
Budayakan Like setelah baca ya,happy reading 😘
Deg!
Bagai tersambar petir di siang bolong Yoonia kembalii menggila saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Agus,bagaiman bisa ia akan memisahkannya dari putra nya?
“Kau gila? Kau akan memisahkan ku dari anakku?” pekik Yoonia ia bangkit hendak menyerang Agus namun Mike menahannya
“bagaimana dengan kau? Kau juga memisahkan ku dari anakku,bukan kah kau juga gila?” bantah Agus yang tak mau kalah
“Dia bukan anakmu! Bukan kah kau menyebut ku j*lang? Lalu kau percaya bahwa dia adalah anakmu?” tak peduli lagi jika ia menyebut dirinya j*lang karena baginya saat ini yang terpenting adalah Aaron tetap bersama nya
Agus tersenyum sinis menatap Yoonia “Ayo lakukan tes DNA?” ucapnya penuh percaya diri,karena ia sudah mengetahui kebenarannya,sekarang ia hanya ingin memastikan nya lebih jelas,seketika raut wajah Yoonia berubah pucat,Jika ia menolak maka Agus akan semakin percaya bahwa Aaron adalah putranya,namun jika menerima bukankah hasilnya akan sama?
Bungkamnya Yoonia membuat Agus kembali menarik sudut bibir nya “kau takut? Tentu saja kau takut,karena dia memang anak ku!” Yoonia tak mampu berkutik ia hanya menangis dalam pelukan Mike, Mike bingung harus mengatakan apa karena membantah ucapan Agus pun tak berguna karena saat ini ia yakin bahwa Agus memang ayah Aaron
“walaupun dia anakmu,kau tidak berhak membawa nya Agus,tidak masalah jika kau akan sering mengunjungi nya, tapi kau tidak bisa menjauhkannya dari ibunya,lagi pula belum tentu Aaron mau ikut dengan mu!” setelah melihat perdebatan antar anak dan mantan menantu nya kini Brasmayanto Kembali membuka suara
“Kenapa? Aku adalah ayah biologisnya? Kenapa aku tidak berhak?” tanya nya menuntut penjelasan
“karena aku hamil setelah kita resmi bercerai!” Yoonia kembali disulut emosi sedangkan Agus tertawa mendengar ucapan Yoonia. “lalu? Apa kau pikir itu bisa menutup fakta bahwa aku bukan ayah kandung nya? Jangan berkilah Yoonia tanpa kau sadari kau sudah mengatakan yang sebenarnya,dia benar benar anakku bukan?”
Jleb!
Yoonia menutup mulutnya,kenapa ia harus buka suara,kenapa ia sampai kelepasan bicara? Persetan dengan semua ini,ia hanya ingin menjauhkan Aaron dari Agus,hingga terlintas dipikiran nya akan kembali ke London hanya disana lah ia merasa aman,Yoonia menyeka air mata nya lalu berlari menuju lantai atas dengan cepat
“Yoonia!!”
__ADS_1
“Yoonia!!”
Teriak Brasnayanto namun tak di pedulikan oleh Yoonia ia terus berlari menuju kamar nya yang terdapat Aaron disana
Brak!! Yoonia membanting pintu dengan keras membuat 3 orang didalamnya terkejut “Mommy? Ada apa? Kenapa Mommy belum berhenti menangis?” tanya Aaron ketika melihat wajah ibunya yang sembab
“Kita akan kembali ke London nak,kita tidak akan kesini lagi” ucapnya membuka koper dan memasukkan pakaiannya tak lupa ia juga memasukkan pakaian Mike kedalam koper “Adaline,tolong masukan pakaian Aaron kedalam kopernya,dan pakaian mu juga,kita akan pulang ke London malam ini juga!” tanpa membantah Adaline langsung keluar dan melangkah menuju kamar Aaron
“kak kenapa tidak tunggu besok saja? Ini sudah malam kak kasihan Aaron” bujuk Yunita karena mengingat hari sudah gelap dan ia juga kasihan pada Aaron yang akan kelelahan nantinya
“Besok? Apa kau ingin melihat lelaki itu merebut Aaron dari kakakmu? Kau tahu bukan bahwa Aaron lah tujuan hidup kakak,kakak tidak bisa jauh darinya” tangisnya kini pecah dengan ia duduk bersimpuh di lantai
“kak maafkan aku,aku tidak bermaksud melukai kakak,tapi coba bicarakan baik baik dengan kak Agus, mungkin dia hanya ingin mengenal Aaron kak” bujuk Yunita lagi
“Tidak! Dia pasti ingin merebut Aaron,kakak yakin itu!!”
