
2 Minggu berlalu,kini Yoonia dan Agus semakin dekat,namun ada yang mengganjal di hati dan pikiran Agus, putrinya yaitu Ariana sudah 2 Minggu tidak berkunjung kerumah nya membuat sedikit khawatir,apakah dia sedang sakit? Tapi kenapa Putri tidak memberitahu nya?
Lalu ia merogoh ponsel di saku nya,menelpon seseorang untuk mencari tahu keadaan Ariana,tak berselang lama orang suruhannya memberitahu keadaan Ariana bahwa Ariana sedang sakit namun Putri tidak membawa nya kerumah sakit karena tidak sempat,dan mengira Ariana hanya demam biasa,bahkan kini ia tengah menjalani pemotretan di luar kota
Mendengar itu Agus naik pitam lalu pergi menuju kediaman Ariana,ia tak peduli dengan ucapan nya yang mengatakan tidak akan pernah menginjakkan kaki dirumah Putri,ia masuk dengan langkah yang besar,sesampai nya di dalam ia berteriak memanggil nama Ariana,jujur ia tidak tahu dimana kamar Ariana karena memang selama ini ia tak pernah masuk kerumah ibu dari anaknya
Tak lama asisten rumah itu pun bergegas mendekati Agus lalu menunjuk kamar Ariana yang berada di lantai 2,dengan cepat Agus berjalan menuju kamar Putrinya dan membuka pintu, terlihat putrinya berada dibalik selimut dengan handuk kecil di kening nya
“Sayang? Kau sakit?” ucap Agus mengelus lembut pipi Ariana membuat gadis kecil itu terbangun,namun ia segera memalingkan wajahnya dari Daddy nya membuat Agus mengerutkan keningnya
“ada apa? Apa kau marah pada Daddy?” tanya nya denga tangan terangkat hendak meraih tubuh Ariana,namun yang ia dapat adalah penolakan dari Ariana
“pelgi lah dad! Ana tidak mau beltemu Daddy!” ucap nya mendengkus kesal
“why baby? Apa salah Daddy?” ucap nya masih berusaha membujuk Ariana,ia ingin membawa Ariana kerumah sakit
“daddy tidak sayang lagi sama Ana” ucapan gadis kecil itu mampu membuat detak jantung Agus tak beraturan,entah lah rasanya sangat sakit mendengar ucapan Putri nya dengan suara yang menahan tangis
“kenapa Ana bicara seperti itu? Siapa yang mengatakan Daddy tidak menyayangi mu?”
“buktinya Daddy tidak pelnah menjenguk Ana” Ariana membalikkan badan nya ia tak mau melihat wajah Daddy nya yang membuatnya sakit hati
“daddy tidak tahu kalau ana sedang sakit”
“bohong! Mommy bilang dia sudah membelitahu daddy”
Mendengar itu Agus seketika naik pitam,pasti Putri sengaja tidak memberitahu nya agar ia terlihat bersalah di depan Ariana,lalu ia memilih mengalah,percuma melawan Ariana karena ujung ujung nya dia akan menangis dan membuat Agus merasa bersalah
__ADS_1
“baiklah Daddy minta maaf, sekarang ayo kita kerumah sakit,biar sakit Ana gak tambah parah” ucap Agus meraih tubuh Ariana,namun Ariana menolak karena masih kesal dengan Agus,dengan susah payah Agus membujuk akhirnya Ariana luluh dengan iming iming akan membelikan mainan yang Ariana ingin kan
Tak lama kemudian ia menggendong Ariana,panas sekali tubuh Ariana namun Putri selaku ibunya tidak peduli,lalu Agus segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit besar yang ada di kota tersebut,ia ingin yang terbaik untuk Anaknya
Sesampai nya dirumah sakit,kondisi Ariana segera di cek oleh dokter namun dugaan Agus salah,ia pikir Ariana hanya akan di cek lalu boleh pulang,ternyata Ariana terkena demam berdarah membuat nya harus di rawat dirumah sakit, lalu Ariana dipindahkan keruangan VVIP dengan fasilitas yang lengkap
