
Setelah puas bermanja dengan Yoonia,Agus pergi untuk mencari makanan, karena sejak tadi siang ia belum makan, mengingat hari hampir gelap,ia meminta Yoonia untuk menjaga Ariana Lalu tak lama Ariana terbangun membuat Yoonia cepat cepat menghampiri nya
“Hai Ana? Sudah lama tak bertemu,kau merasa baikan sekarang?” ucapnya lembut hendak mengusap kepala Ariana namun ditolak oleh gadis kecil itu
“Dimana Daddy? Ana mau nya sama Daddy,gamau sama aunty!” ucap gadis kecil itu membuat Yoonia sedikit terenyuh,namun ia berpikir mungkin karena sedang sakit jadi mood nya berubah ubah
“daddy mu sedang mencari makanan,sebentar lagi akan kembali” ucapnya lembut lalu menarik kursi yang ada di samping dan duduk disana
Lama terdiam,akhirnya gadis kecil itu buka suara
“kenapa aunty jahat masih nempel sama Daddy?”
Deg!
Apa maksudnya? Kenapa Ariana menyebutnya aunty jahat? Pikir Yoonia karena selama ini Ariana sangat suka padanya
“kenapa Ana menyebut Aunty jahat? Apa aunty melakukan kesalahan kepada Ana?” tanya Yoonia pelan,ia takut salah bicara dan membuat Ariana semakin marah
Ariana mengangguk polos “Aunty ingin melebut Daddy dali Ana kan? Aunty sangat jahat!” ucapnya lagi
__ADS_1
Deg!
Kembali hatinya merasa dirobek oleh ucapan yang keluar dari mulut gadis mungil itu,entahlah mungkin karena selama ini Ariana selalu bersikap baik kepadanya membuatnya sedikit sakit saat Ariana melontarkan kata kata kasar kepadanya
“tidak begitu sayang, bagaimana mungkin aunty mau merebut Daddy darimu?” ucapnya menenangkan Ariana
“bohong! Buktinya Daddy dan mommy tidak pelnah belsatu,pasti semua nya gala gala aunty! Iyakan?”
Glek!
Kali ini ia sudah sangat kesulitan menelan Saliva nya,tidak tau harus menjawab apa,tidak mungkin ia mengatakan bahwa mommy dan daddy-nya tidak pernah menikah,dan dia adalah anak diluar nikah
Kalang kabut menyelimuti hati Yoonia,ia bingung harus berbuat apa,lalu ia mendekati Ariana hendak memberi sebuah pelukan hangat namun ditepis oleh Ariana,terlihat sekali gadis itu sangat membenci nya membuat Yoonia tidak dapat menahan air mata,ia sangat menyukai anak kecil terlebih Ariana meskipun ia adalah anak suaminya dengan wanita lain
Gadis itu sedikit diam dan tertunduk seperti memikirkan sesuatu,tak lama kemudian ia mengangkat kepalanya lalu mengucapkan sesuatu yang membuat Yoonia mendadak lemahh dan hampir saja jatuh ke lantai
“bialkan Daddy dan mommy Ana hidup bahagia,dan aunty pelgi jauh jauh jangan pelnah kembali!”
Tegas,penuh amarah ucapan gadis itu kepada Yoonia,Yoonia memilih duduk di sofa sembari memikirkan ucapan Ariana,harus kah ia menolak? Tapi bagaimana nasib gadis kecil itu? Bagaimana jika nanti mentalnya terganggu?
__ADS_1
Dan Agus? Bagaimana nanti Agus jika ia meninggalkan nya,ia bahkan sudah berjanji kepada Agus tidak akan pernah meninggalkan nya jika bukan Agus yang meminta
Tak lama terdengar suara pintu dibuka,segera Yoonia menyeka air mata dan masuk ke toilet untuk mencuci wajah nya sebelum Agus melihat wajahnya yang sendu
Saat Agus masuk ia hanya melihat punggung Yoonia yang sudah masuk ke dalam Toilet diruang VVIP itu,lalu pandangan nya beralih ke Putri kecilnya yang tersenyum lebar melihat daddy-nya datang dengan beberapa makanan
“daddy!” ucap nya hendak duduk, dengan cepat Agus menghampiri nya dan membantunya duduk,mengingat infus masih melekat di tangannya
“sudah sadar?” kini tangan nya mengelus puncak kepala Ariana dan dibalas anggukan polos dari gadis kecil itu
Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka dengan kasar membuat Agus dan Ariana menoleh melihat siapa yang datang,dan siapa lagi kalau bukan Putri Delia Abraham ibu dari Ariana
Putri langsung memeluk tubuh mungil Ariana membuat Agus sedikit bergeser,tak ingin bersentuhan dengan wanita yang sangat ia benci,padahal ia lah ibunya namun ia sama sekali tidak tahu menahu tentang keadaan anaknya
“Are you okay, honey?” ucapnya melerai pelukannya, terlihat air mata mengalir dari sudut mata nya namun tak membuat Agus bersimpati sedikit pun,entah lah menurutnya semua yang ada pada putrinya hanyalah dusta
Lalu Ariana memanggil daddy-nya untuk mendekati nya dan mommy nya dengan berat hati Agus mendekat,ingin menolak namun mengingat kondisi Ariana ia membuang rasa bencinya kepada Putri,kini Putri dan Agus berdiri berdampingan lalu Ariana menggenggam tangan Daddy dan mommy nya lalu menyatu tangan mereka bertiga
Terlihat raut kebahagiaan dari wajah Putri atas tindakan anaknya itu,namun Agus malah terlihat menahan amarah,selama ini ia bahkan tak ingin berbicara kepada Putri namun sekarang tangannya malah bersentuhan
__ADS_1
“belsatu lah demi Ana” ucap gadis itu membuat Putri dan Agus saling pandang dengan wajah Putri yang tersenyum sedangkan Agus memasang wajah datarnya,hendak menarik tangannya kembali namun di urung karena kini Ariana menatap mereka dengan mata yang mengembun membuat Agus tak berkutik
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dari balik pintu,mata yang kini sudah bercucuran air mata dengan pelan menutup pintu agar tidak terdengar oleh orang yang berada di luar,Kini Yoonia jongkok dibalik pintu dengan menahan sesak di dada,melihat dan mendengar penuturan gadis kecil itu yang meminta ayah dan ibunya bersatu membuat Yoonia sakit,kini keputusan nya sudah bulat,ia harus memberi kebahagiaan kepada gadis kecil itu