
SENJA untuk sang direktur
Chapter 9
Senja dan Hans sama-sama diam padahal mereka duduk
bersebelahan di pesawat. Hans menoleh kearah Senja yang sejak tadi hanya
memandang ke arah jendela, wajah gadis itu tampak tak bersemangat, beda dari biasanya.
‘Padahal aku yang ditolak, kenapa dia yang sedih. Makanya
jangan jual mahal,’ batin Hans. Hans tersenyum bangga sambil mengetuk-ngetukkan
jarinya.
“Apaan sih lo, berisik tau,”
“Kamu kenapa ? nyesel ?” Senja memandang wajah Hans, lalu mengernyitkan dahinya,
“Nggaklah, siapa juga yang nyesel nolak cowok yang terjebak
nostalgia,”
Hans tersenyum, ia tak tahu ingin bicara apa tapi
perasaannya sedikit lega karena Senja menolaknya bukan karena si gondrong itu.
“gue, dimarahin bunda semalam !”
“hah ? bunda tahu kalau kamu masuk keselimut ... ”
“woaaa...
Senja mengamuk mendengar perkataan Hans, ia memukul lengan Hans yang terus menertawainya. ‘sejak
kapan ni orang jadi seneng ketawa , perasaan kalau di kantor marah-marah mulu,’
pikir Senja dalam hati.
“Senja “
“ya !”
“Aku dengan Kella itu ....
Hans mengulang kembali ceritanya tentang Kella pada Senja,
gadis itu sudah menjadi teman sepermainannya sejak kecil karena mereka tinggal
bersebelahan rumah.
Hans selalu melindungi Kella dan begitu pula sebaliknya, Kella
lah satu-satu wanita yang mengerti Hans, terlebih ketika ia dan keluarganya
mengalami kecelakaan. Kedua orang tua Hans meninggal dunia dan Hans merasa tak
memiliki siapapun kecuali Kella.
Senja terdiam sambil menatap Hans, ia tak menyangka hubungan
Hans dan Kella sedalam itu, entah ia harus merasa apa sekarang, tak terasa
malah air matanya yang jatuh ..
“kok jadi nangis sih !” Hans mengusap air mata dipipi Senja,
ia manatap dan merangkul tubuh gadis itu kepelukannya, dan untuk pertama
kalinya Senja menurut tanpa komentar.
“Sekarang Kella sudah
punya Ryuji, ...
“lalu ?”
“ya, bolehlah tukeran Senja jadi milik Hans gitu ...”
“ ogah, gue gak mau ...
__ADS_1
“kenapa ? aku kan cakep, kaya, kurang apa coba ?....
“ eee.... gak mau aja ....
Hans tersenyum tanpa melepas rangkulannya walaupun Senja
terus mencubitnya minta dilepaskan.
....<-*........
Fabio heran melihat tingkah bos nya yang agak berbeda hari
ini, dari pagi Fabio memperhatikan Hans yang lebih banyak tersenyum.
“katanya kemarin nembak cewek, gimana hasilnya ?” ucap Fabio
sambil duduk dihadapan Hans yang sibuk dengan smartphonenya.
“ditolak, dua kali “
“Hah ? masa ?”
“ Iya, gue pinjam Sekretaris lo bentar ya !”
Hans berjalan keluar dari ruangannya sambil senyum-senyum
melihat isi pesan di hapenya sedangkan Fabio masih bengong mencerna kalimat
Hans.
“ditolak cewek dua kali, kok reaksinya girang banget. Trus
pinjam sekretaris itu, maksudnya Senja.... Astagfirullahalazim,,, jangan-jangan
cewek yang dimaksud si Senja ya... wah gila’ gue kehilangan moment
ni.....haha.”
///// ^0^ //////
Malam harinya, Hans sudah rapi menggunakan kaos oblong dan
Senja tak juga menjawab.
