Senja Untuk Sang Direktur

Senja Untuk Sang Direktur
Episode 41


__ADS_3

Senja Untuk Sang Direktur 


Kencan ?


Seminggu ini Senja merasa dunia ini miliknya, ia bisa bebas


bangun siang, makan makanan yang ia mau, dan nonton Tv seharian, kadang ada Vanya


datang menemaninya.


Senja menghirup harumnya mie yang baru ia masak, aroma


daging sapi dari kuah kaldu yang sudah dibuatkan bi Asih untuknya, dicampur sedikit


bakso dan sayuran membuat mie itu sangat menggoda selera, “emmm,”gumamnya


sambil menelan ludah.


Baru saja ia mau menyendokan mienya, tiba-tiba Hp bi Asih


yang ada di sampingnya berdering,


*laporannya mana bi’ ?


Senja mengerutkan dahi, ‘oh laporan ya, ‘ gumamnya, lalu


membongkar galeri di HP bi Asih,,, ia memilih foto-foto dirinya yang sudah


diambilnya dan Vanya tadi siang,,, ‘Foto ini aja kali ya,’  Senja tersenyum sambil mengirim fotonya di


depan laptop


Tak lama Hp itu berbunyi  lagi, ‘apaan sih ni orang, ganggu aja,’ celoteh Senja sambil membuka Hp


itu dengan mulut penuh terisi mie


*Seharian ini dia cuma main laptop ? bibi gak bohong ?


“Alamak gue lupa,,, tadikan foto ini udah gue kirim,,, ******


dah,” gumam Senja sambil menggaruk kepalanya.


*Ia Tuan\,\,\, soalnya non Senja lagi sakit perut* balasnya


asal


Senja tersenyum, sambil mengambil remote Tv dan membuka


chanel anime kesukaannya.


“Triiing,,, Triiing,” suara Hp berbunyi, tapi kali ini  HP nya bukan Hp bi Asih. Senja menatap layar


ponselnya,”nomor tak dikenal,”


Senja melempar Hpnya ke kursi dan melanjutkan makan sambil


nonton TV, kini giliran Hp bi Asih yang bunyi, Senja tak menghiraukannya dan


masih asik dengan kegiatannya.


“Ting tong..ting tong,”


‘Ampun dah, jangan bilang ni orang  ada di depan pintu sekarang,’ setengah berlari


Senja menuju pintu depan, karena bel nya berbunyi tak putus-putus.


“Cari sia....


Mata Senja terbelalak, ternyata memang Dime yang ada di


depan pintu


“Bibi mana ?” ujar lelaki itu dengan intonasi galak


“Bi Asih pulang ke rumahnya, anaknya sakit,”


Dime mengerling ke arah Senja lalu masuk ke dalam rumah,


dibuntuti Senja dari belakang. Dime lalu menghempaskan tubuhnya di sofa ruang


tengah, “lalu yang tadi balas pesanku itu kamu ?” tanya Dime saat melihat Hp bi


Asih tergeletak di atas meja.


“iya, hee....” gadis itu nyengir kuda


“Kenapa telponku gak diangkat ?”


Senja diam saja sambil duduk di sebelah Dime dan


mengambil  mangkok yang mienya sudah


mengembang,

__ADS_1


“Orang lagi makan juga,,, ni liat sampe ngembang gini,,,”


“Masih ada lagi gak ? aku lapar !”


“Habis...hehe..  oh ya


Mommy mana ?“


“Mereka besok lusa baru pulang, aku ada rapat besok, jadi


pulang duluan,”


‘Rapat kok hari Minggu,’ gumam Senja, tapi cuma dalam hati.


Senja hanya diam tak merespon kalimat Dime lagi, gadis itu sibuk dengan mangkok


dan film animenya. Tanpa sadar mata Dime melihat kearah Senja dan tak beralih


sedikit pun,, bola mata yang besar, kulit yang putih, dan pipi kemerahan jika


tersenyum, baru kali ini ia melihatnya sedekat ini.


“Cantik” gumamnya tanpa sadar,


“Makasih,” balas Senja sambil tertawa, membuat Dime salah


tingkah, dia tak menyangka Senja tau kalau ia sedang memperhatikannya.


“Gak mandi dulu,,, katanya tadi laper,, habis itu kita pergi


cari makan !” ucap Senja sambil memandang wajah lelaki di sebelahnya itu,  Dime hanya mengerling sedikit, tak berani


memalingkan wajahnya, karna terlalu dekat, kalau ia menoleh bisa saja wajah


mereka bersentuhan.


“Aku mandi dulu,” ucap Dime sambil beranjak, “Mau ikut gak?”


tambahnya sambil tersenyum.


“Ish.... ogah...”


----^-*----


Mobil Dime melaju kencang membelah keramaian ibu kota, walau


sudah malam tetapi jalanan masih padat, tempat makan pun banyak yang penuh


sesak, maklum saja ini malam minggu, banyak kaum muda yang menghabiskan malam


“Kita makan dimana ?” tanya Dime sambil memarkirkan mobilnya


di area food court, Senja diam sejenak  matanya memandang ke area tempat makan yang sedikit lengang,,, “di sana


aja yuk Kak“ ucap Senja sambil menunjuk tempat angkringan.


