
“Yoonia!” ucapku membelalakkan mata saat melihat Yoonia berada diambang pintu,dengan air mata yang sudah tak terbendung,Yoonia langsung berlari keluar pintu,aku pun berdiri hendak mengejar Yoonia,namun tangan ku ditahan oleh Putri,aku langsung menepis tangannya hingga ia kembali terjatuh
Jauh sudah aku berlari mengejar Yoonia namun aku tidak menemukan nya,namun aku juga tidak menemukan Ari
“apa dia mengejar Yoonia?” gumam ku dengan nafas tersengal
“lebih baik aku menelepon nya.” ucapku mengeluarkan ponsel dari saku dan segera memencet nomor Ari
tuuuutttt..
“haloo Ari? Kamu dimana?” tanyaku setelah Ari menjawab telepon
“a-aku sedang makan diwarungg dekat kantor,iya aku sedang makan!” ucapnya namun nafas nya terengah-engah seperti orang baru selesai lari.
“apa kau melihat Yoonia keluar dari kantor?” tanyaku
“ti-tidak!” ucapnya namun terdengar aneh
“baiklah!” ucapku kembalii mencari Yoonia
POV Yoonia
Seseorang menelepon ku mengatakan Agus dalam bahaya dikantor,aku langsung menuju kantor,namun saat ku buka ruangan Agus,aku melihat nya sedang menindih tubuh Putri,nafas kuu tak beraturan,mataku terasa panas,ada perasaan sakitt di dadaku,aku langsung berlari keluar tanpa mendengar penjelasan dari Agus,namun saat keluar dari lift aku bertemu Ari,ia menanyakan keadaanku,dan menawarkan ku tumpangan,aku menolak nya dengan mendorong tubuhnya,namun saat baru melewati nya,ada suatu benda yg mengantam bagian belakang kepala ku,membuat kesadaran ku menghilang, saat terbangun aku berada di sebuah ruangan seperti kamar hotel,kulihat kearah jendela seperti nya sudah pagi,artinya aku disini semalaman? aku langsung mencoba keluar namun terkunci,segera ku cari ponselku namun aku tidak menemukan nya,aku duduk dipojokan sambil menangis
“Aguss!! Tolongg!” batinkuuuu menjambak rambut kuu tanpa henti
“Ari? Apa dia yang mengurungku disini? Apa mungkin Agus yang menyuruhnya? Tapi kenapa sampai seperti ini?” gumam ku,semua pertanyaan itu terus berputar dipikiranku
“apa yg harus ku lakukan?” ucapku mengetuk ngetuk kepala ku,berharap mendapatkan sebuah ide
“aha!” ucapku menjetikkan jariii
“permisi!! Apa ada orang diluar?” teriakku sambil menggedor pintu hotel itu
“ada apa?” terdengar suara seorang pria diluar sana
“sudah ku duga pasti ada penjaganya!” batinkuuu
__ADS_1
“pakk! Saya lapar,boleh saya minta makan?” teriakku sambil meringis, berharap pria itu merasa iba kepadaku
“tunggu sebentar,akan ku ambilkan!” ucapnya lalu terdengar suara langkah kaki yg menjauh, mendengar itu aku buru buru mencari benda berat,lalu aku menemukan vas buka seukuran dua telapak tangan,aku berdiri sebalik pintu sambil mengangkat vas bunga dengan kedua tangan, terdengar suara langkah kaki mendekat,akuu bersiap dengan jantung yang berdegup kencang,saat dibuka pria itu tidak terpikir melihat kiri kanan, pandangannya hanya lurus ke depan
“nona! Ini makananmu!” ucapnya dengan nampan ditangan
“buughh!” aku langsung menghantam bagian belakang kepala pria itu,seketika pria ituu tergeletak di lantai,buru buru aku lariii keluarr dari hotel ituu,saat keluar dari hotel aku melihat Ari baru keluar dari pintu,namun penampilan nya berbeda dengan biasanya,dia seperti seorang anak orang kaya,yang ku tahu ia hanya anak seorang petani,dan sudah berteman dengan Agus selama 3 tahun,buru buru aku bersembunyi sambil membekap mulut ku,dan menutup mata sambil mengucap kan do'a dalam hatii,Ari yang tak menyadari keberadaan ku pun hanya melenggang masuk dengan membawa bungkusan ditangan,melihatnya pergi aku langsung berlari dijalan dan memanggil taksi,setelah berada di taksii,aku pun bernafas lega
