
Budayakan Like setelah membaca ya,Happy reading 😘
Teriakan Agus membuat Mike menyemburkan minumannya karena kaget,segera ia menyeka mulutnya dengan tisu,beruntung minuman itu tak mengenai pakaian nya
“Ada apa Mr. Agus?” Tanya Mike setelah menyeka mulutnya dengan tisu
“Maaf,Mr. Mike tapi saya harus pergi,Putriku kecelakaan!” Mendengar itu Mike langsung mengangguk membiarkan Agus pergi
Agus segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit,menurut ibu guru yang menelpon Agus tadi Ariana dibawa ke rumah sakit rawat Medika yang berada tak jauh dari sekolah
Agus segera menuju meja resepsionis mencari keberadaan sang anak,setelah mendapat kan informasi dengan segera Agus berlari menuju ruang IGD,terlihat disana ada 3 orang guru yang berdiri didepan ruangan itu,dari kaca ia melihat Ariana tengah di tangani oleh dokter,Agus duduk dikursi tunggu yang berada di depan ruangan tersebut
Hancur,itulah yang saat ini ia rasakan merasa bersalah karena membiarkan Ariana diantar oleh Putri,ia seharusnya tau bahwa Putri tidak begitu memperhatikan Ariana,karena menurut penjaga sekolah, Ariana yang sudah memasuki gerbang kembali keluar karena lupa meminta uang jajan,namun saat keluar ia melihat mobil sang ibu sudah mulai melaju,merasa akan bisa mengejar nya Ariana berlari tanpa melihat dibelakang ada mobil yang berkecepatan tinggi sedang melintas ke arahnya,hingga kecelakaan itu tidak dapat di hindari
Padahal biasanya Agus yang memberi uang pada Ariana tanpa ia minta sebelum turun dari mobil,bahkan ia belum melajukan mobilnya jika belum melihat Ariana masuk dengan aman ke sekolah,Tapi Putri ia bahkan lupa memberi jajan pada Anaknya,Agus mengepalkan tangannya memikirkan keteledoran Putri
“Seharusnya Aku tidak mempercayai Anak ku pada wanita itu!” batinnya karena tak mungkin ia mengatakan itu didepan guru Ariana,melihat Keluarga Ariana yang sudah berada di rumah sakit membuat guru guru itu pamit karena mereka juga punya tugas disekolah,Agus hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih
__ADS_1
Lama menunggu akhirnya Dokter yang menangani Ariana pun keluar,dengan segera Agus bangkit menghampiri dokter tersebut “bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya nya tanpa basa basi
Wanita yang sudah tidak muda lagi itu pun ternyata mengenal Agus “Pak Agus? Jadi dia putrimu?” Agus mengangguk “Bagaiman keadaan Putri saya dok?” ulangnya lagi menunggu jawaban
“Putri anda kekurangan banyak darah, sedangkan stok darah yang cocok dengan putri anda sedang kosong” ucap dokter itu,tanpa pikir panjang Agus langsung menawarkan diri untuk mendonorkan darah nya,Dokter pun langsung menyetujui nya namun Agus harus diperiksa dulu untuk memastikan bahwa kondisi nya dalam keadaan baik
Setelah memastikan kondisi Agus baik baik saja, perawat tersebut berniat mengambil darah Agus untuk di tes apakah cocok dengan darah Pasien atau tidak,namun Agus menolak dan mengatakan bahwa ia adalah ayah kandung dari Ariana agar Ariana dengan cepat mendapatkan donor darah tersebut
Namun bagaimana pun harus tetap menuruti peraturan rumah sakit,mau tak mau Agus pun menurut saja, Agus kembali berada didepan ruangan IGD sambil menunggu hasil darahnya keluar,tak lama kemudian perawat wanita tadi kembali,Agus segera menghampirinya “Bagaimana? Cocok kan? Ayo sekarang cepat,Putri ku butuh darah!” ucapnya dengan segera berjalan melewati perawat tadi
“Tuan! Maaf tapi darah anda tidak cocok” ucap perawat itu sedikit takut, bagiamana tidak? Ia mengenal wajah tampan itu, pemilik salah satu perusahaan yang terkenal di negara ini
Langkah kakinya terhenti mendengar penuturan Perawat itu,ia berbalik lalu menatap tajam ke arah perawat itu “Apa maksudmu?” tangannya kini meremas lengan perawat itu
“i-ini buktinya tuan!” ucap perawat itu sambil menyerahkan sepucuk surat,Agus merampas surat itu lalu membaca nya dengan teliti
Matanya melebar melihat hasil pemeriksaan itu, bagaimana mungkin darah nya dan Ariana tidak cocok? Bukan kah dia adalah ayah kandung Ariana? Agus tergugu menatap hasil pemeriksaan tersebut,ia terduduk dengan tatapan kosong
__ADS_1
Tak lama terdengar suara wanita yang memanggil namanya,ia jelas mengenali suara itu matanya lalu menyorot tajam ke arah Putri yang sedang berlari menghampirinya “Bagaimana keadaan anakku?” teriak Putri setelah berada di hadapan Agus
“Anakmu kekurangan darah!” ucap Agus masih dengan sorot mata tajam bagai akan menusuk Putri
“Lalu kenapa tidak segera dilakukan transfusi darah!!” pekiknya
“Stok darah yang cocok untuk Ariana sedang kosong” ucap Agus masih berbicara dengan wajah datarnya
“Apa!!!” pekik Putri pikirannya kalang kabut mencari solusi lalu ia teringat dengan Ari,Ari adalah ayah biologis Ariana maka darahnya pasti cocok “Ya Ari,hanya dia yang bisa menolong Ariana” ucapnya tanpa sadar Agus yang berada di hadapannya,segera ia merogoh ponselnya lalu pergi menjauh dari Agus
“Ari? Kenapa harus Ari?” batin Agus,kini hati dan pikiran nya masih berkecamuk,sengaja ia tak menanyakan hal tersebut pada Putri,ia tak ingin Putri sadar bahwa ia sudah curiga dengan status Ariana adalah anak kandung nya “Aku harus menyelidiki nya!” batin nya
Tak lama Putri kembali namun raut wajahnya menggambarkan ketakutan,ia baru sadar bahwa tadi ia tak sengaja sudah memberi bocoran, bagaimana jika Agus curiga dan menanyakan hal itu padanya?
Agus pergi menuju ruangan dokter yang menangani Ariana,disana ia meminta bantuan dokter agar melakukan tes DNA padanya dan Ariana melalui rambut,dokter itu pun setuju untuk membantu nya,sengaja ia melakukan itu karena ingin memastikan nya lebih jelas
“Jika benar Ariana bukan anak ku,maka aku tidak akan memaafkan mu Putri!” ucapnya mengepalkan tangannya
__ADS_1
jangan lupa like,komen dan vote sekalian hadiahnya! Author maksa wkwkwk🤣🙏