
Yoonia hanya terdiam mendengar perkataan Agus,Agus pun duduk di kursi nya
”kamu mau lanjut kerja atau nemenin saya kerja?” ucap Agus membuyar lamunan Yoonia
”permisi!” ucap Yoonia dengan raut wajah yang kesal,Agus yang melihat nya hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum tipis
Saat kembali ke meja kerjanya,Yoonia pun mengatakan kepada Ira bahwa ia akan berhenti kerja
”Ra?” ucap Yoonia menghentikan pekerjaannya
”Iyaa Nia kenapa?” tanya Ira
”kayaknya gue kerja disini hanya tinggal beberapa bulan saja!” ucap Yoonia tertunduk lesu
”kenapa?” Tanya Ira panik
”gue mau nikah!” ucap Yoonia
”hah beneran? Dengan siapaa?” tanya Ira penasaran
”pak Agus!” ucap Yoonia berbisik
”p-pak Agus?” tanya Ira dengan raut wajah yang berubah,dan dibalas anggukan oleh Yoonia
”wah selamat ya!!” ucap Iraa tersenyum kecil
”tapi kok bisa? Bukannya kamu bilang sama karyawan dikantor kalau kamu gak akan nikah dengan pak Agus?” ucap Ira
”Ya mau gimana lagi, mungkin udah takdir!” ucap Yoonia berusaha tersenyum
”tapi kenapa harus berhenti kerja Nia?” tanya Ira
”gue mau jadi istri yang baik untuk suami gue,gue mau fokus ngurusin rumah dan keluarga gue!” ucap Yoonia
”gue do'ain yang terbaik aja ya buat Lo!”ucap Ira tersenyum
”thank's ya Ra! Lo emang temen gue yang paling baik!” ucap Yoonia memeluk Ira
Sore hari ketika semua karyawan pulang,Agus sudah memberitahu Yoonia untuk pulang bersamanya,dan Akan mengutarakan niat baiknya kepada keluarga Yoonia
”Assalamu'alaikum.” ucap Agus dan Yoonia serentak ketika memasuki rumah Yoonia
”wa'alaikumussalam.” ucap keluarga Yoonia serentak
”eh ada nak Agus?” ucap Bunda Yoonia
”masuk nak masuk!” ajak Bunda Yoonia
”udah lama gak liat Kak Agus.” ucap Yunita celingak-celinguk melihat ke belakang mereka
”cari siapa?” tanya Yoonia mengerutkan keningnya
”mmm kak Arii gak ikut? Hehe.” icapy Yunita cengir
”nggak,dia gak mau liat muka Lo!” ucap Yoonia mencebik
”apaansih kak!” ucap Yunita mengerucut kan bibirnya
”udah udah berantem Mulu,gak malu sama nak Agus?” ucap bunda menengahi
”om,Bunda, sebenarnya Agus mau menyampaikan sesuatu.” ucap Agus
”apa itu Gus?” tanya Ayah Yoonia penasaran
”jadii Agus berniat mau melamar Anak om dan bunda,yaitu Yoonia.” ucap Agus pelan pelan
”hah yang bener kak? Gak bakalan nyesel?” cerocos Yunita
”maksud Lo nyesel apa?” ucap Yoonia melotot
”ehemm!!” ucap Ayah memberi kode kepada Yunita untuk diam dan di balas anggukan oleh Yunita
”benar nak Agus mau melamar anak om?” tanya Ayah Yoonia memastikan
__ADS_1
”iya Om,itu pun atas seizin om dan bunda?” ucap Agus
”kalau kami mah setuju aja nak,tapi semua kami serahkan ke Yoonia nya aja!” ucap Bunda Yoonia
”Yoonia setuju kok bund.” ucap Yoonia memalingkan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus
”alhamdulillah kalau kalian berdua setuju,ayah gak akan nanya kenapa baru sekarang kalian memutuskan untuk menikah,karena itu keputusan kalian,ayah hanya bisa mendo'akan yang terbaik.” ucap Ayah Yoonia tersenyum
