
“Orang bilang diam itu emas, tapi diam mu itu menyakitiku”
SENJA untuk Sang Direktur
Rindu
Hari ini setelah sekian lama, Hans kembali melihat wajah
mungil gadis itu, masih sama seperti dahulu, detak jantungnya menjadi tak
karuan. Ada kerinduan mendalam yang ia rasakan, namun hari ini tentu tak sama
dengan sebelumnya.
“Ayo sayang “ ajak seorang wanita dengan gaun panjang nan
menawan, tangan wanita itu melingkar manis di lengan kekar Hans, bahkan
tatapannya sangatlah mesra.
Hans melangkahkan kakinya tanpa senyuman sedikit pun,
mendekati Ryuji dan Kella yang sangat sibuk menyalami para tetamu yang
memberikan selamat pada mereka berdua.
“Hans,” seru Ryuji sambil memeluk saudara sepupunya itu,
“Selamat ya “
“Makasih”
Hans tersenyum lalu berganti menyalami Kella yang sudah
tampak tak sabar untuk bicara padanya.
“Kemana saja, aku dan dia sibuk mencarimu ?”
“Dia ?”
“Ia, siapa lagi kalau bukan perempuan bar-bar itu “
“Senja ?”
“heem”
Hans kembali tersenyum, matanya menatap dalam wajah Kella, ‘sejak
kapan mereka jadi akrab’ pikirnya
“Jangan nyengir gitu,,, aku sama dia gak temenan kok, cuman
kasian aja liat dia yang kayak orang gila cariin kamu, ya daripada ....” mata
Kella mengerling wanita yang berdiri disebelah Hans, lalu melanjutkan lagi kalimatnya,”yang
mendingan si bar-bar lah”
Lea merasa tersindir dengan ucapan dan kerlingan mata Kella,
namun wanita ini sudah cukup matang untuk menghadapi suasana seperti ini,
dengan senyuman sinisnya, wanita itu membalas ucapan Kella.
“Tapi sayangnya pria ini memilihku,” ucap Lea sambil memeluk
erat lengan Hans. “Ish,” dengus Kella jengah. Hans yang menangkap aura negatif
dari keduanya, segera membawa Lea menjauh dari Kella dan Ryuji, walau ia tak
__ADS_1
peduli akan perasaan tak senang antar kedua wanita itu, namun ia juga tak mau
merusak hari bahagia sepupunya itu.
“aku jadi penasaran dengan wanita itu “ bisik lirih Lea,
setelah menegak minuman berwarna merah dari gelas yang dipegangnya.
“Jangan ganggu dia”
“Heem, tampaknya kau sangat ....”
“Kuperingatkan sekali lagi jangan ganggu dia, kau tahu akibatnya ....” Hans mendengus kesal sambil berjalan
meninggalkan Lea yang masih setia menenggak minumannya.
.....*-*......
Suasana romantis menyelimuti ketika sang pengantin sedang
berdansa dengan diiringi alunan biola yang syahdu, senyum bahagia menyungging
indah dari seorang gadis yang berdiri disudut ruang, matanya mengikuti kemana
arah langkah pasangan sejoli yang sudah diikat suci pernikahan itu.
“Sudah move on” suara Vanya berhasil membuat Senja terkejut,
namun gadis itu kembali tersenyum,
“ ya sudahlah,”
“ syukurlah, kalau dengan yang itu ?”
Senja sedikit tak mengerti dengan pertanyaan Vanya, namun
matanya lalu mengarah mengikuti kemana arah pandangan sahabatnya itu,
beberapa meter di depannya. ‘Hans ?’ gumamnya lirih.
“ya, kalau Hans ?” tanya Vanya lagi
“on proses” jawab Senja ragu.
Sejak tahu perusahaan Hans terkena krisis beberapa bulan
lalu, Senja mencoba mencari kabar tentangnya, bahkan Senja sudah mencari
direkturnya itu kemana-mana namun hasilnya nihil, karena Hans bak hilang
ditelan bumi, hingga seminggu sebelum hari ini, muncul Headline di media massa,
bahwa direktur JY itu telah bertunangan dengan konglomerat wanita.
“Gue, ke kamar mandi dulu ya,”
“Lo gak apa-apa, gue temenin ya, “
“Gak kenapa-napa kok,,,
“Yakin?”
“Heem” Senja berjalan cepat saat mata Hans tanpa sengaja
mengarah padanya, ia yakin untuk saat ini, orang yang paling tidak ingin ia
temui adalah pria itu.
Senja membasuh wajahnya di wastafel kamar mandi, lalu
__ADS_1
melihat wajahnya di cermin,,,
“Tenang Senja, tenang Senja, jangan nangis untuk cowok brengsek kayak dia,” beberapa kali
Senja menarik nafas panjang, sebelum keluar dari kamar mandi.
.....*-*.......
“SENJA .....”
Suara berat itu membuat langkahnya terhenti, ia baru
menyadari bahwa Hans sudah berdiri didepannya. Senja mengangkat kepalanya, kini
mata mereka saling bertemu.
“Apa kabar ?”
“Tidak sebaik yang kau harapkan pak direktur,”
“memang kau tau apa yang aku harapkan ?”
Senja tersenyum
dingin, lalu mencoba melangkahkan kakinya ingin meninggalkan pria itu.
“Tunggu, aku belum selesai !”
Senja menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan,
“Kau sudah lama mendiamkanku, lalu menghilang..... apa lagi yang
belum selesai ....?”
“Bukankah selama ini kau mencariku ? gak ada yang mau
dikatakan sekarang ? “
“Siapa bilang aku mencarimu ?” Senja membalikan badannya
lalu kembali menatap wajah Hans yang berubah menjadi tengil dimatanya
Hans tersenyum licik, ”Mau mengelak, kalau rindu bilang saja
Rindu susah amat,”
“What,,, kamu bilang apa, siapa yang rindu ? urusin aja
pacar baru kamu itu,,, “
“Cemburu?”
“Ya ampun ni
cowoknya, geernya tingkat dewa, gue nyariin lo mau minta kembaliin sepatu gue,
gak ada urusan lain!”
“Sepatu ???”
“Udah deh, gak penting... gue cabut,”
Intonasi Senja yang berubah-ubah membuat Hans tersenyum, ia
tahu gadisnya itu sedang mencoba menyembunyikan perasaannya. Tanpa pikir panjang , Hans menarik Senja kepelukannya ...
“Lo....lo mau apa,,, lepasin gue !”
“Diamlah sebentar.... aku rindu... aku rindu kamu Senja”///
__ADS_1
bersambung