
“Aku merindukan mu” ucap Agus membenamkan wajah nya di leher Yoonia,lalu mencium nya dan beralih ke bibir Yoonia,Yoonia tidak bisa melakukan apapun karena tangannya sudah di genggam oleh Agus
“Lepas kan aku Agus!”
“Kau harus menjadi milikku seutuh nya Yoonia! Takkan ku biar kan siapa pun menyentuh mu!”
Yoonia takut,sangat takut mendengar ucapan Agus,ia tak ingin terjadi hal hal yang tak di inginkan,ia memohon kepada Agus untuk melepaskan nya,namun Agus seperti orang tuli tak menghiraukan ucapan Yoonia
Agus kembali menghujani tubuh Yoonia dengan kecupan,ia bahkan meninggalkan bekas merah pada leher dan dada Yoonia,segera ia membuka paksa pakaian Yoonia hingga terlihat dua benda kenyal yang masih tertutup tempurung lembut
“Tidak!” ucap Yoonia memberontak
“Diam! Atau ku sakiti kau!” ucap Agus yang kini diliputi gairah yang tak tertahan kan
“Agus kita sudah memiliki keluarga masing masing,tolong pikirkan mereka juga!” ucap Yoonia berusaha menyadar kan Agus
“Kita? Hanya kau! Kau yang memiliki keluarga,sedang kan aku? Aku masih sendiri dan masih menunggu mu!” ucap nya membuat Yoonia terdiam,ia masih bingung dengan ucapan Agus yang mengatakan belum memiliki keluarga namun sudah memiliki anak bersama Putri
“Apa maksud mu?”
“Aku memang menjadi Ayah Ariana tapi tidak menjadi suami Putri! Aku tidak menikahi nya karena masih mencintai mu!” ucapnya sontak membuat Yoonia terdiam bak batu,Yoonia menangis mendengar ucapan Agus yang masih setia menunggu nya,namun seketika ingatan nya pada malam pertama nya itu membuat rasa bersalah nya hilang
Agus membuka kancing kemeja nya satu persatu,Yoonia yang melihat itu hanya memejamkan mata nya,dengan Air mata yang sudah mengalir melewati pipi nya,ia terus memohon kepada Agus untuk melepaskan nya,setelah melepas seluruh pakaian nya Agus kini melepas paksa pakaian Yoonia,hingga kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benang
Agus terus mencumbui Yoonia hingga sesekali Yoonia mengeluarkan suara yang terdengar merdu di telinga Agus yang membuat Agus tersenyum puas,Agus memasuki Yoonia namun ia sedikit terkejut Yoonia masih sempit
“Sh*t! Virgin? Apa dia membohongi ku? batin Agus
hingga Agust berulang kali mencoba nya hingga berhasil,membuat Yoonia menjerit kesakitan
Setelah pelepasan dan beberapa kali permainan,Agus tersungkur disamping Yoonia,sedangkan Yoonia hanya menangis seperti melakukan kesalahan terbesar karena sudah kehilangan mahkota nya,padahal Agus masih berstatus suami nya
Karena terlalu lama menangis Yoonia pun terlelap,Agus yang terbangun melirik Yoonia yang sudah terlelap lalu menarik tubuh Yoonia ke pelukan nya,sesekali ia mengecup puncak kepala Yoonia
“Terima kasih karena sudah memberikan hak ku” ucapnya mendarat kan kecupan di bibir Yoonia,Namun ia masih bingung kenapa Yoonia masih Virgin? Apa dia tidak melakukan hubungan suami istri dengan suaminya? Atau dia tidak pernah menikah?
Ia menepis pikiran nya dan segera tidur,pertanyaan nya bisa ia tanya kan kepada Yoonia besok
__ADS_1
Pagi pun tiba Yoonia berusaha membuka mata nya yang silau karena cahaya matahari yang masuk menerobos Gorden,Ia meringis kesakitan karena merasa kan nyeri pada bagian inti nya,lalu ia menoleh ke samping melihat seorang pria yang tengah terlelap,ia melihat wajah pria itu yang damai
Yoonia mengusap Pipi Agus, sesekali Air mata nya menitik mengingat pengkhianatan suami nya,saat akan menyentuh bibir Agus tiba tiba tangan Agus mencekal tangan nya,membuat Yoonia tersentak kaget
“Diam diam mengagumi wajah ku?” ucap Agus membuka matanya,Yoonia langsung membalikkan wajah nya ,namun kembali ia merasakan nyeri,membuat Agus bangun dan hendak menyingkap selimut memeriksa tubuh Yoonia,namun Yoonia langsung menghentikan pergerakan tangan Agus
“Jangan dibuka!” ucap Yoonia berdecak kesal,tentu saja ia merasa malu walaupun Agus sudah melihat seluruh tubuh nya
“kau merasa malu?” tanya Agus terkekeh melihat wajah Yoonia yang memerah
“diam lah!” ucap nya bergerak hendak ke kamar mandi dengan selimut masih menempel di tubuh nya,namun Agus segera menggendong nya menuju ke kamar mandi
“lepas kan! Apa yang kau lakukan!” ucap nya memberontak memukul dada bidang Agus
“Mandi bersama.” ucap nya santai,sontak membuat mata Yoonia melebar
“enggak!”
