
Budayakan Like setelah baca ya, happy reading 😘
Tak hanya dilantai bawah saja kini Yoonia benar benar di buat kagum dengan keindahan kamar nya yang berada di lantai paling atas yaitu lantai ke 3, bagaikan kamar seorang ratu menurut nya,ia benar benar tak dapat berkata kata kala melihat kamar yang menurutnya adalah kamar idaman semua orang,terlihat mewah karena paduan warna gold,putih dan biru yang terlihat sanga mewah,Yoonia memperhatikan setiap inci dan sudut kamar itu benar benar takjub akan keindahan kamarnya
“Kau suka?” tanya Agus yang sedari tadi sudah memperhatikan raut wajah istrinya yang begitu takjub melihat kamarnya. “Tentu saja... Ini kamar impianku...” kali ini ucapannya sangat lembut di indera pendengaran Agus membuat Agus merasa sangat bangga telah membahagiakan istrinya itu.
“Menurutku semua kamar adalah kamar impian semua suami asal istrinya tetap berada di kamarnya...” benar benar tukang perusak mood Yoonia, ucapannya tak akan pernah lepas dari hal mesum membuat Yoonia yang awalnya tersenyum bahagia kini menatap tajam ke arah Agus,namun sedetik kemudian ia mengedipkan mata nya menggoda Agus
Merasa mendapat kan lampu hijau Agus pun segera mengambil remot kecil yang ia gunakan untuk mengunci pintu kamar nya. “Remot ini guna nya apa?” tanya Yoonia melihat remot di tangan Agus. “Kau mau tau?” Yoonia mengangguk lalu sedetik kemudian Agus menekan tombol yang ada pada remot itu lalu mengarahkan nya pada pintu hingga membuat pintu itu tertutup sendiri dan terkunci
Yoonia terperangah melihat kecanggihan pintu kamar nya. “Wah canggih sekali?” ucap nya masih tak percaya dengan yang ia lihat. “Tentu saja...karena aku tidak ingin kita repot turun ranjang saat akan membuat adik untuk Aaron...” untuk kesekian kalinya ucapan Agus hanya mengarah pada hal itu
“kau sangat tidak sabaran... Ayo buat Adik untuk Aaron..” tidak dengan kemarahan melainkan dengan godaan ia menarik Agus hingga pria itu kini terbaring di ranjang yang sangat empuk dan mewah itu,Agus terkejut kala Yoonia ****** bibirnya dengan brutal,tak hanya itu ia juga duduk di atas tubuh Agus lalu melepaskan pakaiannya satu persatu,hingga malam itu mereka melakukan penyatuan yang dipimpin oleh Yoonia
Mentari pagi pun menyapa mata Agus yang masih meringkuk di balik selimut dengan tubuh polosnya, tangannya meraba raba ke samping mencari keberadaan istri nya namun sayang ranjang samping nya terasa kosong menandakan tidak ada orang disana,akhirnya ia membuka mata mencari keberadaan Yoonia
Ia berjalan menuju kamar mandi,tanpa mengetuk ia langsung membuka pintu namun Yoonia juga tak berada di sana,sedikit panik karena pagi pagi ia tak melihat wajah istrinya ia segera berjalan keluar kamar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang, sangkinkan paniknya ia memilih menuruni anak tangga dari pada menggunakan lift yang berada di rumah itu
__ADS_1
“Sayang... Sayang....” seperti berada di hutan,ia berteriak seakan akan rumah itu kosong tanpa penghuni,langkah nya sempat terhenti kala melihat seluruh keluarga kini sudah duduk di meja makan
lalu tatapannya beralih pada Yoonia yang kini berada di dapur,bukannya malu karena penampilan nya,ia malah berjalan kearah Yoonia dan memeluk wanita itu dari belakang
“Heii kenapa cepat sekali bangunnya,padahal tadi malam...” Yoonia segera membekap mulut Agus yang hampir saja membahas kegiatan mereka kemarin malam di depan seluruh keluarga mereka. “emmphhh...!!” matanya melotot seperti ingin mengatakan sesuatu namun Yoonia tak kunjung melepas bekapan tangannya.
