SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
Pindah?


__ADS_3

“Bunda?” ucap Yoonia di ambang pintu dan langsung menghampiri bunda nya yang masih terbaring di kasur rumah sakit


“tidak apa apa nak,sudahlah jangan menangis,mata mu sudah sembab begini.” ucap Bunda menyeka air mata anak nya,ia mengira mata Yoonia sembab karena melihat keadaannya seperti ini,padahal Mata Yoonia sudah sembab karena kejadian tadi


“dimana suami mu?” tanya Ayah yang melihat Putrinya datang tanpa suaminya, “emm,itu yah nanti Mas Agus nyusul.” ucap Yoonia terbata, sebenarnya ia ingin menceritakan nya namun melihat kondisi sang bunda Yoonia mengurungkan niatnya untuk menceritakan semuanya


“kalian baik baik saja kan nak?” ucap bunda membelai rambut putrinya, “tentu saja bunda.” ucap Yoonia tersenyum tipis, “syukurlah bunda harap pernikahan kalian baik baik saja, berjanjilah kepada bunda?” ucapnya menggenggam tangan putrinya,Yoonia punn mengangguk ia bingung harus menjawab nya


Setelah bunda nya istirahat,Yoonia keluar dari ruangan dan mencoba menelepon Agus, meskipun masih merasa sakit di hatinya namun ia tak ingin orang tuanya tau jika pernikahan nya bermasalah,Yoonia menelepon Agus untuk kerumah sakit dan bersikap biasa saja didepan bunda nya,tak lama kemudian Agus datang dengan pakaian rapi,Yoonia memalingkan wajahnya melihat Suaminya memasuki ruangan ”maaf Bun,tadi ada urusan sedikit?” ucap Agus menunduk dan duduk dikursi samping kasur tempat bunda beristirahat


“malam sekali nak?” membuat Agus gelagapan menjawab pertanyaan bunda Yoonia “biasalah Bun,namanya juga bisnis?” ucap Ayah Yoonia,Agus menanggapi nya dengan senyuman kecil,sesekali ia melirik istrinya yang bahkan tidak melirik nya sama sekali


Hari sudahh hampir pagi,Ayah menyuruh Yoonia dan Agus untuk pulang beristirahat,karena Bunda juga sudah terlelap,Yoonia sempat menolak karena ia tak ingin berada satu mobil bersama Agus,namun Ayah tetap memaksa,Yoonia menurut dan pulang bersama Agus,di mobil Yoonia hanya diam,begitu pun dengan Agus,sampai dirumah Yoonia langsung masuk kekamar dan mengambil pakaiannya dan masuk ke kamar mandi,Agus melihat tingkah istrinya hanya bisa diam,ia tahu Yoonia sedang tidak ingin berbicara dengannya,Agus merebahkan diri di ranjang nya mendengar suara guyuran air di kamar mandi,tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka,dan terlihat Yoonia keluar dengan berpakaian lengkap,dan handuk yang melilit di kepala nya


“Yoonia.” panggil Agus melihat Yoonia melewati nya dan menuju meja rias dan mengambil pengering rambut,lalu ia membuka lilitan handuk di rambut nya dan mengeringkan rambut nya,Agus yang melihat itu menghampiri Yoonia hendak mengambil pengering rambut dari tangan Yoonia,namun Yoonia menepis tangan nya “Jangan sentuh aku!” ucap Yoonia melihat Agus dari pantulan kaca


“maafkan aku,aku tidakk taa...”

__ADS_1


“diam lah!” ucap Yoonia membuat Agus tidak melanjutkan ucapannya,Yoonia bangun dari kursi dan meninggalkan Agus sendiri dikamar,Agus duduk ditepi ranjang dan menjambak rambut nya tak terasa air mata nya jatuh,ia memikirkan apa yang akan terjadi ke depan nya,ia tak ingin berpisah dari wanita yang sangat ia cintai,namun melihat sikap dingin Yoonia kepada nya,ia ragu Yoonia akan menerima nya atau tidak


Seingat nya ia mendapat panggilan yang mengatakan ada penyusup masuk keruangan nya,ia bergegas datang ke kantor,suasana kantor sunyi sepi karena masih tengah malam,saat baru akan memasuki kantor,tiba tiba ada yang memukul kepala Agus hingga ia tak sadarkan diri,saat sadarkan diri ia sudah melihat Yoonia dan Putri di apartemen Putri


“ini pasti perbuatan Putri!” ucap Agus menyeka air mata nya,mengepalkan tangannya dan berdiri menyambar handuk lalu berjalan menuju kamar mandi


Yoonia yang baruu selesai membantu mbok Narsih memasak didapur pun masuk ke kamar,saat masuk Yoonia tidak melihat keberadaan suami nya,ia dapat menduga suaminya sedang mandi karena terdengar suara gemercik air,ia pun membereskan kamar nya dan tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka


Ceklek!


