SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
kecelakaan


__ADS_3

5 tahun kemudian kini cafe Yoonia yang dikelola oleh Yunita pun berkembang pesat,bahkan cabang nya pun sudah banyak tak sia sia perjuangan nya selama ini tentu saja di Bantu oleh sang adik


Hari ini ia akan mengajak Aaron bermain di taman karena sudah beberapa hari ini sang anak merengek minta di ajak ke taman,sama seperti sang ayah Aaron juga sangat tampan dan pintar,bahkan wajah nya seperti copy an dari Agus membuat Yoonia selalu teringat dengan mantan suaminya itu


Yoonia duduk di kursi kayu yang berada di bawah pohon besar dengan beberapa orang tua anak nak lainnya,sedangkan Aaron bermain dengan beberapa anak yang ada di sana,sesekali ia melirik sang putra yang tengah bermain bola


Namun karena keasyikan mengobrol ia tak terlalu melihat sang putra karena sedari tadi mereka hanya bermain di kawasan taman,sial nya bola yang dimainkan oleh Aaron keluar kawasan taman dan menuju jalan membuat Bocah itu harus keluar kawasan taman dan berlari mengambil bola tersebut


Saat sudah mendapatkan bola tersebut tiba tiba kakinya tersandung membuat nya terjatuh lalu tiba tiba dari arah kanan terlihat mobil berkecepatan tinggi sedang melaju ke arah nya dan


Brrrrrukkkkkkkkkkkkkk!!!!


Suara tabrakan itu membuat Yoonia dan beberapa orang tua disana langsung mengarahkan pandangan mereka ke jalan tersebut,lalu matanya beralih ke tempat anak anak itu bermain,melihat tak ada sang putra Yoonia segera berlari ke jalan


“Aaronn!!!!!!!!! Aarooon!!!” sambil berlari ia meneriaki nama Aaron,ia berhenti kala melihat Aaron yang sudah tergeletak di jalan,sedangkan mobil yang menabrak nya sudah melarikan diri,kebetulan sekali kondisi jalanan di sana sunyi karena memang khusus untuk area anak anak bermain


Dengan cepat ia berlari dan memangku sang putra yang kini tak sadarkan diri,sedangkan beberapa orang tua disana segera menghubungi ambulan,hingga sampai ambulan tiba Yoonia tak melepaskan pelukannya dari sang anak


Sesampainya di rumah sakit Yoonia bersikeras untuk ikut masuk ke dalam ruangan darurat membuat beberapa perawat disana kewalahan menahan Yoonia, Tangisan Yoonia kini semakin menjadi jadi kala ia melihat darah Aaron di pakaian nya


“Ya tuhan jangan ambil putra ku,dialah satu satu nya alasan ku untuk hidup” racau nya dengan tubuh yang sudah dilantai,tak lama kemudian Yunita datang dengan berlari kemudian menghampiri sang kakak,tanpa basa basi ia langsung memeluk sang kakak yang kini terduduk lemas di lantai

__ADS_1


“ini salah kakak dek,ini salah kakak,kakak gak merhatiin Aaron” Yoonia terus saja meracau menyalahkan diri nya membuat Yunita tak tega melihat keadaan kakak nya


Lama menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan,Yoonia dan Yunita segera menghampiri sang dokter dan menanyakan keadaan sang anak


“how is my child doctor?”


“bagaimana keadaan anak saya dokter?”


“Thank goodness your daughter has passed her critical period.But maybe he will experience paralysis because his leg bones are slightly fractured, but will be able to recover if he does therapy”


“Syukurlah anak nyonya sudah melewati masa kritisnya,tapi kemungkinan dia akan mengalami kelumpuhan karena tulang kakinya sedikit retak,namun akan pulih jika melakukan terapi”


Jleb!


“But my nephew can still recover, right doctor?”


“Tapi keponakan saya masih bisa sembuh kan dokter?” kini Yunita kembali memastikan tentang kondisi sang keponakan


“Of course, since the fracture isn't too bad, and he's also a strong kid, he'll be able to heal.”


“Tentu saja, karena retak tulangnya tidak terlalu parah, dan dia juga anak yang kuat, dia akan bisa sembuh” ucapan sang dokter sedikit membuat kedua kakak dan adik itu bernafas lega, setidaknya ada kemungkinan besar Aaron bisa sembuh saja sudah cukup

__ADS_1


Kini Aaron sudah di pindahkan keruangan pribadi,Yoonia pun tak berpaling dari sang anak,bahkan ia belum makan karena ingin menjadi yang pertama melihat Aaron sadar


Tak lama kemudian ia merasa jari sang anak bergerak lalu perlahan mata Aaron pun terbuka, meskipun belum jelas tapi dari aroma parfum nya ia tahu bahwa mommy nya yang berada di samping nya


“Mommy”


“Yes dear, mommy is here”


“Ya sayang,Ibu disini” kecupan berkali kali ia daratkan di punggung tangan Aaron menunjukkan rasa syukur nya atas sadar nya Aaron


“I'm sorry for not listening to your mother's words and making it worry”


“aku minta maaf karena tidak mendengarkan ucapan ibu dan membuat itu khawatir” kalimat pertama yang ia ucapkan membuat Yoonia sedih dan bangga, sebelum nya Yoonia berpikir bahwa Aaron akan menyalahkan nya yang tak memperhatikan nya tapi ia malah menyalahkan diri nya sendiri


“No dear, mother is wrong for not paying attention to you, sorry mother "


“tidak sayang,ibu yang salah karena tidak memperhatikanmu,maafkan ibu” tak ingin sang putra merasa bersalah karena memang ini tak sepenuhnya kesalahan anak nya


“kaki Aaron sakit mommy” kini ia meringis kesakitan membuat Yoonia tak tega melihatnya,namun karena melihat sang ibu yang sedih ia memenangkan sang ibu


“tapi tidak apa apa,kan Aaron anak yang kuat” ucapnya dengan tangan yang diangkat ke atas membuat Yoonia tersenyum dengan tingkah anaknya,masih kecil tapi ia harus menjaga perasaan sang ibu

__ADS_1


“IM very proud of you" ucap Yoonia lalu mengecup kening sang anak


__ADS_2