SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
kedatangan tamu


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman Adiwijaya,datang seorang remaja pria berkulit putih,tampan, memiliki mata tajam seperti elang,hidung yang mancung seperti perosotan anak TK! Yoonia yang baru keluar dari kamarnya pun berkerut kening melihat bocah tampan itu,dan segera menghampiri nya


“dek,cari siapa?” tanya Yoonia melihat bocah itu juga membawa sebuah tas “mau ketemu kakek, Tante.” ucapnya tersenyum yang memperlihatkan lesung pipi yang dalam “kakek?” tanya Yoonia bingung,karena merasa disini tidak ada orang yang tua selain ayah mertuanya “Kakek Adiwijaya!” ucapnya memperjelas,disaat bersamaan Agus turun dari anak tangga dan menghampiri kami


“Regan? Udah datang?” tanya Agus,Yoonia mengerutkan kening mendengar ucapan Agus,dan menatap ke arahnya seolah meminta penjelasan,Agus pun menatap ku dan langsung paham


“sayang ini Regan anak dari sepupu ku,dia yang akan menemani Ayah disini karena kita akan Pindah,dan Regan ini istri om.” ucap Agus merangkul Yoonia namun langsung di tepis Yoonia,Regan melihat pemandangan itu hanya mengerutkan keningnya


“Siapa yang datang?” ucap Adiwijaya tiba tiba dari arah belakang mereka,seketika mereka semua mengarahkan pandangan ke belakang


“Regan? Kamu disini?” tanya Adiwiyata saat melihat Regan berada didepan anak dan menantunya,Regan langsung menghambur ke pelukan Adiwiyata dan disambut hangat oleh Adiwijaya


“Om meminta ku untuk menemani kakek!” ucap Regan setelah melepaskan pelukannya dan duduk di sofa, Adiwijaya yang mendengar ucapan Regan pun bingung,kenapa putranya meminta saudaranya untuk menemani nya “Tapi kenapa?” tanya Adiwijaya menatap Agus dan Yoonia

__ADS_1


Agus pun duduk dan mengatakan bahwa ia dan Yoonia ingin tinggal di apartemen nya saja beralasan kan ingin hidup mandiri, Adiwijaya mengangguk mengerti,ia berpikir bahwa anaknya ingin menghabiskan waktu berdua bersama istrinya,


Agus dan Yoonia bernafas lega karena ayah nya tidak menaruh curiga sedikit pun dengan keadaan mereka


“Lalu sekolah Regan bagaimana?” tanya Adiwijaya mengingat Regan berasal dari luar kota dan tidak mungkin bolak balik ke kota A dan ke kota B setiap hari “Regan akan pinda sekolah disini pah,bukankah tahun ini kau akan naik kelas 3?” tanya Agus menatap Regan dan dibalas anggukan oleh Regan “Benarkah? Yunita juga akan naik kelas 3 tahun ini,bagaimana kalau kamu sekolah di tempat adik ku saja? Kalian bisa berteman baik?” ucap Yoonia lembut kepada Regan “Regan ikut saja Tante,tidak masalah sekolah dimana pun.” ucapnya tersenyum lebar,sungguh anak yang manis!


“Baik lah besok om daftar kan kamu disekolah adiknya Tante Nia ya?” ucap Agus dan ditanggapi anggukan oleh Regan,ia tak banyak bicara dan tak banyak tingkah,cowok kalem dan pintar disekolah, berbeda dengan adik Yoonia yang sangat cerewet dan banyak tingkah,entah lah dia akan berteman baik dengan Yunita atau tidak,setelah mengantarkan Regan di kamarnya Agus dan Yoonia kembali ke kamar mereka, seperti saat awal menikah Yoonia masih enggan berbicara dengan Agus jika tidak ada yang penting


Agus mendekati Yoonia,sialnya Yoonia sudah mentok di kepala ranjang dan tidak bisa menghindar,Agus semakin mendekat membuat Yoonia ketakutan,Agus langsung menyambar b*bir istrinya membuat Yoonia membelalakkan matanya dan langsung mendorong tubuh Agus “sudah kubilang jangan sentuh aku!” ucap Yoonia dengan teriakan,Agus menatap lekat manik mata istrinya “kau sungguh sungguh tidak ingin aku sentuh?” ucap Agus tanpa mengalihkan pandangannya dari istrinya,namun Yoonia tidak menjawab dan hanya memalingkan wajahnya dengan air mata yang lolos di pipinya


