
POV author
Hari pernikahan sudah tiba,hari ini Agus Memakai celana,kemeja,dan Jas,dan peci Putih terlihat sangat Tampan,Ia sudah duduk di altar pernikahan menunggu Pengantin wanita nya keluar untuk melangsungkan pernikahan,dikamar nya Yoonia yang sedang di rias oleh 3 orang wanita terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin serba putih pula,dengan lesung pipi dan belah dagu membuat nya terlihat manis
“Mbak cantik sekali,manis pula.beruntung sekali calon suami mbak.” puji perias pengantin itu yang membuat Yoonia tersenyum malu mendengar nya
“anak bunda emang cantik!” ucap bunda berdiri diambang pintu bersama Yunita,dan menghampiri Yoonia
“bunda!” ucap Yoonia memeluk bunda nya,tak terasa Air mata Yoonia jatuh saat berada dipelukan bunda nya
“sudah nak jangan menangis!” ucap bunda menyeka air mata Yoonia,namun air matanya malah tumpah juga,Yunita yang melihat nya pun tak tahan dan langsung menghambur ke pelukan bunda dan kakaknya
“kakak nanti sering sering kerumah ya!” ucapnya memeluk Yoonia,Yoonia yang mendengar perkataan adiknya pun menyeka air mata adiknya “Iya dek,tenang aja Kakak pasti sering kesini.” ucapnya memeluk erat tubuh adiknya itu
Setelah itu mereka pun segera turun dengan menggandeng Yoonia,semua mata tertuju pada Yoonia yang terlihat sangat cantik,jarang sekali bisa melihat Yoonia dengan polesan make up,karena biasanya ia hanya menggunakan make up yg tipis agar tidak terlihat pucat
Agus terpaku melihat Yoonia yang menuruni anak tangga ”sungguh indah ciptaan mu Tuhan.” batin Agus masih melihat Yoonia,tak sadar Yoonia sudah berada di samping nya,dengan mulut terbuka Agus masih menatap kecantikan Yoonia
“Nak Agus tutup dulu mulutnya kalo mau cepat melangsungkan pernikahan ini.” ucap pak penghulu membuat semua orang yang ada disana tertawa,Agus yang tersadar oleh perkataan pak penghulu langsung menutup mulutnya dan menunduk karena malu
Akad pun berjalan dengan lancar,kini Yoonia dan Agus sudah sah menjadi pasangan suami istri,tak lupa Yoonia mencium tangan suaminya itu dan Agus mengecup kening istrinya, setelah acara selesai,keluarga Agus langsung memboyong Yoonia kerumahnya dikarenakan hanya Ayah Agus sendiri dirumah jika Agus tinggal dirumah Yoonia,Yoonia pun setuju dan berpamitan dengan keluarganya,Yoonia memeluk ayah,bunda,dan adiknya
“jadi istri yang shalihah ya nak?” ucap bunda menasehati Yoonia dalam dekapan nya, “inshaallah bun.” ucap Yoonia melepaskan pelukannya dan berjalan menuju pintu mobil yang sudah terbuka,saat sudah memasuki mobil Yoonia melambaikan tangan nya kepada keluarga nya, terlihat air mata keluarga nya tumpah,terutama Ayahnya yang bahkan jarang sekali terlihat menangis,atau mungkin tidak pernah
__ADS_1
“maafkan semua kesalahan Nia yang selalu membantah Ayah.” batin Yoonia melihat Keluarga nya melambaikan tangan ke arah nya
Sesampainya dirumah Agus Yoonia pun langsung disambut oleh Para asisten rumah tangga disana,mereka dengan wajah ceria menyambut kedatangan Yoonia,ada beberapa asisten rumah tangga disana
“Nak masuklah,ini sudah menjadi rumah mu juga! Papa istirahat dulu di kamar,jika perlu sesuatu minta lah kepada mereka.” ucap papa Agus menepuk pundak Yoonia dan berlalu
“Iya pah.” ucap Yoonia mengangguk ia tak ingin menganggu istirahat Ayah mertuanya itu
“selamat malam Nyonya,saya asisten disini nama saya Narsih,panggil saya mbok Narsih saja.”ucap seorang asisten rumah tangga paruh baya,Yoonia mengangguk tanda mengerti
Mbok Narsih menunjukkan kamar Yoonia dan Agus,saat memasuki Kamar Agus Yoonia terpaku melihat kamar Agus yang rapi dan luas, meskipun ia jugaa berasa dari keluarga yang kaya namun ia tetap kagum melihat kamar Agus yang bahkan memiliki ruang perpustakaan
Mbok Narsih meninggalkan Yoonia dikamar Agus,Yoonia pun langsung merebahkan diri di ranjang king size milik Agus,eh sekarang sudah menjadi milik mereka berdua,Yoonia pun melirik jam di ponsel nya sudah pukul 21.33,ia memutus kan untuk membersihkan diri sambil menunggu Agus pulang,Agus berpamitan dengan Yoonia hendak mengerjakan sesuatu yang penting,Yoonia dengan berat hati mengizin kan Agus pergi,Yoonia pulang dengan papa nya Agus
Selesai mandii Yoonia melihat kamarnya masih kosong,ia sedikit khawatir karena Agus juga belum memberi kabar,berulang kali ia mengecek ponselnya,dan nencoba menghubungi Agus,tapi nomor nya tidak aktif,Yoonia mencoba untuk positive thingking “mungkin dia ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.” ucapnya memejamkan mata,tak terasa ia pun tertidur karena lelah seharian menyambut tamu yang menyalami mereka
“[kamu yang menikah dengannya,ini juga malam pertama kalian,tapi kenapa dia malah mengunjungi apartemen ku dan bukan kamar mu?] Isi pesan tersebut dengan sebuah foto memperlihatkan Agus tidur dengan tidak mengenakan pakainnya,aku membelalakkan mata tak terasa air mata ku tumpah,segera aku membalas pesan tersebut “[dimana alamat apartemen mu?] Aku langsung menyambar jaket dan keluar rumah menuju alamat yang dikirim oleh nomor tidak dikenal itu
Setelah berada didepan pintu apartemen itu,aku membuang menghela nafas panjang,tangan Yoonia bergetar hendak memencet bel,angkat tangan,lalu di turunkan kembali,begitu lah seterusnya,lalu Yoonia hendak berbalik dan pergi namun terdengar suara pintu dibuka
“ceklek!”
