SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
pengakuan


__ADS_3

Deg!


Jantung ku berdegup kencang,tangan ku gemetar,namun aku berusaha untuk tidak tumbang,ku tatap Putri yang tersenyum menyeringai


Kearah ku


“Ha ha ha ha!” tawa ku, hanya itu yang bisa ku ucapkan disaat seperti ini


“Ha ha ha ha!” tawa Agus mengikutiku,aku mengerutkan kening,bingung dengan Agus,kenapa dia tertawa?


“Ha ha ha ha!” kini adikku pun tertawa dengan sangat keras


“ada apa ini?” batinkuu melihat adik dan calon suami ku itu secara bergantian


Ira dan Putri merasa bingung dengan kami ber 3, mereka saling menatap dan mengedikkan bahu,sejujurnya aku juga bingung,namun aku berpura pura didepan Putri


“apa yang kalian tertawakan?” ucap Putri bingung


“apa kau pikir aku tidak tau siasat mu?” ucap Agus menunjuk Putri


“ma-maksud mu?” tanya Putri terbata bata


“aku tau semua yang kau lakukan! Kau selalu saja ada kapan pun dan dimana pun kami berada,kau sengaja datang untuk menganggu kami bukan? Bahkan pria yang di restoran itu juga suruhan mu kan?” ucap Agus tersenyum menyeringai


“ti-tidak,itu tidak benar,aku tidak melakukan apapun! Percaya lah padaku ?” ucapnya memegang tangan Agus,aku yang kesal mendengar pernyataan dari Agus pun menepis tangan Putri dari lengan Agus


“Plakk!!” ku layangkan sebuah tamparan di pipi mulus Putri


“itu pantas untuk wanita seperti mu!” ucapku dengan menunjukk jari tepat diwajah Putri


“bagaimana bisa kamu melakukan itu kepada sesama wanita?” ucapkuu dengan nafas tak beraturan


“kau juga melakukan itu kepadaku!” ucap Ira dari belakang Putri,aku terdiam mendengar perkataan Ira


“itu berbeda! Saat itu aku tidak mengetahui bahwa Bagas mempunyai kekasih!” ucapku


“bohong!” ucap Ira melotot ke arahku


“tunggu! Bukannya kau bilang untuk melupakan semuanya?” ucap ku mengingat perkataan Ira di kantor


“ya! Aku mengatakannya karena ingin tahuu keseharian mu agar bisa menghancurkan mu!” ucap Ira membuat ku menggeleng tak percaya


“terlebih lagi saat aku mendengar percakapan mu dengan pak Agus dan Buk Aliya,kalau kau dan Pak Agus akan menikah! Bagaimana mungkin aku akan membiarkan mu bahagia setelah kamu menghancurkan hubunganku dengan Bagas?!” ucap nya dengan panjang lebar


“bukan kah kau masih dengan Bagas?” ucap ku menyeringit kan dahi


“tidak!! Aku sudah meninggalkan nya,mana mungkin aku masih menerima lelaki yang sudah mengkhianati ku? Aku sengaja berpura pura masih bersamanya agar kau merasa sakit!” ujarnya

__ADS_1


“jadi kau yang menyebar kan rumor pernikahan ku dengan pak Agus? Bukan buk Aliya?” tanya ku masih tak percaya


“menurutmu?” ucapnya menyeringai


“kenapa?”


“aku ingin kau dikucilkan orang orang dikantor dan segera meninggalkan kantor! Tapi kau malah setuju menikah dengan Pak Agus! Segala cara pun aku lakukan mulai dari memotret mu masuk mobil pak Agus,menyebarkan rumor,aku juga yg mengirim foto pak Agus dan Mbak Putri berpelukan,hingga memberitahu keseharian mu dengan pak Agus ke mbak Putri!” ucapnya panjang lebar berhasil membuat ku melongo


“ma-maksud mu, kamu yang memberitahu Putri kemana aku pergi denga Agus?” tanya ku dengan suara gemetar, Ira menyeringai tanpa menjawab,dari raut wajahnya aku sudah tau jawabannya


“Gila Lo ya!” ucap adikku hendakk menghajar Ira namun ku tahan


“aku mau pulang!” ucap ku berjalan dengan langkah gontai


“kakak?” ucap adikku namun tak ku hiraukan


“kamu saya pecat!” ucap Agus menunjuk Ira,Ira diam,ia tak memikirkan tentang Agus yang bisa kapan saja memecatnya,ia hanya mengeluarkan isi hatinya kepada Yoonia


”bruggg!”


“kakak!!”


POV Author


”kakak!!” ucap Yunita melihat kakaknya tumbang


Yoonia menangis tanpa henti didalam kamarnya,ia masih tak menyangka Ira tega berbuat hal yang buruk kepadanya,padahal dia sangat mempercayai nya selama ini,terlalu banyaj mengeluarkan air mata membuat Yoonia mengantuk hingga tertidur sampai pagi,saat membuka mata Yoonia langsung bercermin karena merasa aneh dengan matanya,tentu saja karena menangis semalaman membuat matanya sembab,saat keluar kamar Yoonia merasa kebingungan karena dibawah banyak orang orang yang sibuk bekerja seperti....


