
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore,setelah bermain main dengan Ariana kini Agus mengantar nya pulang karena dari tadi ia terus meminta untuk bertemu mommy nya, mungkin ia sangat merindukan mommy nya yang kadang pulang 2 hari sekali,Agus pun melaju mengantar Putri nya itu pulang kerumah mommy nya,ia menurunkan Putri nya didepan gerbang lalu meminta penjaga untuk membawa putri nya masuk kerumah,setelah melihat Putri nya masuk kerumah sopir pun melaju kan kendaraan atas perintah Agus
Ia kembali ke apartemen nya dengan langkah gontai memasuki kamar nya,ia berhenti di ambang pintu melihat sekeliling ruangan itu lalu ia mengingatkan momen kebersamaan satu malam nya dengan Yoonia,lalu ia berjalan menuju ruang kerja nya,disana lah tempat ia menaruh barang barang seperti foto pernikahan nya dengan Yoonia,ia menatap foto berukuran kecil yang terletak di meja kerja nya begitu berat ujian yang ia dan Yoonia hadapi,ia teringat belum mengetahui nomor dan tempat tinggal Yoonia,segera ia merogoh ponsel yang ada di saku jas nya lalu menelpon orang suruhan nya untuk mencari informasi tentang Yoonia
Di apartemen Yoonia,ia sedang makan malam dengan keluarga nya lalu Katrin dan Lora karena setelah makan malam keluarga nya akan pulang, keluarga nya juga meminta Yoonia untuk pulang dan membawa Katrin dan Lora juga,namun Yoonia menolak nya dan berjanji akan sesering mungkin datang ke rumah nya,setelah makan malam keluarga Yoonia pun pulang tak lupa mereka kembali berpelukan hangat dengan Yoonia
Setelah keluarga nya pulang Katrin langsung menanyakan keberadaan nya semalam,dengan nafas berat Yoonia menceritakan yang terjadi antara dia dan Agus
“Jadi suami mu tau bahwa kau belum menikah?” tanya Katrin memastikan dan di jawab anggukan oleh Yoonia, Katrin pun mengangguk mengerti,lalu tatapan nya berhenti pada tangan Yoonia
“ada apa dengan tangan mu? Kenapa sampai merah seperti ini?” tanya Katrin melihat tangan Yoonia yang merah dan berbentuh seperti tangan seseorang
“Ooh ini?” ucap Yoonia gelagapan mencari alasan
“apa dia menyakiti mu? Kenapa dia kasar? Apa dia memang kasar dari dulu?” pertanyaan beruntun Katrin membuat Yoonia bingung lalu hanya menggeleng
“dulu dia sangat lembut, seperti nya dia berubah semenjak aku pergi meninggalkan nya” ucap Yoonia mengusap tangan nya yang sedikit sakit
“Aku jadi penasaran dengan suami mu itu” ucap Katrin lalu berdiri mengambil kotak P3K dan mengoleskan salep pada tangan Yoonia
“dia meminta ku untuk kembali,apa aku harus menerima nya?” tanya Yoonia pelan pelan ia takut Katrin marah,ia tak ingin Yoonia kembali terluka
__ADS_1
“Jika yang kau ceritakan tadi itu benar,aku rasa tidak masalah memberi nya kesempatan,tapi anak itu? Apa kau baik baik saja dan mau menerima anak itu?” tanya Katrin membuat Yoonia terdiam sejenak,jujur saja ia tak masalah dengan Ariana meskipun setiap melihat Ariana ia akan teringat kejadian malam itu,tapi ia memikirkan apa Ariana akan menerima nya,ia takut Ariana akan membenci nya karena berpikir ia mengambil Daddy nya dari mommy nya
“sudah lah jangan terlalu di pikir kan,oiya aku minta tolong jagain Lora ya,aku ada janji sama teman teman ku?” ucap memelas pada Yoonia,Katrin memang sedikit nakal setelah bercerai dari suami nya,namun ia sangat tulus membantu Yoonia membuat Yoonia menepikan kenakalan Katrin
“jangan pulang terlalu larut dan jangan terlalu mabuk!” ucap Yoonia sedikit tegas agar Katrin menurut pada nya,Katrin pun mengangguk lalu berlari ke kamar nya untuk bersiap siap
Tak lama kemudian ia keluar dengan menggunakan rok hitam mini dan tanktop dan blazer crop yang memperlihatkan perut nya yang ramping,Yoonia yang sudah terbiasa dengan pakaian teman nya itu tak ambil pusing,lalu Katrin keluar dengan anggun saat akan keluar dari pintu ia sedikit membungkuk menyilang kan kedua kaki nya
“saya undur diri dulu tuan Putri” ucapnya membuat Yoonia terkekeh
Laki Yoonia teringat Lora,dimana gadis kecil nya itu?
