
Setelah Putri pamit keluar karena ada sedikit urusan,Yoonia pun keluar dari toilet,entah lah kenapa ia harus bersembunyi saat Putri masih ada disana? Dia bahkan bukan pelakor!
Saat melihat Yoonia keluar dari toilet Agus langsung menariknya dalam pelukan,ia tahu pasti Yoonia mendengar semua percakapan tadi,melihat mata Yoonia sedikit sembab menandakan bahwa wanita nya itu menangis, meskipun ia menunjukkan senyuman yang manis namun tidak dengan mata nya
Ariana tertidur membuat Agus leluasa bermesraan dengan Yoonia disana,ada yang beda dari Yoonia,ia tak terlalu merespon Agus yang sedang bermanja dengan nya,ia lebih memilih diam dan memainkan gawainya
Agus paham mungkin Yoonia merasa tidak enak kepada Ariana karena merasa sudah merebut kebahagiaan gadis kecil itu,tak lama setelah Putri kembali Agus dan Yoonia pergi,tentu saja raut wajah Putri sangat tidak bersahabat, berbeda dengan Yoonia yang bahkan tidak menatap Putri sedikit pun
Sesampainya di apartemen Agus,Yoonia memilih untuk masuk kekamar namun langkahnya terhenti karena Bik Jum mengatakan ada paket yang dikirim untuk Yoonia,kembali Yoonia gemetaran,kali ini apa yang di kirim oleh orang misterius itu
Berbeda dengan Yoonia yang gemetaran,Agus malah mengerutkan keningnya,bingung siapa yang mengirim paket untuk istrinya
“Dari siapa bik?” Agus mengambil paket yang berbentuk kotak itu dari tangan bik Jum,karena Yoonia tak kunjung mengambilnya
“Kurang tau tuan” ucap Bik Jum,dan dibalas anggukan oleh Agus “Kalo gitu bibik pamit kebelakang dulu tuan” ucapnya berlalu
“Sayang? Siapa yang mengirimi mu paket ini?” namun tak ada tanggapan dari Yoonia membuat Agus menepuk pundak Yoonia hingga Yoonia tersadar dari lamunannya
“eh iya mas kenapa?”
“ini dari siapa?” ulang Agus sambil menunjukkan kotak tersebut
“mmm itu aku pesan kek nya mas” Yoonia meraih kotak tersebut dan berlalu ke kamar meninggalkan Agus yang masih bingung dengan sikap nya
“Dia marah atau bagaimana?” batin Agus dan mengikuti Yoonia
Sesampainya dikamar Yoonia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,lama ia berada di sana membuat Agus sedikit khawatir
“sayang,kau baik baik saja di dalam sana?” Agus mengetuk pintu dengan sedikit keras membuat Yoonia segera menyudahi kegiatan nya
__ADS_1
“kenapa tidak sekalian dihancurkan pintu nya?” ucapnya kesal lalu berjalan melewati Agus begitu saja
“kau sedang datang bulan?” namun tak di respon oleh Yoonia,ia duduk di depan meja rias dan mengambil hairdryer,Agus mencoba mengajak Yoonia mengobrol
“kenapa sih? Aku salah apa?” namun tetap tak direspon Yoonia
“kamu gak salah mas,aku yang salah karena datang kembali ke kehidupan mu” batin Yoonia
“sayang Jang...” Agus tiba tiba meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya membuat Yoonia langsung mendekati nya
“mas kenapa?” ucapnya begitu panik melihat Agus yang tak bereaksi apapun,Yoonia mencoba menepuk pipi Agus namun tetap tak ada respon membuat air matanya seketika lolos,lalu ia mendekatkan telinganya nya di dada Agus,detak jantung nya masih ada namun tak mengurangi kekhawatiran Yoonia
Lalu tiba tiba sebuah tangan melingkar di leher Yoonia membuat nya tersentak kaget,melihat wajah Yoonia Agus tak dapat menahan rasa geli yang menggelitik nya
“panik gak? Panik gak? Panik lah masa enggak!” ucap Agus santaii tanpa bebannn lalu mengeluarkan tawa nya yang begitu mengesalkan ditelinga Yoonia
Bagaimana tidakk,Yoonia bahkan sudah berpikiran yang tidak tiak sedang kan Agus malah tertawa
“Hahahaa makanya jangan cuek ke mas,kamu pikir enak di cuekin?” ucapnya tanpa rasa bersalah
“tapi gak gitu juga mas!”