Yoonia berbalik dan terkejut melihat Putri yang berada dibalik pintu
__ADS_1
“kau?” ucap Yoonia berjalan mendekati wanita tidak tahu diri ini
“kau sudah datang? Kenapa tidak memencet bel nya?” ucap nya menarik sudut bibirnya “masuklah dan jemput suamii mu!” ucapnya sedikit berbisik ditelinga Yoonia,tanpa ragu Yoonia masuk ke apartemen Putri dan melihat Agus Tidur hanya menggunakan celana,rasanya sesak didada,air mata nya tak terbendung melihat Suami yang baru saja menikahi nya beberapa jam lalu malah terbaring di ranjang wanita lain
Yoonia mundur beberapa langkah dan berhenti saat tubuhnya sudah menabrak tembok,ia berjongkok sambil menenggelamkan wajahnya di lutut nya
“Bawa lah cepat suamimu,aku sangat lelah!” ucap Putri mengeliatkan tubuhnya,Yoonia menatap Agus dengan jiji,bagaimana bisa dia melakukan itu dimakan pertama mereka “bangunkan dia!” ucap Yoonia menatap Agus terbaring dia ranjang
“Dia suamimu kenapa harus aku yang membangunkan nya?” ucap Putri menyilang tangan Didada, “Ku bilang bangunkan dia j*lang!!!” ucap Yoonia melempar vas bunga kristal yang berada dimeja,membuat Putri terkejut dan ketakutan melihat kemaran Yoonia yang memuncak, “ba-baiklah.” ucapnya berjalan mundur kearah ranjang dan membangun kan Agus
Putri membangun kan Agus beberapa kali namun Agus tak kunjung bangun, seperti orang yang sedang di bius,Setelah mencoba beberapa kali akhirnya Agus bangun dengan memegang kepala bagian belakang, “sudah bangun? Apa kau bersenang-senang dengan wanita ****** ini?” ucap Yoonia berjalan dengan tangan bersilang didada
“Aku dimana?” ucap Agus masih memegangi kepalanya dengan sedikit menggoyangkan kepalanya yang terasa pusing, “ditempat j*lang!” ucap Yoonia melirik Putri yang diam mendengar ucapan Yoonia,nyali Putri menciut ketika melihat kemarahan Yoonia,ia tak menyangka Yoonia sangat ganas saat sedang marah
“Bangun! Ceraikan aku sekarang juga!” ucap Yoonia membuat Agus menatap nya kaget “apa maksudmu?” ucap Agus berdiri dari ranjang dan menghampiri dan hendak memegang bahu Yoonia dan langsung ditepis oleh Yoonia
“jangan berani menyentuh ku dengan tubuh mu yang kotor itu!” ucap Yoonia dengan jari telunjuk mengarah ke wajah Agus, “sayang,ada apa? Aku tidak mengerti apa pun?” ucap Agus berusaha mendekati Yoonia namun Yoonia terus menghindar
“tidak tahu? Atau pura pura tidak tahu?” ucap Yoonia melirik ke Putri dan diikuti oleh Agus,Agus kaget melihat Putri berada disana,segera Agus melihat sekeliling,dia baru sadar bahwa ini bukan rumahnya
“kenapa kira disini?” tanya nya kepada Yoonia dan tak dijawab oleh Yoonia,hatinya begitu sakit untuk menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut Agus,Yoonia langsung berbalik dan pergi meninggalkan Apartemen Putri,dan langsung menuju taksi yang sudah menunggunya,Agus segera menyambar baju nya yang tergeletak dilantai dan mengejar Yoonia,sayang nya Yoonia sudah pergi dengan taksi
Didalam taksi Yoonia hanya menatap ke luar jendela dan membiarkan air matanya tumpah,beberapa saat kemudian ponselnya berdering,namun ia tak menghiraukannya,ia bisa menebak bahwa itu adalah Agus,namun ponselnya terus saja berdering membuat Yoonia mengecek ponselnya,ternyata adiknya juga menelpon nya
__ADS_1
“kenapa dia menelpon malam malam begini? Apa Agus memberitahunya?” batin Yoonia dan segera mengangkat telepon
“kak,bunda jatuh dikamar mandi sekarang lagi dibawa kerumah sakit!” ucapnya Yunita,Yoonia semakin menangis,baru saja ia melihat suaminya diapartemen wanita lain,sekarang bunda nya masuk rumah sakit,segera Yoonia menuju kerumah sakit,rintik hujan menemani perjalanan Yoonia kerumah sakit, sesampainya dirumah sakit Yoonia langsung menuju ke ruangan sang bunda