
Budayakan Like setelah baca ya, happy reading 😘
Mobil yang mereka tumpangi kini memasuki kawasan Rumah sakit,Yoonia masih di rangkul oleh Yunita berjalan di depan Regan dan Agus. “Kakak yakin bisa berjalan?” tanya Yunita kala melihat jalan Yoonia yang sedikit pincang itu karena Mike yang menyeretnya dengan kasar
“Tidak apa apa kakak bisa...” Yoonia masih bisa tersenyum tak ingin merepotkan adik nya itu,Agus yang tak tahan pun langsung mengangkat tubuh Yoonia dengan ala bridal style, pandangan mereka bertemu sejenak lalu Yoonia buru buru membuang muka tak ingin membuat hatinya lebih bergetar lagi
“A-aku bisa jalan sendiri...” tak hanya hatinya bahkan suara nya juga bergetar entah karena takut atau memang ia merasakan desiran saat bersentuhan dengan Agus. “Diam lah,agar lebih cepat sampai di ruangan Adaline...!” sedikit ketus Agus menjawab ucapan Yoonia namun itu membuat Yoonia hanya mengangguk pasrah hingga akhirnya Agus berjalan sambil menggendong Yoonia
Sedangkan Yunita berdiam diri menatap kakak nya dan mantan kakak ipar nya itu,ada rasa bahagia dan berharap kakaknya segera menemukan kebahagiaan nya dengan orang yang tepat,Regan yang melihat Yunita hanya berdiam diri pun menghampiri nya. “Kenapa hanya diam? Mau aku gendong seperti itu juga?” bisiknya di telinga Yunita
Plak!!!
Sebuah tamparan mendarat di lengan Regan tentu saja dari Yunita ia menatap sinis ke arah Regan. “Gak Sudi..!!!” ucap Yunita berlalu meninggalkan Regan yang hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. “Aku merindukan mu yang dulu...tapi aku juga suka dirimu yang sekarang,bisa jaga image mu..” akhirnya Regan berlari kecil menyamakan langkahnya dengan Yunita
Mulut Yunita masih ngerocos karena ucapan Regan yang seenak jidat memperlakukan nya,dulu Regan sangat merasa terganggu kala Yunita selalu mendekati nya bahkan ia rela gabung dengan teman teman Regan di kantin yang rata rata cowok,dia juga tidak mempedulikan image nya sebagai perempuan di hadapan Regan,bahkan ia terang terangan melabrak perempuan yang menyatakan perasaannya pada Regan,padahal ia tak memiliki hubungan apapun dengan Regan,Namun semuanya terhenti kala Regan memperkenalkan seorang perempuan cantik sebagai pacarnya,seketika Yunita berubah menjauhi nya bahkan rela melanjutkan kuliahnya di negeri orang dengan alasan ingin menemani kakak nya
Seseorang menabrak pundak Regan dari belakang membuyarkan lamunannya. “Maaf maaf...” ucap orang itu sedikit membungkuk kan badan nya,Regan pun tersenyum tipis setelah itu ia melanjutkan langkah nya yang terhenti
__ADS_1
Hingga Akhirnya mereka sampai di ruangan Adaline, sebelum memasuki ruangan itu Agus terlebih dahulu menurun kan Yoonia dari gendongan nya lalu membukakan pintu di ruangan VIP itu,pintu terbuka terlihat Adaline masih belum sadar meskipun benturan nya tidak terlalu keras namun mengingat usianya yang lebih tua dari orang tua Yoonia membuat keadaanya kini sangat lemah
Bunda Mira langsung memeluk Yoonia begitu Yoonia masuk sedangkan Brasmayanto sedang duduk di sofa dengan kepala Aaron yang berada di atas paha nya,Bocah tanpan itu tertidur karena terlalu lama menangis menanyakan keberadaan mommy nya,setelah melepaskan pelukannya Yoonia menghampiri Adaline,ia duduk di kursi samping brankar menggenggam tangan Adaline lalu mengusapnya dengan lembut
Kasih sayang yang Adaline limpahkan kepadanya dan Aaron selama ini membuat Yoonia kembali merasakan kasih sayang seorang nenek,Ia bahkan juga ikut andil membesarkan Aaron mengingat semua itu membuat cairan bening keluar menembus pipi Yoonia yang sedikit luka akibat siksaan dari Mike
Sedangkan Agus menghampiri Brasmayanto setelah ia mengalami ibunda Yoonia,Brasmyanto mengusap pundak Agus yang kini duduk di samping nya. “Terima kasih banyak...” tak lupa ia mengucapkan terima kasih pada Agus yang telah menyelamatkan Putri nya dari pria brengsek seperti Mike,Agus tersenyum lalu mengangguk lalu tangannya mengelus kepala Aaron yang kini tertidur dengan pulas
