
Pertanyaan anak itu membuat Yoonia menghentikan gerakan tangan nya yang hendak menyuapi gadis itu,lalu matanya menoleh ke arah Agus yang juga menatap nya seolah menunggu jawaban
“Aah suami aunty sedang kerja di tempat yang jauh” ucapnya tersenyum sambil menyelipkan rambut nya di belakang telinga
gadis kecil itu hanya mengangguk tanda mengerti,ia ingin bertanya kembali namun Agus menyuruh nya untuk tidak menganggu Yoonia,jujur saja Agus merasa sakit mendengar cerita yang menyangkut pernikahan baru Yoonia
Lalu ia kembali teringat pada pergulatan nya dengan Yoonia kemarin malam yang membuat nya bingung kenapa Yoonia masih sempit,sedangkan ia sudah menikah,ingin bertanya tetapi Ariana masih disana
Setelah selesai sarapan Agus meminta bik Jum untuk menemani Ariana bermain karena ia ingin berbicara kepada Yoonia,bik Jum mengangguk dan membawa Riana bermain,sedang kan Agus meminta Yoonia masuk ke kamarnya,meski sempat menolak namun Yoonia kemudian menuruti nya
“Ada apa?” tanya Yoonia yang baru saja masuk dan menutup pintu kamar Agus,Agus langsung menarik Yoonia dengan kasar hingga Yoonia meringis kesakitan
“jawab dengan jujur jika tak ingin ku hukum!” ucapnya menarik rambut Yoonia,sedangkan Yoonia hanya meringis kesakitan sambil mengangguk
“apa kau sudah menikah?” tanya Agus dengan wajah datar nya,Yoonia hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara dengan tangan masih memegang tangan Agus yang menarik rambut nya
“benarkah? Sudah berapa lama? Tanya Agus dengan memicingkan matanya
“ti tiga ta tahun” ucap Yoonia terbata bata merasa tenggorokan nya tercekat
“jangan berbohong padaku!” ucap Agus dengan tangan sebelah mencekik Yoonia
“Aa gus,ka kau me nya kiti ku” ucap nya terbata bata,wajah nya kini mulai memerah,Agus segera melepaskan tangan nya dari leher Yoonia,sontak Yoonia menghela nafas dengan memegangi leher nya yang terdapat bekas tangan Agus
“Maaf!” ucap Agus melihat Yoonia terduduk di ranjang dengan memegangi lehernya,ia mendekati Yoonia tapi Yoonia mundur menjauh dari nya,membuat Agus kembali disulut kemarahan,ia menarik kaki Yoonia hingga kembali di dekat nya
“kenapa kau masih sempit?”
Deg!
Ucap Agus berbisik ditelinga Yoonia,membuat Yoonia tak karuan memutar otak untuk mencari alasan,sial nya otak nya seketika tak berfungsi,ia celingak-celinguk sambil memain kan ujung pakaian nya
“Ku beri waktu lima detik untuk memikirkan alasan nya,jika tidak mendapat jawaban nya,aku akan menghukum mu” ucap Agus tersenyum menyeringai sambil menghitung dengan jari nya
“sudah menemukan jawaban nya?” ucap Agus sedikit membungkuk dengan tangan nya berada di antara tubuh Yoonia
“A aku, a aku” ucap nya masih memikir kan alasan yang akan di ucapkan nya
__ADS_1
“kau belum menikah kan?” Agus kini sudah sangat dekat dengan Yoonia,Yoonia hanya ketakutan melihat senyum Agus
“Ku mohon jangan lakukan itu lagi” ucap nya dengan menagkupkan kedua tangan di depan
“apa maksud mu?” tanya Agus berpura pura polos
“kau bilang akan menghukum ku,tolong jangan lakukan itu lagi,aku masih merasa kan nyeri” ucapnya dengan wajah memelas
“hahaha ada apa dengan pikiran mu? Kau pikir aku akan menyentuh mu lagi? Apa kau menginginkan nya lagi?”
Deg!
