SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
kabar bahagia atau sedih?


__ADS_3

Siang nya Yoonia menelpon kedua orang tuanya untuk menyampaikan kabar bahagia ini,eh bentar ini kabar bahagia atau malah sebaliknya menurut orang tua Yoonia? Ah apapun itu tapi Yoonia tetap harus memberitahu kedua orang tua nya bukan?


Tak butuh waktu lama untuk menghubungi nomor bunda nya kini suara bunda nya sudah terdengar di telinga nya,bingung ingin memulai nya dari mana Yoonia hanya terdiam setelah menjawab salam dari sang bunda


“ada apa Nia? Kenapa hanya diam?” khawatir sang bunda karena Putri nya hanya diam membuat nya berpikiran yang tidak tidak


“bun? Nia hamil anak Mas Agus” ucapnya setelah mengembuskan nafas yang panjang


“haaa? Alhamdulillah nak ini kabar baik, Allah telah menitipkan anugrah kepadamu,ia tak ingin kau sendirian menjalani kehidupan mu disana” ucap sang bunda meskti terdengar Isak tangisan,entah Isak tangisan kebahagiaan atau kesedihan tapi yang jelas respon sang bunda berbanding terbalik dari perkiraan Yoonia


Ia kira sang bunda akan menangis dan tak terima karena ia hamil setelah resmi bercerai dari sang suami,namun respon sang bunda kali ini membuat Yoonia menangis bahagia,ia sangat bersyukur memiliki bunda yang sangat sempurna di matanya


Lalu setelah lama berbincang dengan sang bunda kini Yoonia terlelap di ranjang empuk nya juga dengan mata yang agak sembab karena meluapkan seluruh kebahagiaan nya dan kesedihannya,namun sang bunda meminta nya untuk tidak terlalu menangis karena itu akan mempengaruhi sang janin


Sedangkan di tempat lain Agus baru saja mengucapkan ijab kabul atas pernikahannya dengan Putri,ia sudah berjanji kepada Ariana akan menikahi mommy nya jika sudah berstatus duda,namun tak ada raut kebahagiaan diwajah Agus jika tidak berhadapan dengan Ariana

__ADS_1


Berbeda dengan Putri yang sangat bahagia saat menyambut tamu yang hadir di pernikahan nya,ia merasa telah menang karena berhasil membuat Agus Menikahi nya,ia tak tau bahwa Agus menikahinya karena telah disakiti oleh Yoonia


Setelah para tamu pulang kini Putri sudah menunggu Agus di kamarnya yang telah di hias sedemikian rupa layaknya kamar pengantin,namun yang ditunggu tunggu tak kunjung menunjukkan batang hidung nya membuat nya merasa kesal,bukan kah ini malam pertama nya? Lalu kemana sang suami pergi?


Lama tak datang membuat Putri merasa mengantuk lalu terlelap di ranjang king size itu,namun ditempat lain Agus juga terlelap namun bukan di kamar nya dan juga Putri melainkan di kamar Ariana,ia memilih tidur disana karena tak Sudi satu ranjang dengan Putri


Sudah ia katakan bahwa jangan berharap lebih dari pernikahannya ini,jadi bukan salah nya jika ia tak tidur satu ranjang dengan Putri,hingga pagi menyapa Agus terbangun karena suara dan sentuhan dari seseorang


“sayang bangun! Kenapa kau malah tidur di kamar Ariana bukan dikamar kita?” kini kedua tangan Putri terlipat di dada menandakan ia sedang kesal pada pria yang berstatus suami nya itu


“sial! Ku kira dia akan menerima ku seutuhnya!” umpat nya dengan menghentakkan kakinya ke lantai lalu ia duduk di ranjang menunggu Agus keluar dari kamar mandi berharap bisa membujuk suaminya itu untuk satu kamar dengannya


Namun bukannya diterima ia malah diusir dari kamar anak nya sendiri,kesal? Tentu saja ia bahkan pemilik rumah tapi ia harus diusir dan ia harus mengalah agar tetap satu rumah dengan suaminya itu, bagaimana jika nanti sang suami pindah rumah tanpa membawa nya? Bukan kah itu akan semakin kacau?


Hingga akhirnya ia memanggil beberapa asisten rumah nya untuk membersihkan kamar yang berada disamping kamar Ariana,hingga posisi nya kamar Ariana berada ditengah-tengah antar kamar nya dan Agus,tak masalah jika ia tak satu kamar dengan Agus ia akan melakukan banyak cara agar ia bisa satu kamar dengan Agus

__ADS_1


Lagi pula ia sudah mengundurkan diri sebagai model membuat nya lebih leluasa dirumah dan bisa menjalankan rencananya


Setelah sebulan menikah Agus menjadi sangat aneh,ia sering meminta asisten atau supir mencari atau membuat makanan yang tak terlalu di sukai oleh kaum pria seperti rujak misalnya,Agus yang tak suka makanan asam malah mendadak ingin makan makanan asam dan pedas


Berbeda dengan Yoonia yang sekarang sudah tidak terlalu menderita akibat morning sickness, ia tak memilih makanan juga atau menginginkan sesuatu seperti yang dialami perempuan hamil lainnya bahkan ia memakan apa saja yang disiap kan oleh Adaline


Hingga kini saat usia kandungan nya sudah mencapai 9 bulan kini Yoonia berada di ruang bersalin dengan didampingi oleh bunda dan Adeline,sedangkan ayah dan Yunita menunggu di luar ruangan sambil berdo'a agar kelahiran cucu nya berjalan dengan lancar,hingga tak lama ia mendengar suara tangis bayi membuat nya bernafas lega


Yoonia melahirkan seorang putra yang sangat tampan bagaimana tidak,ia memiliki seorang ayah yang juga sangat tampan tentu saja anak nya juga sangat tampan


Segala rasa syukur mereka ucapkan karena persalinan Yoonia berjalan lancar meskipun saat terakhir Yoonia menyebut kan nama Agus sesaat sebelum bayi itu lahir


“Apa kau sudah memikirkan nama untuk anakmu Nia?” tanya sang bunda saat sang cucu telah berada di pelukan Putrinya,Yoonia tersenyum menatap sekilas sang bunda lalu kini beralih menatap sang anak yang berada di dekapannya


“Aaron Pratama Adiwijaya”

__ADS_1


__ADS_2