“Kamu panggil saya apa ?”


“Hah ?” Senja bengong lalu tersenyum, “Hmm,,, salah ya, emang


mau dipanggil apa  ?” tanya Senja balik


bertanya,


Dime mengalihkan pandangannya, pura-pura tak mendengar ucapan


Senja, “Udah yuk jalan,” Dime berjalan cepat, kakinya yang panjang membuat


Senja tertinggal jauh darinya.


‘Kamu ini lamban sekali,” ucap Dime sambil meraih tangan


Senja, tanpa peduli reaksi gadis itu, Dime menggenggam tangannya sambil


berjalan. ‘Gila’ tangannya lembut banget, gak pernah kerja, ya iyalah kerjanya


cuma ngerayu cowok’ pikiran jahat Dime kumat lagi, tapi tangannya semakin


mengerat.


Belum jauh, tiba-tiba Senja menarik tangannya,”Kak Dimi,,aku


pipis dulu ya,”


“Mau diantar ?” jawabnya dingin


“Gak usah,” Senja berlari dengan muka memerah sedangkan Dime


mengulum senyum di bibirnya, bisa-bisanya dia menggoda perempuan, bahkan selagi


muda ia jarang melakukannya.


Saat masih sendiri, Dime termasuk pria idaman para gadis,

__ADS_1


sikapnya yang dingin namun peduli banyak membuat perempuan meleleh, jadi dia


gak pernah merasakan mengejar wanita, yang ada dia yang dikejar-kejar termasuk


Marisa, walaupun pada akhirnya ia jatuh cinta pada mantan isterinya itu.


“Kak Dimi udah pesan?” tanya Senja, Ia memilih duduk


menghadap Dime dibanding duduk bersebelahan


“Belum”


“La, dari tadi ngapain, kok gak pesan ?”


“Kan nungguin kamu,”


Senja mendengus kesal, ia memanggil pramusaji sambil


ngedumel sendiri, Dime hanya memperhatikannya saja, tanpa membantah menu yang


dipilihkan Senja untuknya, “baru saja jinak  eh udah galak lagi,’gumam Dime


Dime makan dengan lahapnya, maklum saja sejak siang ia belum


menyentuh nasi sama sekali, Senja yang duduk di depannya diam memperhatikan


sambil menelan ludah.


“Enak ya Kak Dimi ?”


“Emm... kamu gak makan ?”


“Tadi udah makan, enak ya? cobain dong,” Senja kembali


menatap makanan dipiring Dime sambil menelan ludah untuk kesekian kalinya.


Dime tersenyum lalu mengambil nasi dan mencubit sedikit ayam


yang sudah dicocol sambal olehnya


“Ni,” Dime menyodorkan makanan langsung dari tangannya,


maklumlah dia memang tidak menggunakan sendok. ”Hap..”  tanpa sungkan Senja langsung menyambar


makanan itu dengan mulutnya, deg.. deg, , jantung Dime kumat lagi, detaknya


mulai tak beraturan, bibir merah muda itu menyentuh jemarinya.


“Iya ya enak,”


“Emm,, mau lagi ?” ucap Dime yang kesadarannya kembali,


gadis itu mengangguk dengan manjanya


‘Akh sial,,, debarannya makin kuat’, ucap Dime dalam hati,


sambil sesekali menyuapi Senja lagi, “Dasar pelit banget si ni laki-laki,,,


bukannya pesan lagi malah nyuapin bekasnya dia,’ Senja ngedumel sendiri dalam


hati, tapi mulutnya terus nga-nga ketika Dime menyuapinya makanan.


Malam semakin larut, Senja mengedarkan pandangan ke luar jendela


mobil,,, lama-lama matanya makin menyipit dan akhirnya ia tertidur tanpa sadar


mobil itu sudah sampai di depan rumah.


Dime menoleh ke arah Senja yang sedang pulas, ia sempat


menunggu beberapa saat namun gadis itu tak bangun-bangun. Dime mendekatkan


tubuhnya, meraih wajah gadis itu dengan tangannya. Mata Dime terpana, ia mengusap


lembut pipi Senja, lalu menyentuh bibir mungilnya.


Entah pikiran apa yang menguasainya, Dime lalu menjamah


bibir itu dengan bibirnya, awalnya hanya mengecup saja namun lama-lama


********** dan terus tanpa ingin berhenti,.


Senja terkejut saat merasa bibirnya seperti dikemut-kemut


sesuatu, ia mencoba membuka matanya, saat hembusan hangat menerpa wajahnya,


deg...deg.. jantung Senja seperti mau copot, saat matanya melihat Dime sedang


mengunyel-nguyel bibirnya dengan nafas memburu, “Ya Tuhan ni laki-laki dikasi


hati minta jantung,,, mau di dorong takut kualat,” gumam Senja geram ....////


bersambung.

__ADS_1


(Makasih ya yang sudah baca,,,, heppy reading ^-*)


__ADS_2