
Budayakan like setelah baca ya, happy reading 😘
Setelah drama pembujukan Yoonia agar ia mau mengganti pakaian nya dengan pakaian biasa yang ia gunakan, Akhirnya mereka kini telah berada di ruangan Dokter Dwi,dokter Dwi langsung meminta Yoonia untuk berbaring di brankar tanpa bertanya keluhan Yoonia karena bunda Mira sudah menjelaskan semua padanya
“Dok? Kenapa harus di USG? Nia sedang tidak hamil...” tanya Yoonia kala dokter membuka pakaian nya dan mengusap gel di perutnya. “kita akan segera tahu..” ucap Dokter Dwi lalu matanya mengarah pada layar monitor yang terlihat seperti bulatan kecil
“Lihat ini... Bulatan kecil ini adalah calon bayi kalian...”
Deg!
Yoonia dan Agus saling berpandangan lalu kembali menatap layar monitor. “Ba-Bayi?” ucap Agus dan Yoonia bersamaan,Dokter Dwi mengangguk lalu tersenyum. “Selamat Yoonia kau sedang mengandung... Dan usianya sudah 5 Minggu..”
mendengar itu buliran bening keluar dari sudut mata Agus,sungguh ia merasa sangat bahagia karena ini adalah pertama kali nya ia merasa berguna sebagai seorang suami dan Ayah mengingat saat Yoonia mengandung Aaron,ia tak berada di samping istrinya itu
Tak berbeda dengan Yoonia,ia juga merasa sangat bahagia akhirnya kehamilan kedua yang telah memang mereka nantikan berhasil,Agus membantu Yoonia turun dari Ranjang lalu merangkulnya untuk duduk di kursi,tangannya tak berhenti mengecup punggung tangan Yoonia bahkan di depan dokter Dwi
“Sekali lagi selamat... Aaron akan memiliki seorang adik...” ucap Dokter Dwi Ramah. “Terima kasih dok...” ucap Yoonia dengan tersenyum. “Jaga kesehatan jangan terlalu lelah karena umur kandungan mu masih sangat rentan...” Yoonia mengangguk tanda mengerti,akhirnya ia paham kenapa akhir akhir ini mood nya selalu berubah
“Dok...” ucap Agus. “Ya tuan? Ada yang mau ditanyakan?” tanya dokter Dwi melihat wajah Agus yang bingung seperti ingin menanyakan sesuatu padanya. “Kalau soal kegiatan malam bagaimana dok?” entah memang ia tak punya rasa malu atau ia menahan rasa malu nya,yang jelas kini Yoonia membeku mendengar pertanyaan Agus.
Dokter Dwi tersenyum karena ini bukan kali pertama ia mendapat pertanyaan Seperti ini dari pihak suami. “untuk kegiatan malam tidak masalah...tapi alangkah baik nya dikeluarkan di luar saja agar janin nya aman...” mendengar itu Agus tersenyum mengembang sedangkan Yoonia berdecak kesal menatap wajah Agus
__ADS_1
Kini Yoonia dan Agus berada di dalam mobil,Agus sejak dari awal masuk mobil sudah mengoceh pada Yoonia agar tidak melakukan apapun yang bisa membahayakan nya dan janin mereka, sedangkan Yoonia hanya diam sambil mengangguk menanggapi ucapan Agus
“Sssttttt..!!!” kini jari Yoonia telah menempel di bibir Agus,lelah sekali rasanya mendengar ocehan dari suami nya itu. “Aku akan menuruti semua perkataan mu dengan satu syarat..” sedikit curiga dengan syarat Yoonia karena Agus merasa ini tidak akan Mudah bagi nya. “katakan!!”
“datangkan idol wanita dihadapan ku..!!” Lagii,ternyata ia masih menginginkan permintaan nya beberapa hari ini membuat Agus mau tak mau harus menggunakan koneksi nya untuk memenuhi permintaan istrinya,untung saja Yoonia meminta artis perempuan jadi Agus tidak khawatir,bagaiman jika Yoonia meminta oppa oppa bukan kah akan menimbulkan kemarahan pada Agus?
Setelah keinginan nya tercapai Yoonia pun mengusap usap perut nya. “bagaimana? Sekarang istriku sudah puas?” tanya Agus melihat Yoonia yang kini tersenyum bahagia,Yoonia mengangguk lalu memeluk Agus. “Terima kasih suami kuu... Semoga nanti anak kita mirip mereka ya...”
“Hah?!! Gimana gimana?” tanya Agus yang tak mengerti maksud dari ucapan Yoonia. “Orang bilang jika kita mengidam wajah orang lain maka akan menurun pada bayi kita...” tak habis pikir dengan pemikiran istrinya yang menginginkan anaknya mirip dengan idola nya dari pada dirinya atau suaminya
“Jadi kau ingin bertemu dengan idola mu agar mirip dengan bayi kita?” seperti tanpa dosa Yoonia mengangguk membuat Agus menghela nafas kasar, awalnya ia hanya ingin sekali bertemu dengan idol nya namun setelah mengetahui bahwa kini dirinya tengah berbadan dua ia tahu bahwa itu adalah keinginan bayinya,ingin marah tapi ia sadar Yoonia kini tengah mengandung dan mood nya mudah berubah membuat Agus tak bisa melakukan apapun,toh itu hanya kata orang tua tua saja belum tentu benar benar terjadi
Kandungan Yoonia sudah jalan bukan ke 6,mereka baru saja pulang dari dokter kandungan mengecek kondisi kandungan nya,pulang dari rumah sakit wajah Yoonia dan Agus terlihat sangat bahagia karena mengetahui jenis kelamin bayi nya perempuan seperti yang mereka inginkan selama ini,begitu pula dengan Aaron yang sudah bercerita pada Ariana jika adiknya perempuan,begitu pula dengan Ariana yang pamer jika adiknya juga perempuan
“Sayang...” ucap Yoonia menggoyang tubuh Agus yang kini tengah terlelap di samping nya. “eughh...” dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul,Agus mencoba membuka matanya kala mendengar suara Yoonia yang memanggil namanya. “Kenapa sayang?” tanya Agus dengan setengah duduk. ”Dede bayi nya mau seblak..”
