SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
percakapan keluarga kecil


__ADS_3

Ditempat lain Agus sedang bekerja di kantor lalu mendapat berita bahwa mantan ibu mertuanya itu sedang di rawat di rumah sakit, meskipun ia sudah berpisah dengan Yoonia namun ia masih tetap menjaga tali silaturahmi dengan ibu dan ayah Yoonia


Pulang dari kerja ia berniat untuk menjenguk mantan ibu mertua nya itu,namun ia juga berjanji pada Ariana akan mengajak nya jalan jalan


“apa aku bawa saja Ariana sekalian nanti?” batin nya


Namun sesampainya dirumah ternyata Putri juga ingin ikut dengan alasan Ariana yang meminta nya,beberapa kali juga ia beralasan Ariana yang meminta nya untuk ikut padahal Agus tahu ini hanyalah akal akalannya saja,mau tak mau Agus pun membawa Putri bersama mereka,ia juga sudah memberitahu akan menjenguk bunda Yoonia dirumah sakit


Meskipun awalnya menolak tapi Putri tetap tak bisa berkutik saat Agus meminta nya untuk tidak ikut karena keberadaan nya juga tak penting


Ditempat lain kini Yoonia,Mike dan Aaron sedang bersiap siap untuk kerumah sakit,Aaron sedikit berulah saat Yoonia sedang menyiapkannya,ia berlari kesan kemari karena tak ingin disiapkan oleh Yoonia,ia hanya ingin disiapkan oleh Mike,begitulah setiap harii yang Aaron lakukan saat Yoonia akan menyiapkannya


“I just want to be with daddy,mom”


“aku ingin bersama daddy,mom” teriaknya sambil berlari dengan Yoonia dibelakangnya


“Daddy has to get ready too Aaron!”


“daddy juga harus bersiap siap Aaron” langkah kaki Yoonia terhenti dengan napas tersengal-sengal,Aaron benar benar membuat nya kelelahan hari ini


“Daddy's hero can't be naughty with mommy"


“jagoan Daddy tidak boleh nakal dengan mommy” mendengar suara bariton yang sangat ia kenali itu Aaron berhenti lalu melompat ke arah Mike,dengan sigap Mike menangkapnya

__ADS_1


“Aaron mau siap siapnya dengan Daddy saja,kita kan sama sama pria” Mike terkekeh mendengar ucapan Aaron


“dan seorang pria tidak boleh menyakiti seorang wanita,Aaron ingatkan pesan Daddy?” bocah itu mengangguk berulang kali sambil tersenyum,Mike selalu mengajarkan nya hal hal yang baik meskipun bukan ayah kandungnya membuat Yoonia merasa beruntung memiliki suami seperti Mike


Mike memberi kode kepada Aaron untuk meminta maaf kepada Yoonia karena sudah membuat Yoonia kelelahan mengejarnya,Aaron mengangguk lalu turun dari gendongan Mike dan berjalan menuju Yoonia yang kini mengalihkan pandangannya,ada sedikit rasa cemburu karena Aaron lebih dekat dengan Mike dari pada dirinya


“I'm sorry mom”


“maafkan aku,ibu” namun tak direspon oleh Yoonia ia bahkan tak menatap wajah putranya,bukan masih marah,ia hanya ingin membuat Aaron benar benar merasa bersalah agar tidak mengulangi kesalahannya lagi


“Sayang,jangan seperti itu,Aaron kan sudah meminta maaf” bujuk Mike kini duduk disamping Yoonia,Yoonia mengangguk lalu menatap wajah tampan putranya itu,lalu ia menggendong Aaron memeluknya dengan hangat,Mike pun melakukan hal yang sama,bedanya yang ia pangku bukan hanya Aaron tapi juga Yoonia


“Ayo kita berangkat” ucap Yoonia jujur saja ia sedikit malu saat Mike memangku nya, mengingat ia belum pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar cium tangan,kening saat Mike pergi bekerja lalu gelitikan saat bercanda,bahkan memeluk saja sangat jarang demi tak ingin membuat sang istri merasa tak nyaman


