SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
salah paham


__ADS_3

Budayakan Like setelah baca ya, happy reading😘


Selepas kepergian Aaron. Brasmayanto meminta sang istri Agar menemani Yoonia untuk di periksa bagaimana pun ia mengalami luka luka,namun Yoonia menolak tak ingin merepotkan sang bunda yang harus berjalan nanti,ia memilih pergi sendiri namun Agus menawarkan untuk menemani nya,mau tak mau ia setuju karena sebenarnya ia juga merasakan sakit di pergelangan kaki nya


Agus dan Yoonia berjalan berdampingan menuju ruangan dokter namun hanya keheningan yang ada pada mereka. “Maaf kan ucapan Aaron,dia masih kecil jadi tidak mengerti apa apa..” ucap Yoonia memecahkan keheningan sedari tadi


“Hmm...tidak masalah..” Agus kembali diam setelah mengatakan itu hingga keheningan kembali terjadi,hingga mereka sampai di ruangan dokter setelah selesai di periksa mereka keluar dari ruangan dokter tersebut,Melihat dari rahang nya yang mengeras dan juga urat urat nya yang menonjol Agus sepertinya tengah menahan marah,bagaimana tidak?


Menurut penjelasan dari dokter tadi pergelangan kaki Yoonia hanya terkilir dan luka luka yang tak hanya pada wajah Yoonia tapi juga tubuh nya juga ternyata sangat banyak,Agus ingin sekali membunuh Mike karena telah begitu melukai Yoonia


“Agus..” khawatir jika nanti Agus melakukan sesuatu yang dapat menjerumuskan nya dalam masalah Yoonia berusaha membuktikan bahwa dirinya baik baik saja,entah kenapa Yoonia merasa sangat percaya diri saat ini jika nanti nya Agus akan melakukan sesuatu pada Mike


Agus menoleh padanya dengan wajah datar. “A-aku ba-baik saja..” ucap nya gugup dengan tatapan yang Agus berikan. “Lalu?”


Deg!


Entah kenapa hati Yoonia terasa seperti di iris iris mendengar jawaban ketus Agus,Yoonia menggeleng pelan lalu melanjutkan langkah nya. “Bodoh..!! Kenapa percaya diri sekali..? Ingatlah dia bukan siapa siapa mu sekarang..!!!” ucapnya merutuki dirinya yang terlalu percaya diri mengira Agus tengah mengkhawatirkan keadaan nya

__ADS_1


Yoonia pun minta izin untuk pulang pada kedua orang tua nya karena memang ia merasa tubuh nya sangat sakit lagi pula ia harus menebus obat yang di berikan oleh dokter tadi,Bunda dan Ayah Yoonia pun mengizinkan nya dengan meminta Agus untuk mengantar Yoonia pulang,lagi lagi Yoonia tak dapat membantah perintah ayah nya mengingat kondisi nya juga kurang baik


Mereka keluar dari ruangan dengan jalan berdampingan,dengan jalan Yoonia yang sedikit pincang Agus tetap menunggu Yoonia dengan ikut berjalan pelan tanpa berniat membantu nya hingga tiba tiba suara seorang pria menghentikan langkah mereka


“Permisi..” Yoonia dan Agus berbalik melihat pemilik suara tersebut,Yoonia sedikit mengerutkan keningnya melihat Pria yang tak begitu asing bagi nya namun ia lupa. “Apa kau Yoonia..?” tanya Pria itu sedikit ragu Mungkin juga tidak Yakin dengan pertanyaan nya


Yoonia mengangguk kecil menatap lekat wajah pria tersebut. “Hey..! Kau tidak ingat aku..?” Yoonia mencoba mengingat wajah tersebut memang tidak asing tapi dia juga tidak ingat. “Aku Agus teman sebangku mu saat SMA..!!!”