“aishh! Kenapa aku mengatakan itu? Kenapa aku sangat bodoh?” batin nya dengan wajah menahan malu,kenapa ia berpikir setiap kali Agus mengatakan hukuman ia berpikir Agus akan melakukan itu kepada nya
“Jika kau menginginkan nya,aku bisa saja memberikan nya” Agus kini membuka kaos nya didepan Yoonia,Yoonia terkejut sontak memalingkan wajahnya
“a aku tidak menginginkan nya,kau bisa memakai kembali pakaian mu” ucap nya tanpa menoleh ke arah Agus
Agus menarik dagu Yoonia dan kini mereka saling menatap “Tapi aku menginginkan nya” ucap Agus menarik sudut bibir nya
Ia menarik tengkuk Yoonia dan me ***** bibir Yoonia,Yoonia awal nya memberontak namun lama kelamaan merasa kan nikmat,tanpa di sadari ia malah membalas ci uman Agus,lalu mengalungkan tangan nya di leher Agus,membuat Agus semakin bersemangat,namun tiba tiba pintu di buka membuat Yoonia dan Agus segera menghentikan kegiatan nya
Yoonia segera merapikan pakaian nya,begitu pula Agus yang segera memakai pakaian nya,mereka berdua gelagapan untuk menjawab pertanyaan gadis kecil itu,Yoonia melirik Agus dan mencubit perut nya membuat Agus meringis dan menoleh ke arahnya
“kenapa tidak mengunci pintu nya?” ucap Yoonia sedikit berbisik dengan raut wajah tampak marah,karena kelalaian Agus,Ariana harus melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat
“aku lupa” ucap nya menggaruk kepala nya yang tak gatal
Siang hari nya Yoonia bersiap siap untuk pulang ke apartemen nya,ia memikirkan Katrin dan Lora yang khawatir kepada nya,ingin menghubungi mereka namun tas dan ponsel Yoonia tertinggal di club karena Agus yang memaksa nya masuk ke mobil,saat sedang merapikan ranjang yang sedikit berantakan
Tiba tiba sebuah tangan melingkar di perutnya membuat nya tersentak kaget lalu menoleh kebelakang melihat Agus yang sudah memeluk nya dengan tatapan memelas
“tidak bisakah kau tinggal disini?” Agus duduk dan menarik Yoonia hingga duduk dipangkuan nya,ia memeluk Yoonia dan menyandar kan kepalanya di leher Yoonia
“nggak! Aku harus pulang,Katrin dan Lora pasti khawatir!” ucap nya hendak beranjak namun di tahan oleh Agus
“Aku ingin mengatakan sesuatu” ucap Agus membalikkan Yoonia yang kini duduk dihadapan nya
__ADS_1
“Apa?”
“jangan dekat dekat dengan Ari lagi” ucapnya mengelus pipi Yoonia,lalu menggenggam tangan Yoonia dan mencium nya
“why?” ucap Yoonia mengerutkan keningnya
“Dia jahat! Dia dalang dibalik kejadian yang menimpa kita!”
“apa maksudmu?” tanya Yoonia masih tak paham
“dia lah yang membantu Putri untuk menjebak ku di malam itu,dan kau ingat saat kau di culik? itu memang perbuatan Ari,dia ingin memisahkan kita!”
“hah? Ta tapi kenapa?”
“Karena dia menginginkan mu” ucap Agus berhasil membuat Yoonia melongo,ia tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Agus,karena mengingat selama ini Ari bersikap biasa saja kepada nya
Namun ia juga mengingat Ira yang selalu bersikap baik padanya namun juga menusuk nya dari belakang,kini Yoonia mengerti akan situasi nya,ia menatap Agus dan memeluk nya,menangis sejadi jadi nya karena tak mempercayai suami nya
“kenapa kau tidak mengatakan nya kepadaku?” tanya Yoonia dengan masih menangis di pelukan Agus
“aku akan mengatakan nya tapi kau sudah meninggalkan ku” ucap Agus menepuk lengan Yoonia sebagai hukuman
“sekarang katakan alasanmu meninggalkan ku?” ucap Agus melepaskan pelukan nya
“A aku mendapat pesan dari Putri,ia mengatakan sedang mengandung anak mu,ia memohon kepada ku agar aku meninggalkan mu” ucap Yoonia menyeka air mata nya
“dan kau pergi begitu saja?” ucap Agus menoyor kepala Yoonia
“aku sedang marah tentu saja aku tidak memikirkan apapun lagi” ucap Yoonia mengusap kepala nya yang di toyor oleh Agus
Mereka kembali berpelukan hangat,lalu Agus membuka suara meminta untuk kembali bersama,Namun Yoonia hanya terdiam,ia memikirkan bagaimana nasib Ariana jika tau Ayah nya dengan wanita lain,Yoonia termenung memikirkan nya lalu menggeleng
“kenapa? Kita sudah tau kebenaran nya,lalu apa lagi masalah nya?” tanya Agus sedikit tak sabaran menunggu jawaban Yoonia
“Ariana.” ucap Yoonia menunduk menyembunyikan kesedihan nya,Agus mengerti ia pun mendongak kan kepala Yoonia mengusap pipi Yoonia lalu kembali memeluk nya
“Apa kau tidak merasa curiga dengan Putri yang mengatakan ia hamil dan meminta mu untuk pergi,entah kenapa aku merasa ada yang aneh” ucap Agus membuat Yoonia melepas pelukan nya
__ADS_1
“maksud mu?”