“selamat pagi kakak ku!” ucap Yunita memeluk Yoonia dengan senyuman lebar


“dek,kenapaa ramai sekali orang dirumah kita?” ucap Yoonia celingak-celinguk melihat orang yg sibuk bekerja


“kan rumah kita harus didekorasi.” ucapnya membuat ku semakin tak mengerti


“astaga kakak lupa!” ucap Yoonia menepuk jidatnya


“lupa apa kak?” tanya Yunita dengan raut wajah yang khawatir


“lupa kalo ngomong sama kamu itu berbelit dan gaada ujung nya!” ucap Yoonia meninggalkan Yunita dan menuruni anak tangga


“bunda!” ucap Yoonia melihat bundanya sedang memberi arahan pada para pekerja itu


“eh anak bunda udah bangun!” ucap bunda mengelus rambut ku yang panjang


“hehe,ada acara apa Bun sampai bikin dekorasi gini?” tanya ku sambil menyomot cemilan di meja


“kamu gak tau?” tanya bunda dan dibalas gelengan kepala dari Yoonia

__ADS_1


“kan kamu bentar lagi nikah!” ucap bunda duduk di sofa


“uhuk uhukk!!” Yoonia tersedak saat mendengar ucapan bunda nya


“loh nak,pelan pelan dong makan nya!” ucap bunda menepuk bahu Yoonia


“ini beneran buat nikahan Yoonia?” tanya Yoonia menatap bundanya


“beneran lah! Emang Agus gak ngasi tau kamu?” tanya bunda pada Yoonia yang masih mematung,Yoonia pun menggeleng kan kepala nya


“mungkin karena semalam gak mau diganggu,makanya dia gak mau ganggu kamu!” ucap bunda tersenyum,aku pun tersenyum tipis menanggapi ucapan bunda


POV Agus


Semalam aku sengaja tidak memberitahu Yoonia tentang pernikahan kami,karena tidak ingin mengganggu nya,hari ini aku berniat untuk memberitahu nya,namun saat aku menghubungi nya,ia tidak menjawab telepon ku


“apa dia masih tidur?” ujar ku sambil mondar mandir,saat ku coba menghubungi ke sekian kali,akhirnya dia menjawab


”ada apa?” ucapnya dengan nada ketus


“dari mana saja? Aku sudah menghubungi mu ratusan kali!” ucapku kesal,bukan karena aku sudah menghubungi ratusan kali,namun aku khawatir jika ada apaa apa dengan nya


“cuma 12 kali kok,bukan ratusan kali!” ucapnya ketus,ingin rasanya aku menjitak kepalaa nya


“hati hati ya!” ucap ku menakuti nya


“hati hati kenapa?”


“hati hati setelah nikah!” ucapku disusul dengan tawa mengejekk,aku pun langsung mematikan telepon agar semakin membuat nya takut


“pasti dia ketakutan” ucapku tersenyum puas setelah menakuti calon istri ku itu


2 hari lagiii kami akan menikah,rasanya tak sabar ingin menjadikan dia milikku, terlebih lagii aku ingin selalu melindungi nya,marah rasanya saat mengingat perbuatan Putri dan Ira terhadap Yoonia,menjelang pernikahan aku memutuskan untuk menyerah kan semua pekerjaan kantor kepada Ari,hanya dia orang yang ku percaya untuk urusan kantor,namun Ari tiba tiba menelepon ku mengatakan bahwa klien yg akan ditemui sore ini hanya ingin bertemu dengan ku, mendengar itu aku pun terpaksa pergi bertemu klien itu,sore hari nya aku pergi ke kantor menemui klien itu dan di temani oleh Ari,namun suasana kantor sangat sepi,aku pun menepis pikiran itu dan masuk ke dalam ruangan ku dan Ari hanya menunggu diluar ruangan,saat bertemu dengan klien tersebut aku terkejut karena Putri yang disana


“kenapa kamu disini?” tanya ku menautkan alis


“tentu saja karena pekerjaan!” ucapnya menyilang kaki


“tapii ini tidak ada sangkut pautnya dengan profesi mu?” ucapkuu masihh bingung


“aku mengambil alih perusahaan papa ku!” ucapnya menarik sudut bibirnya


“sebegitu g*Ila nya kah dirimu?” ucapkuu melipat kedua tangan


“aku hanya ingin merebut milikku!” ucapnya berdiri menghampiri Agus,dan bergelayut di lengan ku


“lepas!” ucapku menepis tangannya,namun ia malah menarik tangan ku dan kami terjatuh disofa dengan posisi aku menindih tubuhnya,tiba tiba terdengar suara ganggang pintu yang dibuka,kami melihat ke arah pintu dan..

__ADS_1


“Yoonia!”


__ADS_2