“Tidak bisakah kau mempercayai ku sedikit pun?” tanya Agus lagi,namun lagi lagi Yoonia tidak menjawab pertanyaan Suaminya,ia hanya memalingkan wajahnya da menyeka air matanya, sebenarnya Yoonia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat di malam itu,namun sakit hatinya terlalu besar hingga menutup hatinya untuk mendengarkan penjelasan dari suaminya, melihat Yoonia yang tidak menghiraukan nya Agus memilih pergi setelah menyambar kunci mobil diatas nakas,Yoonia hanya menatap punggung suaminya hingga hilang di balik pintu,lalu ia menangis sejadi jadinya,entah lah perasaannya kini sedang campur aduk, ingin percaya namun hatinya juga sakit


Angin malam pun datang menyapa Yoonia yang duduk di balkon sembari menatap bulan dan bintang yang berkelip,entah mengapa melihat rembulan membuat hatinya sedikit tenang,sampai terdengar bunyi ketukan pintu dari luar

__ADS_1


Tok tok tok “permisi,nyonya sudah ditunggu di meja makan untuk makan malam nyonya.” ucap mbok Narsih,Yoonia pun mengangguk dan segera bangun dari kursi yang aku duduki dan turun menuruni anak tangga,dan melihat Ayah mertua,suami,dan keponakan suami nya yang sudah menunggu disana,entah kapan suaminya pulang ia tak menyadari hal itu


Selesai makan malam Yoonia pun kembali ke kamarnya,namun suami nya belum juga memasuki kamarnya hingga jam menunjukkan pukul 22.00,merasa khawatir namun gengsi untuk mencari atau menghubungi nya,ia pun memutuskan untuk keluar kamar mencari suaminya,setelah berkeliling disekitar rumah dan bertanya pada asisten disana ia pun kembali masuk dan menuju dapur untuk membasahi tenggorokan nya yang kering,Yoonia minum yang ia ambil dari kulkas dengan tangan yang memegang botol minuman yang terangkat menuju mulut dan tangan satunya yang memegang tutup botol,ia berbalik hendak menuju ke ruang tamu,tapi dikejutkan oleh suaminya yang berdiri dibelakang nya,seketika air yang ia teguk menyembur keluar dari mulutnya dan mengenai wajah suaminya


“Upssss sorry.” ucapnya dengan raut wajah yang ketakutan sangat menggemaskan membuat Agus yang hendak marah pun luluh “bersihkan!” ucap Agus tanpa bergerak sama sekali,Tangan Yoonia terangkat hendak membersihkan wajah suaminya namun ditahan oleh Agus “pake bibir!” ucap Agus membuat Yoonia membelalakkan matanya “jangan Ngadi ngadi ya!” ucap Yoonia mengerucut kan bibir nya “Ngadi Ngadi? Apa itu Ngadi ngadi?” tanya Agus mengerutkan keningnya,pasalnya ia belum pernah mendengar kata kata yang Yoonia ucapkan


“Ayam goreng!” ucap Yoonia meninggalkan suaminya yang masih diliputi kebingungan “hei, bersihkan dulu wajah suami mu ini!” ucapnya meneriaki istrinya yang tak menoleh kearahnya “Dasar batu!” ucap Agus menatap punggung istri nya itu


Yoonia masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan diri di ranjang nya sambil memainkan gawainya,tak lama kemudian ia mendengar suara langkah kaki buru buru ia meletakkan gawainya di nakas dan menarik selimut nya,Agus masuk dan melihat istrinya tidur atau pura tidur? Ragu dengan istrinya membuat ide nakal Agus bermunculan,ia mendekati istrinya melihat mata istrinya yang tertutup namun bergerak kesana kemari membuat lengkungan di bibir Agus


“ternyata istriku sudah tidur,Aku ingin melihat tubuh istriku yang cantik ini” ucap Agus ditelinga Yoonia,ia sengaja ingin melihat reaksi Yoonia,Yoonia masih di pendiriannya berpura pura tidur,satu tangan Agus mulai menyentuh piyama Yoonia seketika Yoonia membuka matanya “Stop!” ucapnya dengan tangan didepan wajah Agus “berani kau menyentuh ku,habis kau ditangan ku!” ucapnya membuat Agus terkekeh hingga berlanjut menjadi tawa,sangat menggemaskan melihat raut wajah istrinya itu


Mohon dukungan dari para readers untuk cerita Agus dan Yoonia🥰terima kasih 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2