
2 bulan lebih sudah Yoonia berada di negara orang,selama ini kehidupan nya baik baik saja walaupun terkadang hampir setiap malam ia menangis merindukan sang suami,ralat calon mantan suami lebih tepat nya karena menurut informasi yang ia dapatkan dari sang ayah,kemarin adalah hari resmi perceraian nya
Sejak kemarin ia tak nafsu makan membuat pagi ini kepalanya sangat pusing dan juga tubuh nya sangat lemah,tak lama ia merasa ada sesuatu yang aneh di perut nya,perutnya terasa ingin memuntahkan sesuatu membuat nya buru buru menuju kamar mandi
Sesampai nya di kamar mandi ia memuntahkan kan isi perutnya di wastafel,baru kali ini ia merasa sangat lemah padahal ia tadi sudah makan demi menghindari masuk angin meskipun sedikit,setelah di rasa sudah memuntahkan seluruh isi perutnya ia kembali ke ranjang lalu merebahkan dirinya yang terasa sangat lemah
Lama berbaring membuatnya terlelap beberapa saat hingga terdengar suara ketukan pintu yang membuatnya mau tak mau harus bergerak dari posisi ternyaman nya
”why Adaline?” tanya Yoonia pada asisten rumah nya yang ia pekerjakan 2 selama ia tinggal di rumah nya itu
“I'm sorry for interrupting your time ma'am, but I just wanted to say that I've prepared food for you.”
“saya minta maaf karena sudah menganggu waktumu nyonya,saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sudah menyiapkan makanan untuk mu” Ucap wanita paruh baya itu,sengaja ia mempekerjakan wanita itu karena selain merasa kasihan wanita itu hidup sebatang kara ,wanita itu juga seorang muslim jadi ia tak perlu khawatir tentang makanan yang wanita itu sajikan kepadanya
“OK, I'll be there soon."
“baiklah,aku akan segera kesana” Ucapnya lalu menutup pintu,ia ingin membersihkan diri dulu
__ADS_1
15 menit berlalu kini Yoonia sudah duduk di meja makan tentu saja bersama Adaline meski wanita itu menolak Yoonia akan tetap memaksa karena ia sudah menganggap Adaline seperti ibunya
Di meja makan tersedia nasi goreng seperti biasa Yoonia setiap pagi selalu makan nasi goreng kesukaan nya,ia pun sudah mengajari Adaline bagaimana cara membuatnya, walaupun tak seenak buatan bunda nya namun masakan Adaline juga tidak buruk
Namun pagi ini hanya menatap nasi goreng itu saja membuat nya mual dan langsung berlari ke wastafel yang ada di dapur,Adaline yang melihat itu mengerutkan keningnya, bagaimana pun ia tahu ciri ciri orang hamil karena ia pernah mengalami namun saat ia mulai tua anak anaknya meninggalkan nya dan tak memperdulikan nya lagi
“Are you all right madam?”
“kau baik baik saja nyonya?”tangan Adaline mengusap usap tengkuk Yoonia yang sedang memuntahkan isi perutnya dan di sela sela muntah nya Yoonia mengangguk mengisyaratkan ia baik baik saja
setelah puas ia kembali ke meja makan dibantu oleh Adaline,Lalu Yoonia meminta Adaline untuk menjauhkan nasi goreng itu dari hadapannya membuat Adaline semakin yakin akan kecurigaan nya
“Ada apa dengan ku? Kenapa mendadak aku tak menyukai nasi goreng yang selama ini aku makan setiap pagi?” batin Yoonia memikirkan keanehan yang terjadi padanya,lalu tak lama Adaline menanyakan sesuatu yang membuat nya terkejut
“Sorry madam,but are you late for your period?”
“maaf nyonya,tapi apakah kau terlambat datang bulan?” seketika mata Yoonia melebar,memang ia sudah terlambat seminggu lalu kini pandangannya beralih ke Adaline
__ADS_1
“Do you think I'm pregnant?"
“Apa menurutmu aku sedang hamil?”Tanya Yoonia pelan pelan sungguh ia tak siap mendengar jawaban dari Adaline
“Looking at the symptoms, it seems that you are indeed pregnant, madam."
“melihat gejalanya,sepertinya anda memang sedang hamil,nyonya”
Jleb!
Senang,sedih semua kini bercampur aduk,senang karena ia sedang mengandung buah cintanya dengan Agus namun sedih karena ia mengandung disaat ia sudah berpisah dengan Agus
Untuk memperjelas semuanya ia memilih untuk pergi ke dokter kandungan tentu saja ditemani oleh Adaline, bagaimana pun ia juga sudah menganggap Yoonia seperti anak nya sendiri,dan tentu saja jika memang Yoonia sedang hamil berarti bayi itu adalah cucu nya
Pulang dari dokter kandungan wajah Yoonia yang awalnya sendu kini terlihat senyuman,ya menurut dokter ia sedang hamil yang sudah berumur 9 Minggu,awalnya ia sedih namun Adaline mengatakan jika ini adalah anugrah dari yang maha kuasa
Ia juga mengingatkan Yoonia jika ia akan selalu ada di sisi Yoonia dan akan membantunya merawat bayi yang ada di kandungan Yoonia, mendengar itu Yoonia berjanji akan menjaga bayi nya dan memberinya kasih sayang yang melimpah hingga ia tak merasa kekurangan kasih sayang
__ADS_1
“tetap lah berada disisi mommy nak, sekarangg kamu lah penyemangat dan tujuan hidup mommy” tangannya mengelus perutnya yang masih rata,lalu kemudian tangan keriput milik Adaline juga mengelus perut Yoonia yang rata “me too”
2 bulan ia tinggal bersama Yoonia ia sedikit paham dengan bahasa Indonesia hanya saja jika berbicara panjang ia tak begitu mengerti