
”Aaron Pratama Adiwijaya” ucap Yoonia dengan mata sedikit berembun saat mengucapkan nama sang putra,sedikit mendapat penolakan dari sang ayah,namun Yoonia menjelaskan bagaimana pun juga bayinya ada lah Anak Agus meskipun ia nanti tidak akan mendapatkan kasih sayang seorang ayah tapi setidak nya ia mendapat kan nama Ayah nya
Mendengar itu sang ayah hanya menurut saja jika itu yang sudah menjadi pilihan sang putri,ia hanya akan mendo'akan kebaikan untuk sang putri dan juga sang cucu
Seminggu sudah kelahiran sang cucu kini Ayah dan bunda Yoonia pamit pulang ke Indonesia bagaimana pun masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan oleh ayah Yoonia dan bunda Yoonia tak tega jika suaminya harus ia tinggal,oleh karena itu Yunita menawarkan diri untuk tinggal di London dan menemani kakak nya dan melanjutkan kuliah nya disana
Sempat curiga dengan keputusan sang adik karena menurut curhatan nya selama ini ia masih mengejar pria kutub selatan itu,siapa lagi kalau bukan Regan,lalu sekarang bagaimana mungkin dia tiba tiba ingin tinggal bersama kakaknya di negeri orang? Ingin bertanya namun di urungkan karena ingin adiknya yang lebih dahulu terbuka jika memang ada sesuatu yang ia sembunyikan
Setelah mengantar sang ayah dan bunda ke bandara Yunita kembali ke rumah kakak nya,oiya sebagai informasi Yoonia memiliki sebuah cafe yang cukup besar untuk waktu yang terbilang sangat cepat,hingga ia berencana untuk membuka beberapa cabang di beberapa daerah,untuk itu Yunita juga bisa membantu kakaknya memantau cafe tersebut
Puas bermain dengan keponakan nya,lebih tepatnya hanya menatap dan sesekali mencium keponakannya itu kini tatapannya beralih ke kakak nya yang sedari tadi menatap nya menunggu nya untuk bercerita tentang keputusan nya yang ingin tinggal bersama kakaknya
“gak mau cerita sama kakak lagi?” kini Yoonia mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi ia tahan untuk tidak bertanya,namun karena melihat sang adik hanya menatap nya balik dengan sesekali mengedipkan mata nya membuat nya kesal dan memutuskan untuk bertanya langsung
“cerita apaa tuh?” dengan sedikit bergeser mendekati kakaknya dan memasang wajah polosnya membuat Yoonia ingin sekali menyentil ginjal adiknya itu,bukan kah ia sedang memberi kode kepada adiknya? Lalu kenapa sikap adiknya seolah olah dia yang ingin bercerita?
__ADS_1
“kakak bilangin kamu loh dek!” kini tangannya tak tahan ingin mencubit pipi Yunita sedikit keras hingga membuat gadis itu meringis kesakitan
“kakak kebiasaan deh!” sambil mengelus pipinya yang sedikit memerah ulah kakak nya
“kamu sihh polos banget! Cepetan cerita alasan kamu mau tinggal sama kakak!” kini ia to the poin,capek juga ngadepin adeknya yang polos
“mmmm ituu hehe” nyengir adalah jurus andalan adiknya jika malu atau belum siap mengatakan sesuatu
“1 2 ..” jurus andalan Yoonia pun keluar,jika Yoonia sudah menghitung sampai angka 3 maka Yunita akan kena cubitan atau toyoran membuat gadis itu cepat cepat mengatakan alasannya tinggal bersama kakaknya
“aku mau jauhin Regan kak!” ucapnya cepat dengan mata yang tertutup,takut sekali jika tangan kakaknya menyentuh kulit nya
“loh kenapa? Bukannya kamuu kekeh banget mau ngejar ngejar diaaa” dengan nada mengejek dan memutar bola mata,Yunita mengerti jika kakaknya sedang mengejeknya saat ini
“dia nyakitin aku kak,jadi solusi agar aku bisa lupain dia ya harus jauh jauh dari dia biar ga bisa liat wajahnya yang tampan itu” menunduk dan menghela nafas berat menandakan adiknya memang benar benar sedang galau tapi ia sudah mengambil keputusan yang tepat untuk menjauhi pria itu
__ADS_1
“uluh uluh adik kakak udah gede sekarang,udah ngerasain sakit hati” kini bukan hanya satu tangan tapi kedua tangannya mencubit kedua pipi adiknya itu,membuatnya mendapat tatapan tajam dari sang adik
“kakak ih! Bukannya ngehibur adik sendiri malah nambah rasa sakit!” ucap Yunita mengerucutkan bibir nya
“iya iya keputusan kamu udah bener dek,nah dengan kamu sibuk kuliah sama sibuk ngurus cafe kakak pasti kamu bisa lupain dia,terus barista nya juga good looking loh” ucap Yoonia terkekeh melihat wajah sang adik yang seperti tidak tertarik mendengar cerita laki laki lain
“mau nya Regan aja kak” ucap Yunita menunduk sambil memainkan jari nya
plak!
Satu pukulan mendarat di lengan Yunita, bagaimana tidak? Ucapannya seolah olah cuma Regan pria tampan di dunia ini,padahal sudah disakitin,ditolak masih saja berharap dengan pria kutub itu
“mulai sekarang jangan sebut nama Regan lagi,kalo sebut harus denda uang!” ucapannya sukses membuat Yunita kesulitan menelan Saliva, Regan memang segala gala nya bagi nya namun tanpa Regan ia masih bisa hidup,sedangkan tanpa uang? Mau makan apa dia nanti?
Secepat kilat ia mengangguk dan jari jempol dan telunjuk nya ia satukan lalu ditempelkan dari sudut bibir yang satu dan digeser sampai ke sudut bibir yang lain nya,seolah olah menandakan ia mengunci mulut nya
__ADS_1