SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
bertemu kembali dengan pria aneh


__ADS_3

Sinar matahari menyapa di pagi hari membuat Lora menyipitkan matanya karena sinar mentari yang menembus gorden di kamar Yoonia,gadis itu melihat ke samping nya namun ia tak mendapati Yoonia,ia bangun dan berjalan ke ruang tengah,namun ia mendengar suara Mom Yoonia dan Mommy nya sedang bertengkar atau mom Yoonia yang sedang memarahi mommy nya,Lora hanya bersembunyi dibalik dinding dan mendengar Yoonia sedang memarahi mommy nya


“apa kau tidak memikirkan Lora? Dia butuh kasih sayang mu,kau selalu saja meninggalkan nya,dia masih kecil Katrin!” ucap Yoonia kepada Katrin yang masih duduk diam dan menunduk


Ia tau ia salah namun ia tak bisa menahan diri nya untuk bebas,ya Lora hadir karena kesalahan Katrin dengan pacar nya,lalu setelah Katrin melahirkan Lora,pria itu meninggalkan nya dan bahkan tidak pernah memberi nafkah kepada Lora


Umur Kathrin masih sangat muda saat ia melahirkan Lora,ia harus mengurus bayi sendirian tanpa di dampingi oleh suaminya,Yoonia merasa kasihan kepada Katrin,namun ia juga sedikit kesal karena semenjak Yoonia tinggal bersama mereka,Katrin jarang sekali memberi perhatian nya kepada Lora,bahkan ia sering meminta Yoonia atau asisten rumah untuk mengurus Lora, sedangkan dia pergi party dengan teman teman nya


“Maafkan aku,aku tidak bisa menahan diri” ucap Katrin masih menunduk,dengan air mata nya yang sudah lolos


Yoonia menghembuskan nafas kasar lalu mendekati Katrin,ia memeluk wanita itu dengan sesekali mengusap pundak nya


“tolong pikirkan Lora juga,bukan karena aku tidak mau mengurus nya,tapi ia juga butuh perhatian dari ibu kandung nya” Katrin mengangguk mendengar ucapan Yoonia


Lora yang melihat kedua mommy nya menangis segera mendekat dan ikut memeluk mereka,Yoonia tersentak melihat Lora tiba tiba saja datang dengan senyuman ia menyambut pelukan Lora


“I'm sorry” ucap Katrin menarik Lora kepelukannya


“No mom, You are the best mother” ucap Gadis polos itu membuat hati Yoonia terenyuh, meskipun ia jarang mendapat kasih sayang dari ibu nya,tapi ia tetap tidak merasa marah kepada ibu nya


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30,Yoonia ingat bahwa Agus meminta nya untuk datang ke kantor karena hampir jam makan siang,Yoonia berinisiatif untuk membawa bekal makan siang yang ia siapkan khusus untuk Agus,dengan perasaan senang ia berjalan ke arah pintu membawa bekal makan siang untuk Agus


“mau kemana?” tanya Katrin melihat Yoonia yang sudah rapi dan bekal ditangan nya


“menemui Agus” ucap Yoonia menyelipkan rambut di balik Telinga nya,dengan wajah yang tersenyum malu


“oho! Kau memutuskan untuk kembali padanya?” ucap Katrin menggoda Yoonia,dan dibalas cebikan oleh Yoonia,kemudia ia membiarkan Yoonia melangkah keluar pintu


Sesampai nya didepan gedung yang menjulang tinggi milik Agus,Yoonia sedikit ragu untuk masuk,dengan berat ia melangkah masuk kedalam Bangunan itu,ia melihat tak ada perubahan disana,hanya saja beberapa karyawan yang asing di mata Yoonia


Saat keluar dari lift menuju ruangan Agus,Yoonia tak sengaja menabrak seseorang hingga berkas2 yang orang itu bawa berserakan di lantai


“maaf mbak saya gak sengaja” ucap Yoonia memungut berkas berkas yang berserakan di lantai

__ADS_1


“jalan itu liat liat dong! Kan jadi berantakan!” ucap orang itu,Yoonia sangat mengenali suara itu dan sikap itu,sudah dipastikan itu pas Aliya,orang yang sangat membenci Yoonia


Yoonia mendongak kan wajahnya,lalu ia bertatapan dengan Aliya, terlihat diwajahnya bahwa Aliya sangat terkejut melihat Yoonia,lalu seketika Yoonia terbelalak melihat tindakan Aliya


“maafkan saya bu” ucap Aliya sambil menunduk bahkan ia terus saja menunduk membuat Yoonia kebingungan


Tak lama kemudian terdengar suara bariton yang sangat Yoonia kenali,siapa lagi kalau bukan Agus


“kau sudah datang?” ucap nya didepan pintu ruangan nya,Yoonia hanya mengangguk,ia masih bingung dengan sikap Aliya yang menunduk hormat kepadanya,padahal ia tahu Aliya sangat membencinya


Lalu Aliya memungut berkas berkas itu dan segera undur diri,Yoonia hanya mengangguk lalu Agus berjalan ke arah Yoonia dan membawa nya masuk keruangan nya


