
Yoonia yang melihat Ariana merasa ketakutan langsung memberi kode kepada Agus untuk menahan emosinya
“tahan emosi mu,Ariana ketakutan” ucap Yoonia membuat Agus tersadar akan kehadiran Ariana
“sayang, kesini” ucap Yoonia melambai ke arah Ariana,saat gadis kecil itu hendak mendekat tiba tiba tangan Putri menghalangi tubuh nya
“sayang,jangan dekati aunty ini,dia sangat jahat!” ucap Putri blak blakan, sedangkan Ariana hanya kebingungan mendengar ucapan mommy nya,pasalnya Yoonia tidak pernah berbuat jahat kepadanya
“Putri! Jaga ucapan mu! Jangan mengotori pikiran Ariana!” ucap Agus dengan tangan mengepal,Yoonia mencoba menenangkan Agus dengan mengatakan bahwa ia tidak apa apa
“tapi aunty Nia baik kok cama Ana” ucap Gadis polos itu memandang Mommy nya dengan sedikit mendongak
“mommy bilang gak boleh ya gak boleh! Ayo pulang!” ucap Putri menarik tangan Ariana dengan kasar, sedang kan gadis kecil itu memberontak sambil meringis kesakitan
“cakitt mommy,Ana mau cama Daddy aja!” ucap gadis itu berharap mommy nya melepaskan tangannya
“Putri! Lepaskan Putri ku!” ucap Agus mencengkeram erat bahu Putri hingga wanita itu berhenti,Yoonia merasa sedikit tertusuk mendengar Agus memanggil Ariana sebagai Putri nya
Ia memang menyukai gadis kecil itu tapi ia juga merasa sakit mendengar ucapan Agus,egois? Entahlah! Tapi ada rasa iri karena ia harus terpisah dari Agus dan tidak memiliki anak dengan Agus,kini Yoonia hanya terdiam melihat Agus yang berusaha mengambil Ariana yang sedang menangis dari cengkeraman Putri
Lalu Putri menyerah karena beberapa penghuni disana menatap mereka yang berebut seorang gadis kecil,sedangkan gadis kecil itu terus saja meminta untuk bersama Daddy nya
__ADS_1
Putri melepaskan cengkraman nya dari Ariana lalu memilih pergi,namun baru saja melangkah Putri pun berhenti dan berbalik
“Baiklah kalau kau memang memilih pelakor itu dari pada ibu dari anakmu!” ucap Putri lantang, seperti nya ia sengaja mengatakan itu didepan orang orang agar Yoonia di cap sebagai wanita yang tidak baik
“Jaga ucapan mu putri! Kau yang..” ucapan Agus terpotong saat Yoonia menyentuh pundaknya lalu menggeleng, mengisyaratkan untuk tidak melanjutkan pertengkaran ini
Agus dan Yoonia berbalik menuju apartemen Agus dengan Ariana berada di pelukan Agus, sedangkan Putri terus saja berkoar menjelek jelekan Yoonia agar orang orang disana bersimpati kepada nya dan memandang rendah kepada Yoonia
Rencana nya berhasil,kini tatapan orang orang disana sangat tajam ke arah Yoonia,bahkan ada yang menyindir Yoonia sebagai perusak rumah tangga orang,padahal Putri lah yang merusak Rumah tangga nya dengan Agus, meskipun begitu ia tetap memperlakukan Ariana dengan baik
Setelah masuk ke apartemen nya,Agus segera membawa Ariana ke sofa,lalu Yoonia datang dengan segelas air putih lalu memberikan nya kepada Ariana,gadis itu masih saja menangis dan menunjuk kan Pergelangan tangan nya yang memerah akibat cengkraman dari Putri
“mommy jahat!” ucap nya menangis di pelukan Agus
“tenang lah sayang,kan ada Daddy?” ucap Agus menenangkan gadis kecil itu,lalu Yoonia duduk disamping Agus lalu mengusap pelan pundak gadis kecil itu
Ariana lalu berbalik dan melihat Yoonia,ia lalu beralih dipelukan Yoonia,Yoonia mengusap pelan pundak Ariana hingga gadis itu tertidur di pangkuannya
Setelah melihat Ariana yang tertidur pulas,Yoonia mengangkat tubuh Ariana lalu meletakkan nya di ranjang,tak lupa ia mengusap puncak kepala gadis kecil itu
“kasihan sekali kamu nak,masih kecil tapi ibu mu tidak memperhatikan mu”ucap Yoonia masih mengusap puncak kepala Ariana
__ADS_1
Agus yang berada diambang pintu hanya melihat dari kejauhan,ia sangat kasihan pada Putri nya itu yang jarang mendapat kasih sayang dari ibu nya
“andai saja Ariana adalah putriku dan Yoonia,pasti kami menjadi keluarga yang sangat bahagia saat ini” batin Agus
Ditempat lain Putri sedang meluapkan kekesalannya pada minum minuman beralkohol disebuah bar,ia merasa marah karena Yoonia yang sudah kembali padahal ia belum mendapatkan Agus,lalu anak nya lebih memilih Yoonia dari pada dirinya
Putri terus saja meneguk minuman itu,hingga saat akan meneguk gelas terakhir,tangan nya di cengkram oleh seseorang
“ada masalah?” ucap pria itu,seketika Putri menatap pria itu
“kau? Bagaimana kau tau aku disini?” ucap Putri yang sedikit mabuk namun kesadaran nya masih utuh
“kebetulan saja” ucap pria itu yang tak lain adalah Ari
“kau baru saja pulang tapi sudah mendapatkan masalah,katakan apa masalah mu?” tanya Ari menepikan rambut Putri dan menyelipkannya di belakang telinga
“Yoonia kembali! Ia kembali ke pelukan Agus dan Ariana!..”
“apa? Kenapa dengan Putri kita?” ucap Ari khawatir mendengar nama Ariana disebut
Tunggu? Jadi maksudnya Ariana adalah anak Ari dan Putri? Bagaimana bisa?
__ADS_1