
“Pak nanti berhenti di toko buah ya” Yoonia teringat pesan Yunita yang mengatakan Bunda ingin buah bewarna pink yang bernama seperti hewan
Tak butuh waktu lama kini mereka berenti di depan toko buah,Mereka semua turun sedangkan pak sopir menunggu di dalam mobil,disamping toko buah buahan itu terdapat toko mainan membuat Aaron merengek untuk kesana,Mike pun membawa Aaron menuju toko mainan, sedangkan Yoonia menuju toko buah
Setelah mendapat kan mainan yang ia inginkan akhirnya mereka keluar dari toko mainan itu menuju toko buah yang Yoonia kunjungi,saat akan berjalan tiba tiba bahu Mike ditepuk dari belakang
“Mr. Mike?”
“Mr. Agus?”
Agus berada di sanaa bersama Putri dan Ariana,setelah membeli satu keranjang buah buahan Agus hendak memasuki mobil dan melaju ke rumah sakit,tiba tiba pandangan Agus menangkap sosok pria yang menggandeng tangan anak laki laki,merasa tak asing dengan pria itu membuatnya segera menghampiri nya,benar saja ia bertemu dengan orang yang pernah menjadi klien ya
"Are you in Indonesia? How long?”
“kau ada di Indonesia? Sudah berapa lama?” tanya nya setelah melepaskan jabatan tangan nya
“baru 2 hari saya di Indonesia,karena ingin menjenguk mertua saya yang sedang sakit” ucapnya seperti bule lokal
“Can you speak Indonesian? How could it be?”
“kau bisa berbahasa Indonesia? Bagaimana mungkin?” kaget? Tentu saja karena setahu nya Mike adalah orang Inggris lebih tepatnya London lalu bagaimana mungkin ia bisa berbahasa Indonesia?
“seperti yang saya katakan,saya menikah dengan wanita yang berasal dari negara mu ini pak Agus” ucapnya lagi memamerkan bahasa Indonesia nya yang cukup fasih meskipun masih terdengar aneh
“wah saya pikir anda akan hanya terfokus pada pekerjaan saja” ucap Agus dengan diiringi tawa
“awalnya begitu tapi wanita ini telah memikat saya” ucapnya dengan tangan berada di samping mulutnya seolah olah sedang berbisik bisik tetangga dengan Agus
__ADS_1
“ah apa dia istri dan anak anda?” melihat Putri dan Ariana yang berdiri disamping Agus dengan wajah Putri yang ditekuk karena kelamaan berdiri dan Agus yang belum juga memperkenalkan nya sebagai istri
“ah aku lupa mengenalkan mereka,ya dia istri dan Putri ku namanya Ariana” Agus memperkenalkan Putri dan Ariana,dengan cepat Putri mengulurkan tangannya berharap bisa berjabatan tangan dengan pria tampan di hadapannya yang masih muda darinya itu
Wajah yang tadinya cerah saat mengulurkan tangan nya kini perlaharan surut karena Mike memilih menangkupkan kedua tangannya di depan dada,bukan merasa Alim atau apapun tapi ia tak ingin nanti Yoonia melihat nya berjabat tangan dengan wanita lain lalu membuat Yoonia salah paham, meskipun Yoonia tidak pernah protes
“Hai anak manis,kau sangat cantik” puji Agus kepada Ariana,ia sedikit menunduk dan mengusap puncak kepala Ariana
“Don't touch my hair!” protesnya karena memang tak suka jika rambutnya sampai berantakan “Ariana!” bentak Agus karena Ariana bersikap tidak sopan kepada orang yang lebih tua
“tidak masalah pak Agus,ini memang salah saya,maafkan uncle ya Ariana?” Ariana tak merespon ucapan Mike,ia bahkan mengalihkan pandangannya ke arah lain,memang Ariana tumbuh menjadi anak yang sombong sama seperti ibunya
Melihat itu Agus segera mengalihkan topik pembicaraan nya “apa dia putramu?” ucapnya menatap wajah Aaron, sedikit merasa familiar dengan wajah Aaron,ia seperti merasa Aaron mirip dengan seseorang yang ia kenali
“Yes, he is my son, honey, let's introduce yourself”
“Halo paman,namaku Aaron,umurku 6 tahun”
“umur nya masih 6 tahun? Tapi tubuhnya sangat tinggi,hampir setinggi Putriku Ariana” puji Agus karena memang tubuh Aaron tinggi dan juga sangat tampan
“tentu saja,lihat dulu ayahnya” ucap Mike lalu mereka tertawa sedangkan Ariana dan Putri hanya menatap malas kearah Mike dan Aaron,sesekali Ariana melebarkan matanya saat menatap Aaron,berniat menakut nakuti anak itu namun bukannya takut,Aaron malah bertanya kepada Agus
“uncle? Apa mata anak uncle memang sebesar itu?” mendapat sebuah pertanyaan membuat tentang anaknya membuat Agus menatap ke Ariana namun secepat kilat Ariana membuang muka agar tidak di ketahui oleh Ayahnya
“apa mata Kak Ariana terlihat besar?” tanya Mike karena melihat mata Ariana yang tidak besar bahkan tergolong kecil
“tidak Daddy,tapi tadi kakak ini melebarkan matanya saat menatap Aaron,seperti ini” kini ia memperagakan mata Ariana saat menatapnya tadi
__ADS_1
“Wah kalian masih kecil saja sudah tatap tatapan ya, bagaimana jika kita jodohkan saja mereka?” sengaja mengalihkan pembicaraan karena sungguh saat ini Agus merasa malu dengan ulah Ariana yang menganggu Aaron
Putri yang mendengar penuturan Agus pun menatap tajam namun ia tak berani berbicara,takut nanti jika ia berbicara tidak sopan malah membuat Agus marah kepadanya
“tidak mau,Aaron tidak suka dengan kakak ini!”
Jleb!
Sekarang giliran Mike yang menanggung malu di depan Agus karena Aaron terang terangan menunjukkan rasa tidak sukanya kepada Ariana,Aaron memang seperti itu,jika tidak suka kepada seseorang maka ia akan menunjukkan nya
Beruntung di saat yang tepat ponsel Mike berdering,terlihat disana nama Yoonia yang di tulis my wife,ia baru sadar cukup lama meninggalkan Yoonia di toko buah,segera ia menggeser tombol hijau diponselnya
“iya sayang?”
“......”
“sorry,aku bertemu dengan teman ku jadi kami mengobrol sebentar”
“......”
“baiklah kami akan segera kesana”
Ariana yang ternyata sudah keluar dari toko buah dan tak menemukan Mike dan Aaron pun memilih menunggu di dalam mobil sambil memainkan ponselnya,lama ia menunggu namun tak kunjung melihat tanda tanda suami dan putranya kembali membuatnya bosan dan akhirnya memutuskan untuk menghubungi suaminya
Setelah menutup teleponnya ia segera berpamitan dengan Agus dengan mengatakan istrinya sudah menunggu nya di mobil,Agus pun menganggukkan kepala,mereka mengakhiri pertemuan mereka dengan jabatan tangan,tak lupa Aaron yang menyalimi tangan Agus membuat Agus sangat terpukau dengan sikap sopan Aaron yang tak dapat ia lihat dalam diri Ariana
Setelah kepergian Aaron dan Mike kini Agus pun masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan Putri dan juga Ariana,ia sedikit kesal dengan anak nya itu namun ia tak bisa memarahinya,jalan satu satunya hanya bisa mendiamkannya
__ADS_1