Merasakan ada yang mengelus rambut nya membuat Aaron mengerjapkan mata nya berkali kali melihat sosok di depannya ia ia ketahui sedang menjemput Mommy nya. “Ayah..?” dengan suara serak khas orang baru bangun tidur ia memanggil sang Ayah
“Mommy mana..?” Agus menatap Yoonia melihat itu Aaron Pun menatap ke arah yang sama. “Mommy...!!!” Aaron meloncat dari sofa langsung menghambur ke pelukan Yoonia yang sudah melentangkan kedua tangannya
“Kau baik baik saja?” Yoonia mengangguk namun di lihat dari luka di wajah nya sudah dapat disimpulkan dia tidak baik baik saja. “Daddy Mike yang melakukan nya?” Yoonia menatap dalam putranya bingung harus menjawab iya atau tidak mengingat Mike berlaku sangat baik pada Aaron,namun sedetik kemudian ia sadar bahwa semua nya hanya sandiwara
Yoonia mengangguk kepala nya. “Daddy Mike jahat...dia tidak baik untuk kita..Aaron mengerti?” Aaron mengangguk. “Grandpa tadi udah jelasin ke Aaron..” ucapnya menunjuk sang kakek,memang tadi kakek dan nenek nya menjelaskan pada Aaron bahwa Daddy Mike nya itu bukan orang baik awalnya Aaron tidak percaya namun dengan melihat sendiri luka di wajah Yoonia ia percaya jika Daddy Mike nya memang bukan orang yang baik
Yoonia kembali memeluk Aaron bahkan mencium seluruh wajah nya,tak terbayangkan oleh Yoonia jika nanti ia tak bisa bertemu lagi dengan putra semata wayangnya itu,Aaron melepaskan pelukannya. “Jadi sekarang Daddy Aaron hanya satu yaitu ayah Agus...” Ucapnya menatap Agus yang berada di belakang nya,dan yang ditatap pun hanya tersenyum lalu mengangguk
__ADS_1
“iya sayang..” ucap Bunda Mira nengelus puncak kepala Aaron. “Kalau begitu seharusnya kita bertiga tinggal serumah kan? Seperti bersama Daddy Mike dulu...?”
Deg!!
Yoonia dan Agus saling melempar pandang mendengar ucapan dari Aaron tak menyangka jika Aaron akan meminta hal seperti itu,menyadari ada nya kecanggungan Yunita dan Regan berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Aaron untuk pulang namun Aaron menolak. “Tidak mau...!! Kalau ikut uncle sama aunty nanti Aaron jadi pusing...!!!” tukas nya kekeh menolak ajakan dari uncle dan aunty nya itu
“Kenapa?” tanya Yunita sedikit mengerutkan keningnya,merasa bingung dengan jawaban keponakan nya itu. “Tentu saja,uncle dan aunty kan sering berantem,Aaron jadi pusing denger suara kalian..!!”
Jleb!
Heningsesaat.... hingga akhirnya orang di ruangan itu kecuali Yunita tak dapat menahan rasa tawa mereka,bahkan anak sekecil Aaron saja bosan mendengar pertengkaran Yunita dan Regan,Regan pun ikuy tertawa meski tidak keras namun Yunita malah cemberut. “Diam kau....!!” bentak Yunita pada Regan,tawa Regan begitu sangat menyiksa Yunita
“Aaron kalau gitu kita pulang berdua saja...oke?” bujuk Yunita lagi
“Tidak..!! Kalian jangan pergi berdua,itu berbahaya biar kan Regan mengantar kalian..” timpal Agus tak ingin jika Aaron dan Yunita mengalami kesulitan. “Tapi kak....”. belum selesai ia berbicara Brasmayanto pun memotong ucapan Yunita. “Agus benar kalian tidak bisa pergi berdua,ini sudah gelap..”
Akhirnya mau tak mau Yunita pasrah dengan keputusan Ayahnya,dan membiarkan Regan mengantar pulang mereka...“Tapi Aaron mau sama mommy..” ucapnya memeluk kembali Yoonia. “Nanti mommy pulang sayang,mommy harus di periksa dulu,anak ayah kan pemberani dan pintar,nurut ya...?” Ucap Agus dengan lembut memberi pengertian pada Aaron,Aaron mengangguk lalu meraih tangan Aunty dan Uncle nya. “Janji ya kalian jangan bertengkar nanti di mobil..?” ucapnya mengacungkan jadi kelingking nya. “Iya janji..” Yunita pun meraih jari kelingking Aaron menggunakan jari kelingking nya
__ADS_1
Akhirnya mereka pulang ber 3,Regan menggendong Aaron sedangkan Yunita berdiri disamping Regan dengan tangan yang menggenggam tangan Aaron,jika orang yang tidak kenal melihat mungkin mengira mereka adalah keluarga kecil