Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 29


__ADS_3

“Orang bilang diam itu emas, tapi diam mu itu menyakitiku”


SENJA untuk Sang Direktur


Rindu


Hari ini setelah sekian lama, Hans kembali melihat wajah


mungil gadis itu, masih sama seperti dahulu, detak jantungnya menjadi tak


karuan. Ada kerinduan mendalam yang ia rasakan, namun hari ini tentu tak sama


dengan sebelumnya.


“Ayo sayang “ ajak seorang wanita dengan gaun panjang nan


menawan, tangan wanita itu melingkar manis di lengan kekar Hans, bahkan


tatapannya sangatlah mesra.


Hans melangkahkan kakinya tanpa senyuman sedikit pun,


mendekati Ryuji dan Kella yang sangat sibuk menyalami para tetamu yang


memberikan selamat pada mereka berdua.


“Hans,” seru Ryuji sambil memeluk saudara sepupunya itu,


“Selamat ya “


“Makasih”


Hans tersenyum lalu berganti menyalami Kella yang sudah


tampak tak sabar untuk bicara padanya.


“Kemana saja, aku dan dia sibuk mencarimu ?”


“Dia ?”


“Ia, siapa lagi kalau bukan perempuan bar-bar itu “


“Senja ?”


“heem”


Hans kembali tersenyum, matanya menatap dalam wajah Kella, ‘sejak


kapan mereka jadi akrab’ pikirnya


“Jangan nyengir gitu,,, aku sama dia gak temenan kok, cuman


kasian aja liat dia yang kayak orang gila cariin kamu, ya daripada ....” mata


Kella mengerling wanita yang berdiri disebelah Hans, lalu melanjutkan lagi kalimatnya,”yang


mendingan si bar-bar lah”


Lea merasa tersindir dengan ucapan dan kerlingan mata Kella,


namun wanita ini sudah cukup matang untuk menghadapi suasana seperti ini,


dengan senyuman sinisnya, wanita itu membalas ucapan Kella.


“Tapi sayangnya pria ini memilihku,” ucap Lea sambil memeluk


erat lengan Hans. “Ish,” dengus Kella jengah. Hans yang menangkap aura negatif


dari keduanya, segera membawa Lea menjauh dari Kella dan Ryuji, walau ia tak

__ADS_1


peduli akan perasaan tak senang antar kedua wanita itu, namun ia juga tak mau


merusak hari bahagia sepupunya itu.


“aku jadi penasaran dengan wanita itu “ bisik lirih Lea,


setelah menegak minuman berwarna merah dari gelas yang dipegangnya.


“Jangan ganggu dia”


“Heem, tampaknya kau sangat  ....”


“Kuperingatkan sekali lagi jangan ganggu dia, kau tahu akibatnya  ....” Hans mendengus kesal sambil berjalan


meninggalkan Lea yang masih setia menenggak minumannya.


.....*-*......


Suasana romantis menyelimuti ketika sang pengantin sedang


berdansa dengan diiringi alunan biola yang syahdu, senyum bahagia menyungging


indah dari seorang gadis yang berdiri disudut ruang, matanya mengikuti kemana


arah langkah pasangan sejoli yang sudah diikat suci pernikahan itu.


“Sudah move on” suara Vanya berhasil membuat Senja terkejut,


namun gadis itu kembali tersenyum,


“ ya sudahlah,”


“ syukurlah, kalau dengan yang itu ?”


Senja sedikit tak mengerti dengan pertanyaan Vanya, namun


matanya lalu mengarah mengikuti kemana arah pandangan sahabatnya itu,


beberapa meter di depannya. ‘Hans ?’ gumamnya lirih.


“ya, kalau Hans ?” tanya Vanya lagi


“on proses”  jawab Senja ragu.


Sejak tahu perusahaan Hans terkena krisis beberapa bulan


lalu, Senja mencoba mencari kabar tentangnya, bahkan Senja sudah mencari


direkturnya itu kemana-mana namun hasilnya nihil, karena Hans bak hilang


ditelan bumi, hingga seminggu sebelum hari ini, muncul Headline di media massa,


bahwa direktur JY itu telah bertunangan dengan konglomerat wanita.


“Gue, ke kamar mandi dulu ya,”


“Lo gak apa-apa, gue temenin ya, “


“Gak kenapa-napa kok,,,


“Yakin?”


“Heem” Senja berjalan cepat saat mata Hans tanpa sengaja


mengarah padanya, ia yakin untuk saat ini, orang yang paling tidak ingin ia


temui adalah pria itu.


Senja membasuh wajahnya di wastafel kamar mandi, lalu

__ADS_1


melihat wajahnya di cermin,,,


“Tenang Senja, tenang  Senja, jangan nangis untuk cowok brengsek kayak dia,” beberapa kali


Senja menarik nafas panjang, sebelum keluar dari kamar mandi.


.....*-*.......


“SENJA .....”


Suara berat itu membuat langkahnya terhenti, ia baru


menyadari bahwa Hans sudah berdiri didepannya. Senja mengangkat kepalanya, kini


mata mereka saling bertemu.


“Apa kabar ?”


“Tidak sebaik yang kau harapkan pak direktur,”


“memang kau tau apa yang aku harapkan ?”


 Senja tersenyum


dingin, lalu mencoba melangkahkan kakinya ingin meninggalkan pria itu.


“Tunggu, aku belum selesai !”


Senja menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan,


“Kau sudah lama mendiamkanku, lalu menghilang..... apa lagi yang


belum selesai ....?”


“Bukankah selama ini kau mencariku ? gak ada yang mau


dikatakan sekarang ? “


“Siapa bilang aku mencarimu ?” Senja membalikan badannya


lalu kembali menatap wajah Hans yang berubah menjadi tengil dimatanya


Hans tersenyum licik, ”Mau mengelak, kalau rindu bilang saja


Rindu susah amat,”


“What,,, kamu bilang apa, siapa yang rindu ? urusin aja


pacar baru kamu itu,,, “


“Cemburu?”


“Ya  ampun ni


cowoknya, geernya tingkat dewa, gue nyariin lo mau minta kembaliin sepatu gue,


gak ada urusan lain!”


“Sepatu ???”


“Udah deh, gak penting... gue cabut,”


Intonasi Senja yang berubah-ubah membuat Hans tersenyum, ia


tahu gadisnya itu sedang mencoba menyembunyikan perasaannya.  Tanpa pikir panjang , Hans menarik  Senja kepelukannya ...


“Lo....lo mau apa,,, lepasin gue  !”


“Diamlah sebentar.... aku rindu... aku rindu kamu Senja”///

__ADS_1


bersambung


__ADS_2