
Ario Prasetya darmawan,Yang akrab di sapa Ari,asisten sekaligus sahabat Agus,lebih tepatnya mantan asisten dan mantan sahabat Agus, pasalnya ia lah Dalang di balik semua kejadian yang menimpa Agus dan Yoonia,Agus sudah mengetahui sifat jahat Ari 3 tahun lalu, Sedangkan Yoonia belum mengetahui apa pun,ia masih berpikir bahwa Ari masih menjadi sahabat Agus
Tapi Yoonia sedikit bingung dengan penampilan Ari yang sedikit berbeda “ah, mungkin karena sudah lama tidak bertemu Sekarang ia sukses.” batin Yoonia
“apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Ari,ia berpura-pura terkejut saat melihat Yoonia di club,padahal ia sudah memantau Yoonia selama Yoonia di luar negeri hingga kembali ke negara nya
“Tidak,aku hanya menemani teman ku” ucapnya sambil menunjuk ke arah Katrin yang sedang menari dengan seorang pria tampan,Ari hanya manggut-manggut sambil menoleh ke arah teman Yoonia
“bagaimana kabar mu?” tanya Ari yang kini sudah menatap Yoonia
“Aku baik, bagaimana dengan mu? Apa kau sudah menikah?” tanya Yoonia sedikit terkekeh, Ari yang melihat senyuman di wajah Yoonia pun menatap senang
“aku belum menemukan gadis yang seperti mu” ucap Agus santai sambil meminum minuman nya,sedangkan Yoonia merasa bingung dengan ucapan Ari,dan terus menatap bingung
“apa? Aku hanya bercanda Nia” ucap nya terkekeh,Yoonia pun terkekeh dan memukul lengan Ari
“bagaimana pernikahan mu dengan Agus?” ucap Ari berpura pura tidak tau tentang pernikahan mereka
“kau tidak tau?” tanya Yoonia sedikit terkejut,ia mengira bahwa Ari tau tentang kandas nya pernikahan nya dengan Agus,Ari menggeleng kepala
“aku sudah berpisah dengan nya 3 tahun yang lalu” ucap Yoonia menunduk,masih merasakan sakit ketika mengatakan tentang pernikahan nya
“what?”
“dia sudah menikah dan memiliki seorang anak dengan Putri” ucap Yoonia tersenyum getir
“Putri? Jadi dia bertanggung jawab kepada Putri?” ucap Ari seolah terlihat tidak percaya
“kau tau Putri mengandung anak nya?” tanya Yoonia,ia berpikir hanya ia dan Agus yang tau
__ADS_1
“eee i iya,Putri mendatangi ku untuk meminta bantuan ku,ia ingin Agus bertanggung jawab ke pada janin nya” ucap Ari menggaruk tengkuk nya,sungguh Arii sangat jahat,Yoonia hanya mengangguk dan tersenyum
“mau menari dengan ku?” tanya Ari melihat Yoonia sedikit murung
“tidak,aku tidak bisa” tolaknya karena ia merasa malu dan tidak bisa menari pula
“tidak apa apa akan ku ajari” ucap Ari menarik tangan Yoonia,Yoonia pun hanya mengikut Ari
Ari mengambik kesempatan,ia sengaja mencari tempat yang ramai hingga Yoonia terdorong oleh orang yang berada di belakang nya,membuat Yoonia menabrak dada bidang Ari,Ari tersenyum puas melihat Yoonia berada di pelukannya,Tangan Ari berpindah ke pinggang Yoonia,ia menatap lekat ke arah Yoonia,sedikit memiringkan wajah nya hendak menci um bibir Yoonia,Yoonia mencoba menjauh namun Ari malah semakin mengerat kan pelukan nya
Wajah nya semakin mendekat membuat Yoonia salah tingkah,di tambah lagi orang dibelakang nya selalu mendorong nya membuat Arii semakin bergairah karena dua benda kenyal Yoonia selalu menempel di dada bidang nya,Nafas Ari kini memburu ingin mengecap Bibir Yoonia yang sudah dekat namun tiba tiba sebuah tangan mendorong nya hingga ia tersungkur
“Arii” ucap Yoonia hendak menghampiri nya namun Sebuah tangan mencekal tangan nya dengan kasar,Yoonia berbalik dan melihat Seorang Pria yang sangat ia kenali menatap nya tajam
“Agus!” ucapnya dengan mata melebar
“Ba jingan!! Kau ingin menyentuh istriku?!” ucap Agus menarik tangan Yoonia ke belakang,dan menghampiri Ari yang sudah berdiri
“kau mengharapkan perpisahan kami? Jangan berharap terlalu jauh!” ucapnya berbisik di telinga Ari,Ari mengepalkan tangan nya Hendak memukul Agus,namun dengan cepat Agus menangkis nya
“berani dari belakang? Dasar lemah!” ucap Agus meremeh kan Ari,dan melayang kan satu kepalan tangan di wajah tampan Ari,dan terjadi lah perkelahian antara dua pria tampan itu