Sedangkan Yunita dan Adaline sudah berada dirumah sakit menemani sang bunda karena Ayah menelpon harus segera ke kantor,lalu ketika Yoonia datang maka Yunita dan Adaline pulang untuk istirahat


“kenapa menatap Aaron seperti itu?” tanya Mike yang melihat Yoonia menatap tajam putranya yang sedang duduk di jok depan tepatnya di samping pak supir,Aaron sangat suka duduk didepan karena lebih leluasa melihat jalanan,sedangkan Yoonia duduk bersama Mike di jok belakang


“aku hanya sedikit kesal karena dia tak pernah mendengar ucapan ku,tapi ia sangat menurut padamu” kini kedua tangannya menyilang di dada dengan wajah yang ditekuk,Yoonia kini seperti anak kecil yang sedang marah


Mike terkekeh lalu mendekatkan wajahnya di telinga Yoonia “Kalau begitu Ayo kita buat Yoonia kecil” seketika Yoonia mematung mendengar ucapan Mike yang tak pernah ia katakan sebelumnya


Ia membuang pandangannya karena pasti saat ini wajahnya sudah memerah, bagaimana bisa Mike mengatakan hal itu saat ada orang lain di dekat mereka

__ADS_1


“sejak kapan pikiranmu seperti ini?” Yoonia sedikit berbisik berusaha menutupi rasa gugupnya, padahal saat ini hatinya sedang ketar ketir,entah bahagia atau takut ia pun tak mengetahui perasaan nya saat ini


“kenapa tidak menatap wajahku saat berbicara?” bukannya menjawab ia malah bertanya balik membuat Yoonia menatapnya tajam namun hal itu tak berlangsung lama,karena Yoonia tak tahan menatap Mike berlama lama disaat seperti ini


“kenapa harus menatap mu,aku sudah bosan melihat wajahmu yang jelek itu”


“Aaron,Apa Daddy terlihat jelek?” Aaron yang sedang asik bertanya tanya pada pak supir tentang tempat tempat yang mereka lewati pun teralihkan saat mendengar ucapan sang ayah


“siapa yang mengatakan Daddy jelek? Pasti mata orang itu salah” pecah sudah tawa Mike saat mendengar ucapan Aaron,sedangkan Yoonia hanya mendengus kesal


“tadi Daddy bertemu wanita cantik,tapi sangat sombong saat Daddy menanyakan namanya,dia bilang Daddy jelek”


Aaron mengerutkan keningnya “kenapa Daddy menanyakan nama wanita lain,bukan kah wanita Daddy adalah mommy?” Yoonia melebarkan matanya mendengar penuturan Aaron,anak sekecil ini tau dari mana tentang pria dan wanita?


“mmm apa Aaron mau seorang adik?” tanya Mike mengalihkan pembicaraan nya,ia tahu bahwa ia sudah salah bicara,ia lupa pernah mengatakan kepada Aaron bahwa wanitanya hanyalah mommy nya dan takkan ada yang lain


Mendengar itu Yoonia langsung menatap tajam ke arah Mike “Apa maksudnya bertanya seperti itu kepada Aaron? Apa dia mau menjadikan Aaron alasan agar memiliki anak dariku?” batin Yoonia


Tampak sedikit berpikir lalu Aaron menggeleng kan kepala nya “Tidak mau,nanti dia ambil semua mainan Aaron” Yoonia tertawa mendengar ucapan Aaron yang menurutnya merasa Mike sudah kalah


“tidak mungkin, bagaimana kalau dia perempuan,dia tidak mungkin memainkan mainan anak laki laki bukan?” tak mau kalah tentang ini ia pun kembali mempengaruhi Aaron,Aaron pun mengangguk berkali kali ”kalau perempuan Aaron mau” ucapnya memamerkan gigi gigi nya


Mendengar itu Yoonia hanya geleng-geleng kepala sedangkan Mike tersenyum puas menatap Yoonia sambil menaikkan alisnya berkali kali

__ADS_1


__ADS_2