Yoonia yang berada didepan pintu kamar mandi pun terbelalak melihat suami nya hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang, refleks Yoonia menutup wajahnya dan berbalik “ma-maaf!” ucap Yoonia meninggalkan kamar nya,Agus hanya menatap punggung istri nya tanpa berkata apapun


Setelah selesai sarapan Yoonia bersiap siap untuk kerumah sakit menggunakan dress selutut dengan lengan pendek “kenapa memakai pakaian yang memperlihatkan kakimu?” tanya Agus melihat pakaian yang Yoonia kenakan,pasalnya saat ia berkencan dengan Yoonia seorang Pria memuji kaki jenjang Yoonia saat di pantai membuat Agus marah


“kenapa?” tanya Yoonia datar dan masihh memoleskan make up nya, “ganti!” ucap Agus duduk di tepi ranjang “jangan mengomentari penampilanku!” ucap Yoonia menghentikan tangannya dan menatap suaminya sekilas


“kenapa kamu tidak mendengar penjelasan ku?” Agus bangun dari berdiri dibelakang Yoonia ia membungkuk berniat ingin memeluk istrinya,namun Yoonia langsung menghindar “sudah ku bilang jangan sentuh aku dengan tubuh kotormu!” ucap Yoonia melempar make up yang berada di tangannya

__ADS_1


“Yoonia! Aku suamimu!” ucap Agus sedikit membentak Yoonia membuat Yoonia tersentak kaget, bagaimana pun Yoonia seorang wanita yang rapuh saat dibentak,tanpa disadari air mata Yoonia lepas


“tunggu sampai bunda sembuh,aku akan meminta cerai jadi kami bebas berhubungan dengan wanita manapun!” ucap Yoonia menyeka air matanya dan menyambar tas nya dan meninggalkan kamaar nya,namun Yoonia kembali kekamar


“kenapa?” tanya Agus saat melihat Yoonia masuk dan menatapnya dengan tatapan bingung


“antar aku kerumah sakit!” ucapnya memalingkan wajahnya,Agus menahan tawa melihat wajah istrinya yang seperti malu untuk minta di antar


“aku mau kita pindah dari rumah papa!” ucap Yoonia namun tidak menatap Agus dan menatap jalanan “kenapa?” tanya Agus menyetir namun sesekali melirik istrinya “aku ga mau papa tau kondisi kita sekarang.” ucap Yoonia dengan tangan menyilang di dada,Agus terdiam ia setuju dengan perkataan Yoonia, namun ia juga memikirkan papa nya yang akan tinggal sendirian dirumah dan merasa kesepian


Sesampainya dirumah sakit Yoonia meminta Agus untuk tidak mengatakan apapun tentang mereka kepada orang tua nya,karena melihat Yunita yang sudah sedikit curiga kepadanya “kalau gak mau dicurigai kita harus terlihat romantis!” ucap Agus melirik istrinya yang memasang wajah marah, “kalau gak mau gapapa sih paling ketahuan!” ancam Agus,Yoonia yang mendengar ucapan Agus pun terlihat berpikir lalu ia segera keluar dari mobil


Sampai di depan ruangan Bunda nya,Yoonia berhenti sejenak,dan menghela nafas,mereka Masuk dengan Agus menggenggam tangan Yoonia,Yoonia sedikit risih namun harus tetap diam agar keluarganya tidak curiga


“pengantin baru sudah datang?” ucap Bunda menggoda Putri nya yang datang dengan suami nya bergandengan tangan,Yoonia tersenyum Getir mendengar ucapan bunda nya “gimana keadaan bunda?” tanya Yoonia menggenggam tangan sang bunda “alhamdulillah sudah lebih baik nak!” ucap bunda mengusap pipi Yoonia,namun pandangan nya beralih ke mata Yoonia yang terlihat sangat sembab “kamu menangis semalaman? Kenapa matamu sampai sembab beginui?” tanya bunda membuat semua orang disana melihat ke arah Yoonia,Yoonia terlihat gelagapan mendengar pertanyaan sang bunda, melihat Yoonia yang bingung Agus segera mengalih topik pembicaraan “Bund,maaf ya papa ga bisa jenguk,soalnya papa juga kurang enak badan.” ucap Agus mendekati bunda “gapapa nak bentar lagi bunda juga sembuh.” ucap bunda tersenyum melihat menantu nya


Melihat keadaan sang bunda sudah membaik,Yoonia berniat memberitahu keluarga nya bawah dia dan suaminya itu akan pindah,dengan alasan ingin hidup mandiri,keluarga Yoonia pun setuju meskipun awalnya sedikit khawatir kalau pak Adiwijaya ayah Agus akan sendirian,Tapi Agus mengatakan bahwa ia akan menyuruh saudara nya untuk menemani Ayahnya

__ADS_1


Mohon dukungannya readers🥰jangan lupa pencet pencet ya🙏😂


__ADS_2