“Stop! Apa yang kalian lakukan!” ucap Yoonia berusaha menghentikan pergulatan antara pria tampan itu,Namun tak ada yang memperdulikan ucapan nya
Hingga ia meminta bantuan keamanan untuk melerai mereka berdua,beruntung keamanan dengan sigap menghentikan perkelahian itu,Yoonia menarik tangan Agus untuk berbicara di luar,baru berjalan beberapa langkah Agus sudah berbalik posisi dengan menggendong Yoonia ala bridal dan memaksanya masuk ke mobil nya
Yoonia memberontak namun Agus memukul bagian belakang kepala Yoonia membuat wanita itu tak sadar kan diri,Agus membawa Yoonia ke apartemen nya “Maaf kan aku” ucapnya menatap nanar ke arah wanita yang masih berstatus istri nya itu
Segera ia membawa Yoonia masuk ke kamar nya,lalu membaringkan nya di atas ranjang yang seharusnya menjadi ranjang mereka berdua,ia merapikan rambut yang menutup wajah cantik Yoonia,dan mengecup bibir nya yang ranum
__ADS_1
Melihat paha mulus Yoonia yang terekspose,Agus menggeleng kan kepala nya guna mengusir pikiran negatif nya,namun entah mengapa matanya selalu tertuju pada benda kenyal yang berada di hadapan nya,segera ia menepis pikiran kotornya
Tak lama kemudian Yoonia terbangun dengan memegangi kepala bagin belakang,ia masih belum menyadari bahwa Agus berada di samping nya,ia segera duduk di tepi ranjang dan membelakangi Agus,Dikarenakan belum pernah datang ke apartemen Agus,Yoonia masih merasa asing dengan tempat ini
“Ekhem” Agus berdehem sontak membuat Yoonia kaget dan menoleh ke belakang, matanya melebar mendapati Agus berada di belakang nya bahkan satu ranjang dengannya,seketika ia melihat pakaian nya lalu menghembuskan nafas ketika tidak melihat ke anehan pada pakaian nya
“kenapa? Apa kau merasa takut aku melakukan yang tidak tidak kepadamu?” Tanya Agus dengan senyum menyeringai,Yoonia hanya diam tanpa menoleh ke arah Agus
“Aku mau pulang!” ucapnya berdiri dan merapikan rambut nya yang sedikit berantakan
“ini rumah mu juga!” ucap Agus memainkan ponsel nya tanpa menoleh ke arah Yoonia yang sudah menatap tajam ke arah nya
“apa maksud mu? Aku ingin pulang ke apartemen ku, Putri ku sudah menunggu ku!” ucap nya dengan sedikit berteriak,membuat Agus yang sedari tadi fokus pada ponsel nya melempar ponselnya ke sembarang arah
Ia mulai berjalan ke arah Yoonia,membuat Yoonia berjalan mundur dengan wajah ketakutan,namun Agus menatap Yoonia dari bawah hingga ke atas,hingga tatapannya berhenti pada dua gundukan gunung kembar milik Yoonia,sontak Yoonia yang melihat tatapan Agus menyilang tangan menutupi tubuh nya
“Kau,apa yang kau ingin kan?” Tanya nya masih berjalan mundur hingga tubuh nya mentok ke dinding
”Sial!” umpat nya melihat Agus semakin mendekati nya
“Jangan macam macam!” ucapnya dengan jari berada di depan wajah Agus sedangkan satu tangannya masih menyilang di tubuh nya,Agus yang melihat wajah ketakutan Yoonia hanya tersenyum menyeringai,Lalu menarik tengkuk Yoonia dan mendarat kan bibir nya di bibir Yoonia dengan kasar
“eempphhtt” Yoonia berusaha memberontak sekuat tenaga,namun tenaga nya masih kalah kuat dengan tenaga Agus,Agus me ***** bibir Yoonia dengan Brutal membuat Yoonia kehabisan Nafas,Yoonia sontak mendorong tubuh Agus lalu terengah engah karena kehabisan nafas
“Kau gila!” umpat nya namun yang di umpat tak menghiraukan,ia menarik tangan Yoonia dan langsung memeluk nya,Yoonia memberontak dan langsung menendang bagian inti tubuh Agus
”Arghhh sial” umpat Agus memegangi barang berharga nya,Yoonia mengambil kesempatan dan berlari menuju pintu,namun ternyata pintu nya sudah terkunci
“Sial!” ucap nya mencoba mengotak Atik gagang pintu
__ADS_1
“kau mencari ini?” ucap Agus sambil memainkan kunci yang berada di tangan nya
“berikan kepada ku” ucap Yoonia berjalan ke arah Agus,Agus segera melempar tubuh Yoonia ke ranjang dan segera menindih nya