Yoonia langsung menyodorkan bekal yang ia bawa kepada Agus,Agus terlihat sangat senang saat menerima bekal itu,sungguh ia sangat bersemangat saat membuka bekal itu dan menyantap nya,hingga ia lupa menawarkan Yoonia,Yoonia hanya geleng kepala melihat Agus yang rakus memakanan makanannya


Agus yang sedang fokus makan nerasa terganggu mendengar suara Yoonia yang tertawa cekikikan sambil menatap ponsel nya,membuat mood Agus berantakan


Agus merasa kesal,karena ia berpikir Yoonia sedang chattingan dengan seseorang,lalu ia berdiri dan mendekati Yoonia,Yoonia yang sadar kehadiran Agus pun langsung berhenti tertawa lalu segera menyimpan ponselnya di tas


“apa yang kau tertawakan?” tanya Agus dengan menautkan alisnya


“berikan ponsel mu” ucap Agus dengan telapak tangan terbuka terangkat di udara


“tidak ada apa apa”


“jika tidak ada apa apa,kenapa kau tidak memberikan ponsel mu?” ucap Agus yang kini setengah menunduk untuk mengatur posisi Yoonia yang sedang bersandar di sofa


Yoonia sedikit ketakutan melihat Agus membentak nya sungguh Agus sangat berubah,ia menatap Agus dengan mata yang sudah berembun,lalu Agus mencengkeram erat tangan nya menekuk nya di belakang tubuh yoonia


Tanpa memperdulikan Yoonia yang meringis kesakitan,Agus merampas ponsel Yoonia secara paksa lalu membuka nya,ia mengerutkan keningnya melihat apa yang Yoonia lihat di ponselnya,itu foto nya yang sedang makan?


Tatapan Agus beralih ke Yoonia yang masih saja meringis kesakitan sambil memegang pergelangan tangan nya, Agus yang melihat itu merasa bersalah karena telah menyakiti wanita yang ia cintai,tangan nya hendak meraih Yoonia namun segera ditepis,Yoonia meraih tas nya dan berjalan menuju pintu keluar


Agus segera menahan Yoonia dan menariknya ke dalam dekapan nya

__ADS_1


“Maafkan aku! Aku hanya takut kau berhubungan dengan pria lain” ucapnya masih memeluk Yoonia dari belakang,Yoonia hanya diam ia merasakan sakit saat Agus kasar kepada nya walaupun hanya menbentak sudah mampu membuat air mata Yoonia lolos


Yoonia berbalik dan menatap Agus sendu,ia mengangkat wajah Agus yang menangis,lalu tatapan kedua nya bertemu


“kau berubah,kenapa?”


“karena kau” ucap Agus masih sesenggukan


“aku tidak suka kau yang sekarang” ucap Yoonia kembali menangis,ia sedikit mendorong tubuh Agus lalu berjalan keluar kantor


Agus hanya terdiam melihat Yoonia yang pergi meninggalkan nya,ia sadar bahwa ini memang kesalahan nya,ia tak bisa mengontrol emosi nya


Yoonia masuk ke mobil nya ia berkali-kali memukul stir,ia merasa sakit dengan sikap Agus yang kasar,lalu ia segera melajukan mobilnya dan berhenti di sebuah restoran,ia merasa perut nya sedikit keroncongan,jujur saja ia belum makan dari pagi


Saat sedang menikmati makanan nya,Yoonia melihat seseorang yang seperti nya tidak asing,ia terus memperhatikan pria itu,sesekali pria itu melirik Yoonia karena merasa diperhatikan


“bukan kah dia pria yang mengantar Katrin pulang malam itu?” batin Yoonia dengan mata masih ke arah pria itu


“tidak salah lagi dia orangnya,tapi dilihat dari pakaiannya, sepertinya ia bukan pria berandalan,ia terlihat seperti bukan pria biasa”


Karena merasa terus terusan di perhatikan,pria itu mendekati Yoonia membuat Yoonia gelagapan saat berhadapan dengan pria itu


“apa ada yang salah nona?” tanya pria itu yang sudah berdiri di hadapan Yoonia


“ti tidak tuan” ucap Yoonia tanpa menatap pria itu


“apa aku berada di bawah? Tatap lah aku saat berbicara!” ucap nya dengan tegas membuat Yoonia mendongakkan wajahnya,menatap Pria itu dengan datar


“tidak tuan!” ucap Yoonia dengan lantang,ia terlihat sangat berani padahal jantung nya sudah berdegup kencang seperti akan keluar dari rongga nya


Pria itu hanya menatap Yoonia dengan tatapan entah lah!


Pria itu kemudian berjalan ke kasir lalu pergi begitu saja,Yoonia hanya mengerutkan keningnya melihat ke anehan pria itu,lalu tak lama kemudian Yoonia meminta pelayan untuk memberikan bill nya,namun pelayan itu mengatakan bahwa pria tadi sudah membayar semua makanan nya

__ADS_1


Yoonia terkejut,bahkan mereka tidak saling kenal,mengapa Pria itu repot repot membayar makanannya


__ADS_2