Yoonia dan Yunita menoleh ke sumber suara, terlihat Ayah,bunda, Mike dan Agus sudah berdiri di ambang pintu
“Tidak! Aku tidak akan mengizinkannya!” tolak Yoonia
“Jika kau tidak mengizinkannya maka aku akan merebutnya dari mu!” ancam Agus,Mike segera melayangkan tatapan tidak suka atas ucapan Agus meskipun ia tahu itu hanya sekedar ancaman
“Oh ya? Kau ingin merebut nya dariku? Langkahi dulu mayatku Agus Pratama Adiwijaya!”pekik Yoonia sambil memeluk erat tubuh Aaron
“Mommy,Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar? Aaron takut” Yoonia menangkupkan kedua tangannya di pipi Aaron “jangan takut sayang,mommy disini,hm?” Aaron mengangguk lalu memeluk tubuh Yoonia
“Jangan keras kepala Yoonia,kau membuat putraku ketakutan!”
__ADS_1
“Sudah ku katakan dia putraku bukan putramu!” bantah Yoonia menyembunyikan Aaron di belakang nya saat melihat Agus berjalan menuju arahnya
“Aku mohon jangan rebut dia dariku” tangan nya kini menyatu di depan dada tanda sebagai permohonan nya pada lelaki yang berada di hadapannya
“Dia juga putraku! Dan kau bersalah karena sudah menjauhkan ku dari nya!”
“Tidak! Kau sendiri yang me-talak ku,artinya kau sudah lepas tanggung jawab atas diriku!”
“Tapi itu semua adalah rencana mu Yoonia!”
“Itu salah mu yang tidak mencari kebenaran terlebih dahulu!”
“bukankah itu semua keinginan mu? Bukankah kau ingin rencana mu berhasil? Aku tidak tau bagaimana kau merayu tuhan hingga Ia mengabulkan doa mu yang tidak masuk akal itu!” ucap Agus dengan nafas yang memburu
“Aku tidak peduli,malam ini juga aku akan kembali kerumah ku!”
“Tidak akan semudah itu! Ia mendorong pelan tubuh Yoonia hingga wanita itu tergeser,dengan segera Agus membawa Aaron dalam gendongannya
“Mommy!” panggil Aaron mengulur kan tangannya pada Yoonia
“Aaron!”
“kenapa kalian hanya diam!” bentak Yoonia pada keluarganya yang hanya diam menontonnya saja
Mereka sengaja diam karena Agus sudah mengatakan hanya ingin mengenal anaknya,dan mengenakkannya pada Ayah dan keluarganya,ia juga tak berniat merebut Aaron dari Yoonia karena ia tahu bagaimana susahnya Wanita hamil tanpa didampingi oleh suami,namun ia meminta agar diberi kebebasan untuk bertemu dengan Aaron, mendengar itu Ayah,bunda dan Mike setuju karena merasa itu tidak berlebihan,tapi tidak bagi Yoonia,karena rasa takut akan kehilangan anaknya ia bahkan tak rela jika Agus hanya bertemu dan mengenal Aaron,itulah alasan keluarga nya diam karena mereka tau Yoonia sangat keras kepala
“Ba-baiklah!”
__ADS_1