bersambung


(Makasih yang sudah ngasi dukungannya buat Senja Untuk Sang


Direktur... baca terus ya ^-*)

__ADS_1


__ADS_2