Yoonia melebarkan mata nya menatap Denis dari atas sampai bawah karena tidak percayaa dengan perubahan Denis,dulu dia sangat gemuk bahkan sering di olok olok oleh teman sekelas mereka bahkan tidak ada yang mau berteman dengan nya,tapi Yoonia bersedia berteman dengannya meskipun dia salah satu wanita tercantik disekolah saat itu,tapi ia tak malu berteman dengan Denis,baginya berteman itu tak memandang fisik yang penting tulus dalam pertemanan


“Kau Denis..? Heyy lihat penampilan mu sekarang..? Kau kurusan bahkan kau memiliki perut kotak kotak seperti impian mu dulu...” Yoonia sedikit memukul perut Denis yang diyakini berbentuk kotak kotak, mendengar itu Denis tersenyum kikuk ia malu mengakui nya namun apa yang Yoonia ucapkan memang benar adanya


“Diaa..?” tanya Denis pada Yoonia,Yoonia sedikit bingung menjawab pertanyaan Denis,haruskah ia mengatakan hubungannya dengan Agus hanya sebatas mantan suami? Atau bilang dia ayah dari anak nya? Atau apa?


Melihat Yoonia tak kunjung menjawab membuat Denis menebak nebak. “Apa kalian suami istri?” Tanya Denis lagi


“Yaa,,,,Tidak!!” ucap Yoonia dan Agus serentak,Yoonia mengatakan tidak sedangkan Agus mengatakan Iya membuat Denis kebingungan,bukan hanya Denis tapi Yoonia juga kebingungan dengan jawaban Agus,ia saja tidak mengatakan itu karena takut Agus marah karena mengaku ngaku,tapi Agus malah mengakui bahwa mereka suami istri?

__ADS_1


Tapi entah kenapa Yoonia merasa bahagia mendengar jawaban Agus,Merasa Agus masih memiliki perasaan padanya namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama kala Agus kembali bersuara. “Dulu..!!”


Deg!!


Senyum yang sempat singgah di bibir Yoonia kini kembali pamit pergi,setelah merasa di bawa terbang ke langit kini dirinya merasa di jatuh kan kembali dari langit


“jadi kalian berdua sudah bercerai?” tanya nya lagi memastikan agar tidak salah bicara. “Iya kami mantan pasangan suami istri..!!” kini Yoonia yang menjawab dengan mantap menegaskan pada dirinya agar tidak terlalu berharap karena bagaimanapun Agus memiliki Putri dan Ariana


Yoonia belum mengetahui tentang masalah Agus, Putri dan Ariana ia hanya tahu jika Ariana tengah masuk rumah sakit karena kecelakaan jadi ia masih mengira rumah tangga Agus dan Putri baik baik saja,dan sikap baik yang Agus tunjukkan padanya itu hanya sebatas kemanusiaan saja atau mungkin karena Yoonia adalah ibu dari putranya


Denis mengangguk mendengar jawaban Yoonia lalu ia baru sadar jika wajah Yoonia terdapat luka bahkan kaki Yoonia juga di perban menimbulkan pertanyaan pada dirinya. “Nia...apa kau sedang sakit..?” Tanya Denis kini pandanganya Ter arah pada Luka luka di sekitar wajah Yoonia


“Ck,,, bahkan dia memanggil Yoonia dengan sebutan Nia.....apa mereka seakrab itu atau pria ini hanya sok akrab.....?” Batin Agus, meskipun wajah nya terlihat tidak peduli namun hatinya tengah berkecamuk melihat interaksi antara Yoonia dan Denis ini


Yoonia gelagapan Bingung hendak menjawab apa,lalu ia memutuskan untuk segera pergi dengan alasan anaknya sedang menunggu dirumah,Denis pun mengangguk meski pun ia masih ingin banyak mengobrol dengan Yoonia namun ia juga tidak bisa memaksa


Baru akan berjalan Yoonia kembali meringis karena kaki nya tiba tiba terasa sakit. “Kau baik baik saja Nia..? Apa kau bisa berjalan? Ayo ku bantu berjalan..” Baru akan merangkul pundak Yoonia tiba tiba sebuah tangan menepis tangan Denis,siapa lagi jika bukan Agus,merasa tak tahan sejak tadi Denis yang menurutnya terlalu mengakrabkan diri pada Yoonia sejak tadi membuat Agus muak

__ADS_1


“Biar aku saja yang membantu nya..!!!” ucap Agus ketus menepis tangan Denis dan


Deg!


__ADS_2