
Budayakan like setelah membaca ya readers,Happy reading 🥰
Yoonia langsung melepaskan pelukannya,ia baru menyadari bahwa kini Mike hanya menggunakan handuk sepinggang,merah sudah wajah Yoonia lalu ia berbalik berjalan menuju ranjang,namun tangan nya ditahan oleh Mike,Mike menarik Yoonia hingga wajahnya terbentur pada dada bidang milik Mike
“Keras” batinnya, jari telunjuk nya kini menekan nekan dada bidang milik Mike,sejurus kemudian ia tersadar atas tindakannya.“astaghfirullah Yoonia!! Apa yang kau lakukan!!” mata nya kini tertutup menahan malu
“tidak apa apa,kau memiliki hak untuk menyentuhnya,bahkan seluruh tubuh ku pun boleh kau sentuh?” ucap Mike menaikkan kedua alisnya membuat Yoonia bergedik ngeri
Hendak menghindar namun pikiran kembali teringat pada ponsel Mike yang tidak bisa dihubungi “mana ponsel mu?” tanya nya dengan tangan yang kini mengudara
Mike mengerutkan keningnya menatap wajah Yoonia yang terlihat kesal “Kenapa?”
“Mau ku buang!! Gaada gunanya! Apa gunanya ponsel jika tidak bisa dihubungi!” ucapnya dengan tangan yang bersilang di dada,bibir tipis nya juga maju menandakan ia sedang merasa kesal
Mike yang gemas melihat bibir Yoonia pun langsung membungkam nya dengan bibir nya,tindakan yang membuat Yoonia melebarkan matanya,merasa tak mendapat penolakan dari Yoonia membuat Agus mencoba ******* bibir Yoonia dengan lembut membuat wanita itu hanyut dalam kenikmatan
Tangan Mike mini melingkar di pinggang ramping Yoonia, Sedangkan tangan Yoonia kini melingkar pada Leher Mike,kini mereka berjalan mundur dengan ****** yang semakin menuntut menuntun mereka ke ranjang king size
Mike menyusuri leher jenjang milik Yoonia hingga turun kebawah tepat di dua buah benda kenyal yang menggoda Mike dengan ukuran yang lumayan jumbo,tangan Mike mencoba membuka kancing piyama Yoonia namun ditahan oleh Yoonia,Mike menatap wajah Yoonia yang memelas sambil menggelengkan kepalanya
Mike merasa frustasi bangun dari ranjang lalu mengibaskan rambutnya dari belakang ke depan,ia mebuang nafas kasar lalu berjalan menuju ruang ganti,Yoonia pun merasa bersalah melihat raut kecewa di wajah Mike namun hatinya masih belum siap melakukan penyatuan dengan Mike meskipun ia sudah merasa nyaman dengan Mike,Yoonia bangkit lalu berjalan ke kamar mandi
__ADS_1
Di sisi lain kini Agus sedang bekerja sambil menunggu balasan dari Mike bahkan setiap kali ponselnya berdenting maka ia akan segera melihat ponselnya“seharusnya hari ini dia sudah sampai” dengan tatapan masihh melirik ke ponsel
“Jika benar Mr.Mike menikah dengan wanita j*lang itu maka keputusan Mr.Mike sangat lah tidak benar” ucapnya tersenyum sinis namun hati nya juga terasa tertusuk,jujur saja ia masih menaruh perasaan pada Yoonia
Ting!
Bosan karena merasa di kerjai oleh keadaan,ia tak begitu berharap bahwa itu pesan dari Mr.Mike karena sedari tadi setiap ponselnya berdenting hanya pesan dari sopir nya yang diminta untuk mengawasi Ariana dan juga Putri karena ia sedikit curiga dengan Putri yang selalu keluar malam padahal ia sudah tidak berprofesi sebagai model lagi
Setelah lama berkutat dengan layar monitor akhirnya ia bisa meregangkan otot ototnya yang terasa kebas,lalu matanya melirik ke ponsel nya segera ia membuka benda penting itu
“[I have arrived in Indonesia]”
Isi pesan dari Mike yang membuat lengkungan di bibir Agus
“[When do you have time to meet?]”
“[kapan anda punya waktu untuk bertemu?]”
“[I'll let you know later]”
“[Nanti akan saya kabari]”
__ADS_1
“[Okay thank you]”
“[Baiklah,terima kasih]”
“Baiklah,sebentar lagi aku akan tahu apa hubungan kalian berdua!” ucapnya tersenyum sinis,sungguh Agus terlihat sangat membenci Yoonia saat ini, meskipun ia juga masih mencintainya namun rasa itu tertutup oleh rasa kecewa dan marahnya pada Yoonia
Di Rumah sakit kini Bunda Mira sudah selesai mengemas barang barangnya dan bersiap untuk keluar dari rumah sakit,baru saja turun dari brankar tiba tiba pintu diketuk dari luar
Tok tok tok
Ceklekk!
Terpampang lah wajah tampan dokter Regan yang sudah beberapa Minggu ini di hindari oleh Yunita “Eh nak Regan” ucap Bunda Mira,Regan tersenyum sambil sesekali melirik Yunita yang sedang merangkul lengan sang bunda namun Yunita selalu saja membuang pandangan,tak Sudi rasanya menatap Pria yang menyakiti perasaannya
“Selamat Tante,akhirnya bisa pulang ya,semoga cepat pulih” ucapnya sambil meraih tangan Bunda Mira. “Terima kasih nak Regan sudah memantau kondisi tante” bunda Mira pun menyambut Saliman tangan dari Regan
“untuk calon mertua,apa yang tidak?” Yunita mengerutkan keningnya, bingung dengan maksud ucapan Regan,calon mertua katanya? Apa dia akan menikahi kak Yoonia? Atau aku? Tidak tidak Nita!! Kenapa kau sangat percaya diri?” tak ia sadari kini kepala nya bergerak ke kiri dan kanan yang menarik perhatian orang yang ada disana
“apa Putri Tante yang satu ini sedang sakit? Kenapa kepalanya bergoyang goyang padahal tidak ada musik disini?” semua orang disana terlihat melipat bibir menahan agar tawa mereka tidak pecah,mereka tahu Yunita sejak masih sekolah sudah naksir berat dengan dokter tampan yang ada dihadapan merek sekarang
“apa katamu!!!”
__ADS_1