“Hah?” Agus melirik jam di ponsel nya,masih pukul 3 pagi tapi bayi nya sudah menguji nya. “tapi sayang ini masih sangat pagi,tidak ada yang buka...” ucap nya sambil menguap menanda kan ia masih sangat mengantuk.. “iya sayang aku tau,sayang juga ga perlu keluar rumah kok...karena debay nya mau seblak buatan aunty nya..”
“Buatan Yunita?” tanya Agus memperjelas ucapan Yoonia,Yoonia mengangguk lalu mengambil ponsel Agus dan menyerahkan nya pada suaminya itu. “Telepon Nita bilangin aku mau seblak yang pedes...” Agus mengambil ponselnya namun bukan untuk menelpon Yunita melainkan meletakkan nya kembali ke atas nakas
“Loh kok di taruh lagi?” kesal Yoonia karena Agus tak menghubungi Yunita. “Sayang besok aja ya? Kasian Nita lagi tidur malah di ganggu..” berusaha lembut agar Yoonia tidak tersinggung,ia benar benar merasa tidak enak harus mengganggu waktu istirahat adik iparnya itu
__ADS_1
Namun bukannya mengerti Yoonia malah menangis bahkan sampai tersedu sedu membuat Agus kebingungan hanya karena menunda keinginan nya saja ia sampai menangis. “Sayang jahat...kasian Dede bayi nya nanti ileran..”
Deg!
Dia lupa dengan yang sering orang orang katakan jika keinginan ibu hamil tidak dituruti maka bayi nya akan ileran,mau tak mau ia kembali mengambil ponsel nya dan menghubungi adik ipar nya itu. Cukup butuh waktu yang lama untuk menghubungi adik iparnya itu entah tidur atau latihan jadi mayat sampai berpuluh kali Agus mencoba menghubungi Yunita.
“Ini percobaan terakhir ya sayang... Kalau tidak di angkat maka ditunda besok saja.. oke?” sudah terlanjur berjanji pada suami nya itu akhirnya Yoonia mengangguk malas,saat Agus kembali menghubungi Yunita terlihat Yoonia sedang menunggu dengan menggigit bibir bawahnya berharap sang adik akan mengangkat telepon nya
“Hallo?” suara serak khas orang bangun tidur pun terdengar setelah Yunita mengangkat telepon dari Agus, mendengar itu Yoonia tersenyum lebar menatap layar ponsel Agus. Sejenak Agus menghela nafas berat sebelum akhirnya mengungkapkan tujuannya menelpon Yunita
“Adik ipar.. Maaf mengganggu waktu istirahat mu... Boleh gak kakak minta tolong?” harus bicara lembut lembut karena kini ia membutuhkan bantuan dari adik iparnya. “Apa?” terdengar suara malas dari seberang menandakan ia benar benar tengah mengantuk. “Kakak mu ngidam seblak buatan mu..”
“baik lah,besok Nita buatkan dan antar kerumah kalian..” ucapnya dengan enteng meskipun ia belum pernah membuat seblak tapi tak apa entah demi keponakan nya atau demi ia bisa melanjutkan tidur nya
“Tapii... Kakak mu mau sekarang juga...”
“What?!!” sepertii langsung di beri nyawa,ia berteriak begitu kencang bahkan sebelumnya suaranya hampir tidak terdengar oleh kakak dan kakak iparnya itu. “keinginan bayi loh..” timpal Yoonia yang mendengar protesan Yunita. “Tapi gakk tengah malam juga kak!!!” kesal sekali rasanya mendengar permintaan kakaknya itu dengan mengalasankan si bayi
“Tuh kan gaada yang sayang sama dedek bayi nya...!!” Yoonia pun kembali menangis setelah lama Agus membujuk nya tadi,entah memang bawaan bayi atau karena memang itu menjadi jurus andalan Yoonia,yang pasti Yunita pun di buat tak bisa menolak mendengar tangisan sang kakak
“Astaga!! Baiklah!!! Tapi Nita ga bisa bikin nya loh,kalo ga enak nanti gimana?” ingatnya pada sang kakak,namun Yoonia tidak mempermasalahkan nya. “gak papa gak enak,yang penting buatan aunty..” ucapnya menirukan suara anak kecil.
__ADS_1
tak punya pilihan lain lagii, Yunita harus bangun dan mencoba memasak seblak demi sang kakak,ralat tapi demi sang keponakan,tak lupa ia search di yt cara membuat seblak,beruntung tidak terlalu susah dan tak butuh waktu lama seblak buatan Yunita pun siap tinggal menunggu sopir suruhan Agus untuk datang menjemput seblak nya
Author minta tolong kasi rate nya⭐⭐⭐⭐⭐ ya🥺🙏