SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
menjenguk bunda


__ADS_3

seperti biasa jangan lupa like,komen dan vote ya supaya author rajin up 🙏🥰


Mike langsung memesan tiket untuk penerbangan sore,mereka ber 5 kini berangkat menuju negara kelahiran Yoonia dan Yunita, sepanjang perjalanan Yoonia terus saja menangis bersama Yunita,takut terjadi apa apa terhadap sang bunda


Menurut informasi dari sang ayah sang bunda terjatuh dari tangga sesaat setelah keluar dari kamar kedua putrinya,ia begitu merindukan sang anak lalu mengunjungi kamar kedua putrinya,lalu saat turun tangga bunda kehilangan keseimbangan membuatnya terpeleset dan terjatuh


Sang ayah saat itu berada di kantor dan asisten rumah tangga sedang sibuk di dapur jadi tidak ada yang mengawasi sang bunda saat berjalan di tangga,sedikit menyalahkan dirinya sendiri karena menganggap dirinya sebagai anak yang tidak berguna,namun Mike terus saja meyakinkan Yoonia bahwa ini bukan kesalahannya


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 jam 40 menit,kini mereka tiba di tanah kelahiran,sedikit ragu saat menginjakkan kaki nya di negara asalnya,kedua kakak beradik itu mempunyai trauma yang hampir sama,namun bagaimana pun mereka harus tetap kuat demi sang bunda


Mereka langsung disambut oleh supir Keluarga Yoonia dan Yunita,2 mobil mewah kini sudah menunggu mereka di luar bandara,Ayah sudah memberitahu mereka bahwa akan ada supir yang menjemput mereka,Yoonia,Mike dan Aaron berada di mobil yang sama lalu Yunita dan Adaline berada di mobil yang lainnya


Tak ingin menunda lagi mereka segera melaju ke rumah sakit tempat sang bunda di rawat,memakan waktu sekitar 45 menit,akhirnya mereka sampai dirumah sakit besar di kota ini,Yoonia dan Yunita segera berlari mencari ruangan tempat sang bunda di rawat


Ceklek!


Pintu dibuka menampilkan sang bunda yang kini tengah berbaring, melihat sang bunda tertidur Yoonia dan Yunita berjalan pelan menghampiri sang ayah yang sedang duduk di sofa,lelaki itu juga tertidur dengan posisi duduk lalu tak lama ia terbangun karena merasakan tangan yang sedang memeluknya


Ia membuka matanya lalu tersenyum karena melihat wajah kedua putri nya meskipun denga mata yang sembab,ia tahu bahwa sang putri pasti sudah menangis dalam waktu yang cukup lama,tak lama kemudian terdengar lagi suara pintu di buka menampilkan 3 orang yang ia kenali

__ADS_1


“grandpa!” Teriak Aaron lalu turun dari gendongan Ayah nya,dengan kompak ibu dan aunty nya itu menempelkan jari di bibir mereka,mengode Aaron untuk tidak berisik


“Sorry!” Aaron menunduk merasa bersalah dengan tingkah nya namun sang kakek segera menghampiri nya lalu menggendong nya,ia juga sudah sangat merindukan sang cucu yang sudah hampir setahun tak ia temui karena pekerjaan yang tak membiarkan nya untuk liburan


Tak lupa Mike menyalami ayah mertua nya begitu juga dengan Adaline yang menyalami Ayah dari anak angkat nya itu


Mendengar ada kebisingan membuat bunda mengerjapkan mata nya memindai sekitar,lalu alisnya bertaut saat melihat dua sosok perempuan yang selama ini ia rindukan


“Nia,Nita!!” ucapnya hendak bangun namun langsung di cegah Oleh orang orang yang ada di ruangan tersebut


“bunda jangan bangun, istirahat saja!” ucap Yoonia kini berada di samping sang bunda begitupun dengan Yunita yang berada di samping kakaknya


“bagaimana kabarmu nak?” tanya bunda membuat Mike sedikit bingung,bukan kah yang sakit bunda tapi kenapa dia yang malah ditanya?


“Baik bunda,bunda sendiri bagaimana? Sudah merasa lebih baik?”


“alhamdulillah bunda merasa lebih baik apalagi setelah bertemu kalian” ucapnya tak berbohong,memang setelah melihat kedua putri dan keluarga nya pun membuat ia semakin merasa lebih baik


“grandma! Are you okay?” tanya bocah yang berusia 6 tahun itu pun menanyakan kondisi sang nenek meskipun ia masih stay di gendongan sang kakek

__ADS_1


“iya sayang,ayo sini sama nenek?” namun ditolak oleh sang cucu,bukan tak suka kepada sang nenek namun ia takut nanti tak sengaja menyentuh infus yang berada di tangan nenek nya,membuat neneknya nanti kesakitan,bagaiman pun ia pernah merasakan sakit saat tangannya diinfus itulah sebabnya ia takut jika menyentuh tangan neneknya


Hari sudah menunjukkan pukul 7 pagi,sang ayah meminta Yoonia dan Yunita membawa yang lainnya untuk pulang beristirahat melihat sang bunda juga sudah tertidur mereka baru saja tiba dan juga butuh istirahat,sempat menolak namun akhirnya ia menurut dan memutuskan untuk pulang beristirahat


Sesampainya dirumah mereka disambut oleh beberapa asisten disana,lalu mereka memilih untuk langsung membersihkan diri lalu beristirahat mengingat perjalanan yang mereka tempuh cukup lama,Yoonia juga kasihan dengan Aaron yang tak cukup waktu tidur


“Mike kau ingin makan?” tanya nya mengingat di pesawat mereka hanya makan roti saja, Mike tampak berpikir lalu menanyakan balik kepada Yoonia


“Apa jika aku makan,kau juga akan makan?” Yoonia mengerti maksud Mike ia ingin ditemani makan, semenjak menikah Mike tidak suka makan sendirian lebih tepatnya ia ingin Yoonia menemani nya atau ikut makan


“Iya aku tau,aku juga makan” Mike terkekeh menampilkan gigi gigi putihnya,sedangkan Yoonia hanya menggeleng melihat tingkah Suaminya itu


“Aaron,Yunita dan Adaline tidak makan?” tanya nya saat berada di meja makan namun hanya berdua dengan sang istri


“mereka tadi sudah makan duluan karena Aaron sudah kelaparan” ucap Yoonia sambil mengambil nasi dan beberapa lauk yang diisi ke piring Mike,Tinggal bersama dengan Yoonia membuat kebiasaan makan Mike sudah seperti orang Indonesia yang tak kenyang jika tidak makan nasi


“itu bagus” Mike menatap Yoonia jari tangannya kini berjalan jalan di pinggang ramping Yoonia, meskipun sudah melahirkan anak tapi Yoonia tetap menjaga tubuh nya hingga ia masih tetap langsing


”hentikan Mike itu menggelikan” suara tawa Yoonia memenuhi ruangan itu, Mike selalu menggoda Yoonia dengan menggelitiknya,Yoonia tak marah dengan tingkah kekanakan suaminya itu,ia merasa beruntung memiliki suami yang menerimanya apa adanya

__ADS_1


__ADS_2