“kemana dia,” Hans akhirnya berjalan masuk, “mbak, bisa
tolong panggilkan Senja, soalnya dari tadi di telpon gak diangkat,”
“oh, mas ganteng yang kemarin, bentar ya, saya panggilin
adek,”
Hans hanya senyum-senyum, ketika beberapa gadis menggodanya,
tak lama terdengar suara teriakan dari arah kamar Senja, tanpa pikir panjang,
Hans langsung berlari naik keatas.
“Senja kamu kena ...”
“Mas bantuin dulu, adek pingsan ni !”
Riani tampak panik, begitu pula Hans yang melihat Senja
meringkuk di lantai. Gadis itu meringis kesakitan memegang perutnya. Hans
langsung mengangkat Senja ketempat tidur, wajahnya tampak sangat khawatir.
“kita ke rumah sakit ya !”
“nggak mau, minum obat aja pasti baikan kok ,”
Riani membongkar laci meja, tapi tak menemukan obat yang
biasa diminum Senja.”Senja kalau datang bulan suka begitu mas, kaya’ orang mau
mati !” ucap Riani sambil terus mencari obat itu.
“biasa kamu minum obat apa ?”
“obat yang dikasi kak Ryu,...” Senja menahan sakit, sampai
__ADS_1
tak sadar sedari tadi menggenggam tangan Hans, saking sakitnya gadis itu sampai
menangis.
“Mungkin Ryuji kasi kamu racun bukan obat,” tanpa basa basi
Hans langsung menggendong Senja membawa gadis itu ke rumah sakit.
.......^_^.....
“Gue gak mau nginap di sini ya, please ...” rengek Senja
dari tadi, ia bahkan memeluk tangan Hans membujuk agar lelaki itu tidak
meninggalkanya sendiri. Ryuji hanya memandang Hans yang coba menenangkan
rengekan Senja, dia tahu dengan jelas Senja paling takut di rumah sakit.
“Senja, aku suntik dulu ya,” Senja hanya mengangguk, dia
tidak menyangka Hans akan membawanya ketempat Ryu. Hans mendecih, ketika
melihat Ryu dan Senja sempat saling pandang, wajahnya tampak kesal ia langsung
duduk di samping Senja dan menggenggam tangan gadis itu.
Tak lama, Senja sudah tampak tenang bahkan ia sampai
tertidur, Hans masih setia disebelahnya sambil membelai rambut gadis itu.
“ kalian pacaran ?” suara Ryuji mengejutkan Hans,
lelaki itu menarik kursi dan duduk disebelahnya.
“bukan urusanmu. Sudah berapa lama dia begini ? sakit apa ?”
“ntahlah, Aku sudah sering menyuruhnya cek darah, tapi dia
gak pernah mau !”
“cek darah ?”
“ya, untuk memastikan penyakitnya,”
Hans mendesah, “besok aku akan membawanya untuk
pemeriksaan,”
“besok ? kau mau membawanya pulang !”
“kamu gak lihat, tadi dia merengek minta pulang, kalau dia kabur lagi gimana ?”
Kini giliran Ryuji yang mendesah,
“kau mau bawa dia kemana ?”
“kerumahku “
“Shit,,,, kau tinggal sendiri bagaimana bisa kau bawa
seorang gadis menginap ditempatmu !”
Hans hanya cuek tak menghiraukan Ryuji, pria itu mengangkat
tubuh Senja dan membawanya keluar dengan senyum kemenangan.
“Hans tunggu, ” Hans berhenti ketika sudah hampir di depan
pintu mobil, ia menoleh kearah Ryuji yang memanggilnya.
“apalagi sih dokter,”
“Aku ikut nginap di rumahmu...
Hans mendengus kesal, tapi ia tak ingin berdebat lagi, “ya
udah, kamu yang bawa tu mobil,!” sahut Hans kesal ///// bersambung...
(yang jempolnya masih kosong klik ya, yang sudah makasih
banyak ... ^-*)
__ADS_1