Agus masih setia menemani Ariana hingga ia yang menyuapi Ariana makan,ia ingin melakukan nya sendiri karena jika menyangkut Putrinya ia tidak percaya pada siapapun bahkan kepada suster yang menjaga Ariana sekalipun
Saat Ariana tertidur,Agus memilih untuk beristirahat di sofa lalu ia merogoh ponsel nya hendak menghubungi Yoonia dan memberitahu tentang keadaan Ariana, walaupun ia tahu Yoonia hari ini sangat sibuk karena Katrin dan Lora akan kembali ke negara asalnya
“halo?” ucap seseorang dari seberang
“sayang? Apa kau sibuk?” tanya Agus pelan-pelan ia tak ingin Yoonia terkejut
“hm lumayan,aku akan pergi mengantar mereka ke bandara sekarang”
“hm baiklah” ucap Agus,ia memilih menunda memberitahu Yoonia namun ucapannya membuat Yoonia penasaran,takut terjadi sesuatu kepadanya
“hm aku baik baik saja,hanya saja...” ucapnya menggantung
“apa? Cepat katakan jangan membuat ku khawatir” jelas sekali ia sedang khawatir sekarang
“Ariaana masuk rumah sakit,aku hanya ingin memberitahu mu supaya nanti saat kamu pulang,kamu tidak akan kebingungan karena tidak mendapatiku dirumah,secara kamu kan gak bisa tidur tanpa aku peluk” Agus terkekeh kecil,sengaja ia menggoda Yoonia agar Yoonia tidak terlalu kaget mendengar Ariana masuk rumah sakit
“apa?! Bagaimana bisa? Aku akan kesana sekarang” sesuai dugaan Agus Yoonia sangat khawatir meskipun Ariana bukan anak nya
“tidak usah buru buru sayang,aku masih disini aku gaakan pergi kemana mana kok” Agus masih saja menjahili Yoonia,padahal Yoonia sudah sangat gelisah
__ADS_1
“jangan bercanda mas,ini bukan waktu yang tepat” ucap Yoonia sedikit kesal
“baiklah,tapi bagaimana dengan Lora? Bukan kah kau ingin mengantar nya ke Bandara?”
“baiklah,aku akan kesana setelah mengantar mereka ke bandara,jangan lupa kirim lokasi nya” lalu Yoonia menutup Teleponnya
Hampir 30 menit kemudian Agus terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara denyitan pintu yang dibuka,lalu terlihat lah Yoonia yang masuk dengan sekeranjang buah ditangan,ia masuk dengan pelan pelan agar tidak membangun kan Ariana
Melihat itu Agus merentangkan tangannya dengan wajah yang dibuat seolah-olah manja membuat Yoonia geleng kepala dengan tingkahnya yang masih saja manja melebihi Anak kecil
“sayang,peluk” rengeknya membuat Yoonia menoyor kepalanya meskipun pelan
“Ariana yang sakit tapi kamu yang manja mas” ucap Yoonia setelah mendarat kan b*kongnya disofa tepat disebelah Agus
Lalu Agus segera mengikis jarak diantar mereka dan langsung memeluk pinggang Yoonia,lalu ia meraih tangan Yoonia dan menaruhnya di atas kepalanya sendiri,ia meminta Yoonia untuk mengelus rambut nya
“apa kau juga sakit?” Agus mengangguk lalu Yoonia meletakkan punggung tangannya di kening Agus “tidak sakit” ucapnya mendelik
“bukan sakit itu”
“lalu?” tanya Yoonia mengerutkan keningnya
“sakit ini” ucap Agus menepuk pangkal paha Yoonia
“dasar mesum!”
“sudah 2 hari aku tidak mendapatkan nya,apa kau tega membuat ku tersiksa?” ucapnya memelas
__ADS_1
“mas,ini rumah sakit,lagi pula kita disini untuk menjaga Ariana,kenapa kau sangat nakal?” ucap Yoonia sambil memukul tangan Agus yang nakal menyentuh Area sensitif di tubuhnya
“dasar pelit!”