”jadi kapan kalian nikahnya?” tanya Yunita
”kalau masalah itu,kita belum mutusin kapan, soalnya kita berdua butuh waktu untuk lebih mengenal.” ucap Agus
”yaudah gapapa, terserah sama kalian aja.” ucap Bunda Yoonia
Setelah makan malam,Agus pun memutuskan untuk pulang,dan Yoonia pun memutuskan untuk istirahat dan membersihkan diri,Saat sedang mengeringkan rambut,ponsel Yoonia pun berdering,ternyata Agus yang menelpon Yoonia
”halo?” ucap Yoonia merebahkan diri nya dikasur
”besok gak usah kerja,kita ngedate seharian!” ucap Agus
”hah? Besok kerjaan saya itu menumpuk loh!” ucap Yoonia menolak
”kamu itu calon istri pemilik perusahaan itu,gausah mikirin kerjaan!” ucap Agus
”Dasar tukang perintah!” ucap Yoonia
”saya itu calon suami kamu! Lagian kamu bilang mau lebih mengenal satu sama lain!” ucap Agus
”iya iya bawel!” ucap Yoonia memutuskan telepon
Ditempat lain,Agus yang kesal karena Yoonia memutuskan telepon pun mengoceh sendirian
”ni cewek satu gak ada sopan sopannya,padahal gue calon suaminya!” ucap Agus menatap ponselnya
”telpon lagi ah.” ucap Agus menarik sudut bibirnya
Tuuuutt..tuuuutt
”apalagi sih?” ucap Yoonia kesal
”kamu gak sopan,main matiin telpon aja, seharusnya bilang sesuatu yang romantis dulu!” ucap Agus menahan tawa
”jangan berharap lebih ya!” ucap Yoonia kesal
”oiya? Setelah menikah kamu gak akan lepas dari saya!” ucap Agus membuat Yoonia takut dan langsung mematikan teleponnya,setelah Yoonia mematikan teleponnya Agus pun tertawa keras karena sudah berhasil menakuti Yoonia
Seketika Agus menghentikan tawanya dan berjalan menuju pintu
”krekk.”
”papa? Ada apa pa?” tanya Agus melihat papa nya yang celingak-celinguk melirik kedalam kamarnya
”kamu ngobrol sama siapa?” tanya Papa Agus
”eng-nggak kok pa,tadi ngobrol di telpon!” ucap Agus menggaruk kepalanya
”terus kamu ketawa keras kenapa?” tanya Papa Agus lagi
”mmm itu pa.” ucap Agus mencari alasan
”seneng banget mau nikah?” tanya Papa Agus menahan tawa
”seneng dong,tidur ada yang nemenin!” ucap Agus mengejek papanya yang tidur sendirian,dikarenakan mama nya sudah meninggal 3 tahun yang lalu,Agus pun memberi izin kepada Papanya jika papanya ingin menikah lagi,namun papanya memilih untuk sendiri,karena merasa umurnya tidak cocok lagi untuk menikah
”hilih kualat kamu nanti ngejek papa!” ucap papanya,namun papanya tidak tersinggung dengan perkataan anaknya,iya tau bahwa Agus hanya bercanda,dan mereka sering bercanda
”udah tidur sana,jangan ketawa Mulu,nanti kesambet!” ucap Papa Agus berlalu
”siap pak bos!” ucap Agus sambil menutup pintu
Ditempat lain, Yoonia masih melamun, memikirkan ucapan Agus yang menurutnya sangat mengerikan
”maksud dia apa ya ngomong gitu? Bikin takut aja ih!” ucap Yoonia mengedikan bahunya
__ADS_1
”apa nanti setelah nikah,dia mau nuntut hak haknya?” ucap Yoonia
”masuk!” ucap Yoonia yang sudah tahu bahwa itu adiknya karena mendengar suara ketukan yang begitu keras
”haii calon pengantin!” ucap Yunitaa menggoda kakaknya
”diem!” ucap Yoonia yang malas meladeni adiknya