“Yaudah maafin mas ya?” ucap Agus menarik Yoonia dalam pelukannya,lalu ia menatap wajah Yoonia yang basah,tangannya menyentuh pipi Yoonia dan menyeka air mata yang masih saja mengalir,kini tangannya berpindah ke bawah tepatnya di bibir tipis Yoonia
Tangan satu nya berada di pinggang Yoonia dan mulai menarik tali dari kimono yang Yoonia pakai
“rambut mu sangat wangi sayang,kau sengaja memakai sampo wangi agar menggoda ku yang sudah berpuasa selama 2 hari ini?” ucapnya dengan senyum seringai
“mana ada! Bukan kah aku memang selalu memakai sampo ini?” ucap Yoonia mengerucut kan bibirnya membuat Agus semakin gemas
__ADS_1
“jangan begitu,kau terlihat menggemaskan membuat ku tak bisa menahannya” bisik Agus ditelinga Yoonia
“benarkah? Apa kau ingin berhenti berpuasa?” ucap Yoonia mengerlingkan matanya menggoda Agus,dan jarinya kini bermain main di dada Agus
“sudah berani nakal sekarang?”
Yoonia mengangguk “aku sedikit belajar”
“oiya dimana?”
“di drakor hahahaha,Ayo kita praktekan” ucap Yoonia meraih tengkuk Agus lalu ******** bibir Agus,Agus tak membalas karena ingin melihat kelihaian Yoonia setelah menonton drakornya itu
Lama Yoonia ******* bibir Agus membuat Agus tak dapat menahannya lagi,ia membalas ******* Yoonia,tak sampai disitu ia juga menggigit bibir bawah Yoonia hingga membuat Yoonia meringis dan membuka nya,segera ***** Agus bermain main disana
Lalu tangan nya menarik kimono yang dipakai Yoonia dan dibuang di sembarang tempat,kini tubuh nya menindih tubuh Yoonia dan menberi beberapa ******* di bibir bahkan di leher Yoonia dan meninggalkan beberapa bekas disana
Saat akan memasuki inti tubuh Yoonia terdengar ketukan dari luar membuat mereka segera menghentikan kegiatan panas mereka,Yoonia segera menarik selimut menutupi tubuhnya,sedangkan Agus yang masih berpakaian lengkap segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju pintu
“Ada apa buk?” ucap Agus setelah membuka pintu yang ternyata di ketuk oleh bik Jum
“Anu tuan,untuk makan malam nya mau dimasakin apa?”
“tidak usah bik,bibik pulang aja soalnya nanti kami makan di luar” ucap Agus bukan karena memang mereka akan makan diluar,namun karena ia tak ingin ada yang mengganggu kegiatan panas nya bersama Yoonia
Mendengar itu Bik jum langsung mengangguk dan pamit pulang,setelah bik Jum pergi Agus langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya,lalu kembali berjalan menuju ranjang yang kini ditempati Yoonia
Yoonia dalam posisi menggoda dengan berbaring menghadap kesamping dan kepala di tumpu pada sebelah tangannya,dan tangan sebelahnya lagi melambai ke arah Agus,membuat Agus segera menghampiri nya untuk menghentikan puasa nya selama 2 hari
Setelah lama pergulatan yang dilakukan kedua insan itu,kini mereka dalam keadaan tertidur karena terlalu lelah, dengan Yoonia berada di dalam pelukan Agus dan tangan Agus yang menjadi bantal untuk Yoonia
__ADS_1
Namun ternyata Yoonia tidak tidur,ia hanya ingin menunggu Agus terlelap hingga ia bisa menatap wajah suaminya yang damai,tak terasa air mata nya keluar tanpa izin membasahi pipinya
“semoga nanti kau bisa bahagia mas” batinnya lalu kemudian memeluk Agus