“Dad kenapa tidak memakai baju?” Tanya Aaron melihat Daddy nya yang hanya mengenakan handuk di pinggang,Agus menatap penampilan nya,sejujurnya ia malu dengan penampilan nya itu namun ia tak ingin menunjukkan rasa malu nya. “Kenapa? Siapa yang melarang? Inikan rumah Daddy!” ucapnya sambil berjalan memasuki lift,tentu saja untuk menghindar karena ia sudah merasa sangat malu
Setelah kepergian Agus seluruh keluarga pun menertawakan kelakuan Agus yang seperti anak kecil kehilangan ibu nya,Yoonia pun segera menyusul untuk menyiapkan pakaian Suaminya
“Tidak sayang... Ayo kesini...” ucap Bunda Mira dengan lembut namun berbeda dengan Brasmayanto yang masih merasa kecewa pada Putri kedua nya itu,begitu pula dengan Regan yang merasa kecewa dengan sikap buruk Yunita pada Bella
“gimana kemarin sudah bertemu dengan teman mu?” tanya Bunda Mira karena merasa Nita sedang di diamkan oleh beberapa orang, Yunita mengangguk lalu tersenyum,kemarin setelah berhasil mendapat kan bukti rekaman CCTV itu ia langsung pulang kerumah nya karena tak ingin mengganggu waktu istirahat keluarganya,karena kemungkinan ia pulang sangat terlambat,dan benar saja kemarin ia pulang terlambat dan akhirnya memilih tidur di rumahnya saja
“Apa dia kekasih mu?” tanya Adiwijaya menggoda Nita,sedang kan Yunita kini tersipu malu seperti mengiyakan ucapan Adiwijaya. “Apa dia pria yang kita temui di restoran saat itu?” Aaron kini ikut bertanya mengingat saat di pesta pernikahan orang tuanya Pria itu juga berada di sana bahkan berbincang dengan aunty nya. “ssst anak kecil gak boleh ikut campur...” ucap Yunita menempelkan jari pada bibir nya
Sedangkan Regan kini hanya diam dengan wajah datar nya entah apa yang ia pikirkan saat itu,Yunita menatap Bella sekilas lalu menyunggingkan senyuman sinis pada ular betina itu membuat Bella memutar bola matanya dengan malas,namun Yunita tak menatap Regan bahkan sekilas.. hal itu dikarenakan ia masih merasa sakit karena Regan menuduhnya tanpa mau mendengarkan penjelasan nya
__ADS_1
“Setelah ku tunjukkan buktinya,kau akan menyesal Regan..!!!” batinnya ia berencana membiarkan Regan untuk hanyut dalam prasangka buruk terhadap dirinya,sengaja ia tak mengungkapkan kebohongan Bella karena ingin melihat sejauh mana Bella bermain main dengannya
Akhirnya sarapan pagi itu selesai,kini keluarga Yoonia dan Agus pun pamit pulang,tak lupa Yoonia menahan mereka dan menawarkan untuk menginap beberapa hari lagi,karena saat mereka pergi maka rumah nya akan terasa sangat sepi. “Ck,biarkan saja mereka pulang nanti kita bikin banyak anak supaya rumah kita tidak sepi..!!” ingin rasanya Yoonia menjahit mulut suami nya itu jika kini tak berada di depan keluarganya
“diam saja jika kau tidak bisa mengatakan hal yang baik..!” bisik Yoonia. “bukan kah membuat banyak anak adalah hal yang baik?” semakin tak terkendali, emosi Yoonia kini semakin memuncak hingga ia berani menendang kaki Agus di depan keluarga nya
“Rasakan!!!” bukannya memarahi menantu nya yang sedang KDRT pada putranya,Adiwijaya malah meledek putranya yang selalu saja berbicara sembarangan dan tak mengenal tempat. “mertua dan menantu sama saja!” ketus Agus yang kini tak dapat berkutik
Kini keluarga nya telah memasuki Mobil yang sedari tadi sudah menunggu,sedangkan Agus kini tersenyum menatap istrinya yang tengah menatap keluarganya dengan raut sedih. “Ck, seperti tidak akan bertemu mereka lagi saja!” berbicara sembarangan ada khas Agus yang sebenarnya. “Hustttt!! Jaga bicaramu!!” sentak Yoonia pada Agus
“Tapii...”
“Kakak ipar!! Jangan lupa janji mu!!!” Teriak Yunita dari kaca mobil. “Janji yang mana?!!” teriak Agus tak kalah keras. “membiayai kebutuhan ku selama di negara oppa oppa ku!!” Masih sempat berteriak padahal mobilnya sudah mulai berjalan atas perintah Agus. “Jangan coba coba melanggar ya kak,atau....” Yunita membuat Gerakan seakan akan memotong lehernya dengan ibu jarinya
“Astaga ternyata Nita lebih menakutkan!!” ucap Agus pada Yoonia. “Tentu saja karena itu menyangkut oppa korea nya...” ucap Yoonia terkekeh lalu meninggalkan Agus sendirian,Namun tiba tiba langkah nya terhenti kala menyadari tidak melihat Aaron berada di samping nya,karena seingat nya tadi Aaron berdiri tepat disampingnya
“Loh Aaron dimana?” tanya nya dengan raut wajah panik pada Agu, sedangkan yang ditanya hanya tersenyum lebar menampilkan gigi gigi putih nya. “hihii di aman bersama grandpa,grandma dan aunty nya...” dengan wajah tanpa dosa ia mengatakan hal itu
“Hah?!!! Daddy macam apa kau meninggalkan putramu bersama nenek dan kakeknya?” geram Yoonia. “Astaga sayang.. Aaron sendiri yang minta,dia bilang merasa kesepian karena tidak ada teman,makanya aku saranin ikut grandpa dan grandma nya, sementara kita akan membuat adik untuknya...” tanpa basa basi Agus menggendong Yoonia memasuki lift menuju kamar nya dan hari itu mereka habiskan di dalam kamar
__ADS_1
Author minta tolong kasi rate nya ⭐⭐⭐⭐⭐ ya🥺🙏