”cielah,udah mau jadi bini orang aja masih galak!” ucap Yunita mendorong tubuh kakaknya
”lo mau ngapain sih kesini?” tanya Yoonia kesal
”gak ngapa ngapain kok kak,cuma mau ketemu Kakak aja!” ucap Yunita tersenyum yang membuat Yoonia semakin jengkel
”bilang aja mau ngapain,gue udah hafal sama sifat Lo!” ucap Yoonia
”hehe tau aja sih kak!” ucap Yunita mengedipkan matanya
”bilang cepetan!” ucap Yoonia
”mm kak Ari single gak sih?” tanya Yunita penasaran
”gatau!” ucap Yoonia sambil memainkan gawainya
”masa gatau sih! Kan sekantor!” ucap Yunita mengerucut kan bibirnya
”ya mana gue tau,emang gue istrinya?” ucap Yoonia membuat Adiknya kesal
”sana keluar,gue mau istirahat!” ucap Yoonia menunjuk kearah pintu menggunakan wajahnya,dengan langkah gontai,Yunita pun keluar
”tutup pintunya!!” teriak Yoonia
”brakkkk!!”
”kurang asem tu bocah!” ucap Yoonia
Keesokan harinya Yoonia bersiap siap untuk pergi berkencan dengan Agus,Yoonia berpenampilan biasa saja hanya menggunakan celana hitam panjang dan menggunakan blouse warna biru langit,dengan rambut diikat dan memakai sedikit riasan saja
”dorrrr!!” ucap Yunita mengagetkan Yoonia yang sedang bercermin dilamarnya
Yoonia yang kaget pun menghembuskan nafas kasar
”bisa gak,gak ngagetin?” ucap Yoonia kesal
”hehehe maaf maaf,kakak mau kemana nih?” tanya Yunita melihat kakaknya tidak menggunakan pakaian kerja
”kepo!” ucap Yoonia merapikan pakaiannya
”kakak mau kerja? Kok agak beda dari pakaian biasanya?” cerocos Yunita,Yoonia yang mendengar pertanyaan adiknya yang bertubi tubi,ingin sekali mengunci mulut adiknya
”kakak mau pergi sama Agus! Udah tau kan? Jangan nanya lagi!” ucap Yoonia menatap Yunita
”hahahahhahahaha” Yunita pun tertawa keras hingga mengeluarkan air mata dari sudut matanya, melihat tingkah adiknya, membuat Yoonia kebingungan
”kenapa ketawa? Ada yang lucu?” tanya Yoonia mengerutkan keningnya
”Masa mau kencan pertama,tapi penampilannya kek gini” ucap Yunita masih tertawa
”kenapa? Ada yang salah?” ucap Yoonia melihat pakaian yang ia kenakan
”kak,kalau mau kencan itu harus keliatan cantik dong, apalagii ini kencan pertama kakak.” ucap Yunita Mengusap air mata nya
”tapiiiii kann kakak gak punya dress,gini aja lah biar ga ribet!” ucap Yoonia
”Nita kan punya banyak dress! Ukuran kita juga gak jauh beda!” ucap Yunita
”tunggu disini bentar,biar Nita ambil dress Nita!” ucap Yunita berlalu meninggalkan kamar Yoonia
Tak lama kemudian Yunita datang dengan beberapa dress di tangannya
”nih kakak pilih aja mau yang mana!” ucap Yunita meletakkan dress-nya di ranjang Yoonia
”bantuin kakak dong dek,kakak gatau ni mana yang bagus!” ucap Yoonia mengerucut kan bibirnya
__ADS_1
”ini aja kak!” ucap Yunita mengambil dress selutut warna coklat susu dengan sedikit mutiara,membuat dress tersebut terlihat anggun,Yoonia pun langsung menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya,tak lama kemudian Yoonia keluar dari kamar mandi menggunakan dress tersebut
”Wahhh!!!!” ucap Yunita tanpa berkedip