Saat sampai dihalaman rumah,aku melihat mobil yang sangat ku kenali
“itu mobil Agus!” ucapku berdiri dihalaman rumah,entah mengapa aku ragu masuk kerumah,rasanya masih berat bertemu dengan Agus,namun aku menepis pikiranku dan berjalan masukk,saat memasuki pintu rumah,semua mata tertuju padaku
“Yoonia!! Ucap bunda langsung berlari ke arahku dan memelukku,dan diikuti oleh Yunita,Ayah, Agus dan pria seumuran ayah,sepertinya ayah Agus
“dari mana saja nak? Kamu gapapa kan? Kenapa kamu berantakan sekali?” ucap Bunda merapikan pakaianku yang sedikit berantakan
“apa kau menyuruh Ari mengurungku di hotel?” tanya ku langsung tertuju pada Agus
“maksudmu?” tanya Agus menautkan Alis
“sudah lah nak jangan dipikirkan,Ayo ke kamar kamu harus istirahat!” ucap bunda membawa ku keatas,aku mengangguk tanda mengerti
“tunnggu! Kemarin saat aku keluar kantor,aku bertemu Ari,dia menawarkan ku tumpangan,tapi aku menolaknya dan mendorongnya,setelah melewati nya aku merasa ada sesuatu yg menghantam kepalaku bagian belakang,lalu aku tidak sadarkan diri.” ucap ku menghentikan langkah,Aku melihat Agus mengepalkan tangannya
“Bunda? Boleh Agus yang mengantar Yoonia ke kamar? Agus ingin menanyakan sesuatu?” ucap Agus dan dibalas anggukan oleh Bunda
Agus menuntun ku sampai kekamar,ia merebahkanku di ranjang,dan duduk ditepi ranjangku
“Ada apa?kenapa menangis” tanya ku melihat Agus menatapku dengan Air mata dimatanya
“maaf kan aku tidak bisa menjagamu!” ucapnya mengusap air mata
“ini bukan salahmu!” ucapku berusaha tersenyum meskipun masih ada luka di hatiku
“kejadian kemarin ituu bukan seperti yg kamu lihat,percayalah aku tidak ada apa apa dengannya!” ucapnya menggenggam tangan ku
”aww!” ucapnya meringis kesakitan saat aku mencubit perutnya
__ADS_1
“hukuman!” ucapku memalingkan wajah
“maaf kan aku! Kamu boleh mencubit perutku sebanyak yang kamu mau!” ucapnya mendunduk sambil menggenggam sebelah tanganku
“bener?” ucapku dengan tersenyum miring dan dibalas anggukan olehnya
“siap siap ya? Aku cubit nih!” ucapku dengan tangan mendekati perutnya,ia menutup matanya dengan raut wajah seperti bersiap menahan sakit
“cup!” aku mengecup b*ibirnya
“gemes banget!” ucapkuu mencubit lembut pipinya
“berani ya sekarang?” ucapnya mendekatkan wajahnya,aku menutup mataku bersiap menerima kecupannya
“aaaaaaaaa!!” teriak Yunita,aku langsung mendorong Agus hingga terjungkal kelantai
“maaf maaf kak! Aku ganggu ya?” ucapnya dengan raut wajah takut karena ku tatap tajam
“aku keluar dulu ya!” ucapnya berlariii
“ganggu aja tu bocil!” batinku sambil mendengus kesal
“kamu gapapa?” tanyaku pada Agus saat melihatnya masih terduduk dilantai
“gapapa.” ucapnya terkekeh melihat ku mendengkus kesal
“aku keluar dulu ya,jangan marah! Nantiii kita lanjutkan setelah sah!” bisiknya ditelingaku dan berjalan keluar,membuat ku menutup wajah karena pipi ku terasa panas
“Agus!” ucapkuu membuat nya menghentikan langkahnya
“hmm?” gumam berbalik badan ke arahku
“I love you! Dan tolong secepatnya halalin aku!” ucapku menutup wajah dengan selimut,Agus yang mendengar nya pun tersenyum lebar sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
“I love you too sayang!” ucapnya keluar dari kamarku,aku mengintip dan tidak melihatnya lagi diambang pintu,segera aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri
Mohon dukungannya readers🥰jangan lupa pencet pencet ya🙏😂
__ADS_1