SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
suka seseorang?


__ADS_3

Setelah memastikan kondisi Gio membaik Yoonia pamit pergi karena ia harus mengemas barang barang nya dari apartment Agus, semenjak beberapa hari terakhir ini ia telah memikirkan kemana ia akan pergi setelah melakukan drama perselingkuhan nya itu


Saat sudah keluar dari lift ia berjalan menuju apartemen Agus namun ia terkejut melihat 2 koper nya berada di depan pintu apartemen tersebut,dapat di simpulkan bahwa Agus sudah mengemas barang barangnya,ia pasti sangat membenci Yoonia hingga tak ingin Yoonia menginjakkan kaki di apartemen miliknya


Dengan langkah yang gontai Yoonia menghampiri koper koper tersebut lalu menyeret nya,sesekali air keluar dari mata nya dan langsung di seka karena tak ingin menarik perhatian orang orang yang berlalu lalang di sana


Setelah berada di luar gedung ia kembali menatap gedung yang hampir sebulan ini yang menjadi tempat singgah menghilangkan penat nya menimbulkan beberapa kenangan nya saat bersama Agus,matanya terasa panas meloloskan air yang keluar tanpa izin


Tak lama kemudian ia melajukan mobil nya,kini tujuannya kerumah orang tua nya,ia ingin berpamitan, sebelumnya ia sudah memberitahu keluarga nya tentang rencananya,tentu saja keluarga nya menentang keputusan nya,namun karena ini yang menjadi pilihan hidupnya,orang tua nya hanya bisa mendukung keputusan nya


Tak butuh waktu lama kini ia berada di halaman rumah nya,segera ia masuk kerumah yang banyak sekali kenangan saat sebelum ia menikah, perdebatan nya dengan ayah dan adiknya yang selalu saja terjadi setiap hari


“assalamu'alaikum” ucapnya begitu menginjakkan kaki ke dalam rumah kedua orang tuanya “Bunda,Ayah,Nitaa. Yoonia datang nih gaada yang mau nyambut apa ya?” ucapnya setengah berteriak


Tak lama dari lantai 2 terdengar bunyi pintu yang di buka menampakkan wajah adiknya yang setengah berlari menuruni anak tangga “kakak!!” ucapnya dengan kaki yang terus bergerak “jangan lari dek!” khawatir Yoonia pada adik semata wayang nya itu


Lalu tak lama bunda dan ayah nya juga ikut keluar dari kamar mereka yang berada di lantai satu, sebenarnya kamar mereka juga di lantai 2 namun semenjak bunda menggunakan kursi roda mereka memutuskan untuk pindah dikamar bawah agar tak sulit bagi bunda untuk naik tangga


Meskipun kini bunda sudah berjalan tapi tetap saja harus di awasi ayah karena bunda masih tahap penyembuhan

__ADS_1


Segera Yunita memeluk kakak nya itu setelah 2 Minggu tak datang kerumah,mereka maklum karena Yoonia harus banyak menghabiskan waktu dengan Agus yang sudah terpisah lama,bunda dan ayah juga ikut memeluk Putri sulung nya itu


“bun,yah. Yoonia cuma mau pamit karena besok Yoonia ikut penerbangan pagi” senyum tersungging di bibirnya namun mata nya berkata lain,mata nya kini berembun dan suaranya sedikit bergetar membuat kedua orang tua nya juga menangis


Tak tega melihat nasib anak pertama nya yang begitu sulit,namun mereka percaya Allah tidak akan menguji hambanya diatas kemampuannya


“menginaplah disini nak,besok kami akan mengantar mu ke bandara” ucap Ayahnya mengelus rambut Yoonia dan dibalas gelengan kepala oleh Yoonia “tidak yah,Yoonia nginap di apartemen Yoonia aja” senyum lebar kembali ia ukir di bibir nya


“bunda mohon nak menginap lah disini,setidaknya malam ini kita masih bisa bersama sama” kini bundanya ikut membujuk Yoonia


“iya kak,Nita juga kangen tidur bareng kakak” Yunita memegang tangan Yoonia sambil memelas


Setelah makan malam selesai kini mereka masuk ke kamar masing masing namun tidak bagi Yunita,ia masuk ke kamar Yoonia dan kekeh ingin tidur bersama Yoonia dengan alasan ingin bercerita banyak hal dengan kakak nya itu,dengan berat hati Yoonia mengizinkan permintaan adiknya itu meskipun sudah berumur 20 tahun tapi kelakuannya masih anak anak, Yoonia berdo'a semoga kelak adiknya tak mengalami nasib yang sama seperti nya


“kak?” ucap Yunita yang kini tengah berbaring di ranjang bersama kakaknya “Hm!” ucap Yoonia yang kembali ke mode datar,batu seperti sebelum menikah membuat Yunita sedikit berdecak kesal


“aku mau cerita nih soal percintaan aku” ucapnya membuat Yoonia mengerutkan keningnya ”kamu pacaran? Atau ada orang yang kamu suka?” tebak Yoonia tapi matanya masih fokus ke ponsel nya


“yang kedua!”

__ADS_1


“maksudnya?” tanya Yoonia kini memiringkan tubuhnya menghadap ke adiknya itu


“tebakan kakak yang kedua itu loh!”


“ooh kamu suka sama orang? Siapa?” tanya Yoonia yang tak begitu excited tapi tetap mendengar cerita adiknya


“jangan kaget ya?” kini Yoonia sedikit penasaran,apa yang Yunita maksud adalah seseorang yang ia kenal? Atau ia menyukai orang yang jauh lebih tua dari nya, seperti sugar Daddy?


“kamu suka sama om om ya dek?!” ucap Yoonia kini duduk menatap adiknya yang masih rebahan santuy


“ih kakak kalo ngomong seenak jidat aja!” bentak Yunita tak terima,melihat itu Yoonia terkekeh melihat ekspresi lucu adiknya yang seperti anak kecil yang kemauannya tak dituruti


“ya makanya kalo ngomong jangan setengah setengah bocil” Yoonia mengusap wajah Yunita lalu mencubit pipi nya sangkinkan gemasnya melihat adiknya itu


“iih sakit kak!!”


“yaudah cepetan cerita sebelum kakak ketiduran,kakak udah ngantuk ini!” ancam Yoonia dengan pura pura menguap padahal ia sangat penasaran namun tidak ingin menunjukkan nya saja


“aku suka Regan!”

__ADS_1


“hah!!” pekik Yoonia


__ADS_2