“mau mandi bareng atau aku hukum lagi?” tanya nya membuat Yoonia bergedik ngeri,ia masih merasakan nyeri pada bagian inti nya tapi Agus malah ingin menghukum nya
Yoonia hanya diam menerima perlakuan Agus,entah lah ia memang masih marah namun ia juga suka dengan perlakuan Agus yang manis tapi juga kasar
Agus baru saja dari dapur,ia meminta bik Jum membuat kan sarapan untuk nya dan Yoonia,ia kembali kekamar nya dengan menggunakan baju santa,ia tersenyum melihat Yoonia mengenakan pakaian nya yang terlihat seksi
“jangan menatap ku begitu!” ucap Yoonia merasa risih karena Agus menatap nya dengan senyuman entahlah! Ia hanya tak ingin Agus kembali mengambil kesempatan
“Ayo sarapan!” ucap nya menarik tangan Yoonia dan segera ditepis oleh Yoonia,lalu tanpa basa basi ia menggendong tubuh Yoonia
“Agus!”
“Makanya jangan menolak ku.” ucapnya terkekeh
Setelah sampai di meja makan,ia mendudukkan Yoonia di kursi,Bik Jum merasa tidak asing melihat wajah Yoonia,ia seperti pernah melihat nya,lalu ia teringat pada foto yang ada di kamar Agus,foto pernikahan Agus dan Yoonia,Bik Jum tersenyum menyapa Yoonia,Yoonia hanya membalas nya dengan senyum kikuk
“Selamat Pagi nyonya,anda sangat cantik?” ucapnya membuat Yoonia melirik ke arah Agus dan kembali tersenyum kepada Bik Jum
Tak lama bel berbunyi,Bik Jum yang sedang di dapur untuk menyiapkan beberapa makanan lagi pun tak mendengar bel tersebut,kemudian Agus berjalan menuju pintu dan membuka nya,setelah itu gadis kecil langsung memeluk Agus
__ADS_1
“Daddy!” ucap gadis itu memeluk kaki Daddy nya
“Ariana? Kau disini?” tanya nya pada gadis kecil itu,ia sedikit terkejut melihat Putri nya pagi pagi sudah datang ke apartemen nya,ditambah lagi Yoonia sedang berada di apartment nya
“loh kok aunty Nia juga disini?” ucap gadis polos itu melihat Yoonia berdiri di belakang Daddy nya
”telus kenapa aunty Nia pakai pakaian Daddy?” ucap gadis itu membuat Yoonia harus memutar otak mencari alasan,karena tak mungkin memberitahu alasan sebenarnya, dikarenakan masih kecil dan takut Ariana memberitahu mommy nya yang tidak tidak
“Riana,emmm aunty kesini karena ada urusan kerja dengan Daddy mu,teerus tadi pakaian aunty kotor jadi minjem pakaian Daddy kamu dulu,gak papa kan?” ucap Yoonia berusaha membuat gadis kecil itu mengerti,Gadis kecil itu sedikit mengerutkan keningnya lalu mengangguk
“Tapi apa ini?” ucap gadis itu menunjuk ke arah leher Yoonia yang terdapat bekas kelakuan Agus,Yoonia segera menutupi lehernya dengan menaikkan kerah pakaiannya
“ooh ini di gigit nyamuk sayang!”
“kau sudah sarapan?” tanya Yoonia mengalihkan pembicaraan memegang bahu gadis kecil itu,gadis kecil itu menggeleng dengan bibir manyun
“haha kau lucu sekali,Ayo kita sarapan?” ajak Yoonia menggendong Ariana,membuat Agus tersentuh,ia bahkan berpikir bahwa Yoonia akan membenci Gadis kecil itu
Yoonia menyuapi Ariana dengan sangat telaten,ia sudah terbiasa karena menjaga Lora dari kecil,Riana merasa nyaman dengan Yoonia yang selalu baik kepada nya
“Aunty,kak Lola dimana?” ucap nya celingak-celinguk melihat sekitar ruangan
“kak Lora di rumah,ia bersama mommy Katrin.”
“Mommy Katrin?” tanya gadis kecil itu
“iya yang kemarin bersama aunty dan kak Lora di cafe”
“aah iya Ana sudah ingat” ucap nya mengangguk beberapaa kali,Membuat Yoonia semakin gemas,Sedang kan Agus hanya menyimak percakapan mereka
“Lalu dimana lelaki aunty?” tanya gadis kecil polos itu,membuat Yoonia menyeringit dahi
“maksud mu?” tanya Yoonia tak paham
“Iya,mommy bilang setiap anak pasti memiliki ayah,dan setiap Mommy pasti memiliki lelaki yang di sebut.. apa ya namanya” ucapnya dengan jari mengetuk pipinya sambil mengingat ucapan mommy nya
“suami?” terka Yoonia
__ADS_1
“Ahh iya suami! Dimana suami aunty?”
Deg!