Sementara Katrin yang sedang terburu buru berlari menuju lift,saat hampir sampai di lift ia tak sengaja menabrak seorang pria yang baru saja keluar dari lift
“shit! Jalan itu lihat lihat!” ucap nya tanpa melihat pria itu dan langsung mengambil tas nya yang terjatuh di lantai,saat akan pergi sebuah tangan kekar mencekal tangan nya
“hei apa yang...” ucap nya terhenti melihat pria tampan di depan nya,ia terdiam melihat ketampanan pria itu
“kau yang menabrak ku karena kau berlari,kenapa kau menyalahkan ku?” ucap pria itu yang tak lain adalah Agus, setelah ia mendapat kan informasi tentang Yoonia dari orang suruhan nya,ia segera melaju ke apartemen Yoonia
“Ma-maaf kan aku” ucap Katrin tersenyum menggoda lalu menyelipkan rambut nya dibelakang telinga,Agus yang melihat nya merasa jijik,ia sering menemukan gadis mu rahan seperti wanita yang berada di hadapan nya,lalu ia segera meninggalkan wanita yang ada dihadapannya itu
__ADS_1
Melihat itu Katrin sedikit mencebik melihat penolakan Agus,bahkan tidak ada satu orang pria pun yang menolaknya,namun ia masih memuji ketampanan Agus,seketika ia teringat bahwa ia sedang mengejar waktu dan langsung masuk ke lift
Yoonia yang hampir terlelap di kamarnya harus terbangun mendengar suara bel apartemen nya,ia dengan langkah gontai berjalan menuju pintu
“siapa sih? Apa Katrin kembali? Tapi kenapa dia tidak langsung masuk saja,bukan kah dia tahu password nya?” ucap Yoonia dengan kaki masih melangkah
Ceklek!
“sia.. emmmmptthhh!” belum ia melanjutkan ucapannya bibir Yoonia sudah dibungkam oleh bibir Agus,Yoonia memukul dada Agus karena ia kehabisan nafas,Agus yang seperti kesetanan tak mempedulikan pukulan Yoonia,sampai ia merasa sesak karena kehabisan nafas,dan melepas kan bibirnya dari bibir Yoonia
“kau? Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana bisa kau tau apartment ku?” tanya Yoonia beruntun,sedangkan Agus hanya tersenyum menyeringai melihat kancing piyama Yoonia terlepas
Yoonia mengikuti tatapan Agus yang mengarah ke dada nya lalu segera menyilang kan tangan nya di dada
“Apa yang kau lihat? Jangan macam macam ya!” ucap Yoonia memicingkan mata nya
“kenapa kau suka sekali menggoda ku?”
Deg!
Ucapan Agus tepat di telinga nya membuat Yoonia bergedik ngeri,ia teringat saat Agus dengan buas memasuki nya,saat termenung ia dikejutkan dengan Agus mengecup leher nya bahkan meninggalkan bekas tambahan disana membuat Yoonia menjerit,Agus yang mendengar jeritan Yoonia pun tersenyum menyeringai
__ADS_1