SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN

SI BATU DIJODOHKAN DENGAN SI AROGAN
kegelisahan Yoonia


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Agus setelah mengantar Ariana pulang, Yoonia segera membereskan barang-barang nya,lalu ia menemui Agus untuk pamit pulang namun dihentikan oleh Agus


“kenapa tiba tiba ingin pulang?” ucap Agus mencekal pergelangan tangan Yoonia,ia juga sedikit bingung karena sepanjang perjalanan Yoonia hanya diam dan menunduk


“aku ingin istirahat” ucap Yoonia melepas cekalan tangan Agus


“apa disini tidak bisa?”


“aku ingin bertemu Lora untuk terakhir kali nya” ucap Yoonia menunduk, menyembunyikan air mata yang sejak dari tadi ia tahan


“hei kenapa?” Agus menarik dagu Yoonia keatas sehingga terlihat lah kesedihan di wajah Yoonia, melihat itu Agus langsung menarik nya kedalam pelukannya


“Katrin bilang akan kembali ke negara nya” ucap Yoonia kini dengan isakan tangis yang sedari tadi ia tahan,ia sangat menyayangi Lora bahkan gadis kecil itu lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya dari pada bersama ibu kandungnya


“kenapa tiba tiba sekali?” ucap Agus kini menatap wajah Yoonia,Yoonia hanya menggeleng,ia belum mendapat jawaban dari Katrin


Flashback on


“Yoonia” panggil Katrin dengan melambaikan tangan ke Yoonia agar Yoonia mendekati nya, melihat itu Yoonia langsung menghampiri Katrin lalu menanyakan apa mau Katrin


“Aku dan Lora harus kembali ke negara asal ku” ucap Katrin bagai petir di siang bolong,pasalnya ia tak mengira akan secepat ini,dan kenapa sangat mendadak begini


“tapi kenapa secepat ini? Apa terjadi sesuatu?” tanya Yoonia kini tangannya menggenggam tangan Katrin meminta jawaban

__ADS_1


“aku tidak bisa menjawab nya, intinya aku akan secepat nya membawa Lora pergi,tolong mengerti lah” ucap Katrin membuat Yoonia tidak bisa menyangkalnya karena bagaimanapun ia ibu kandung Lora,ia lebih berhak meskipun Yoonia yang lebih sering menghabiskan waktu bersama Lora


Yoonia hanya mengangguk lalu beranjak dan mendekati Agus,semenjak itulah ia hanya diam memikirkan ucapan Katrin


Flashback off


Lain hal nya dengan Yoonia yang kini sedang merasa sedih,ditempat lain Putri dan Ari yang kini tengah merapikan pakaian mereka setelah pergulatan yang terjadi


“kau masih tidak berubah,kau masih bisa membuat ku puas” ucap Ari mengambil handuk yang berada ditangan putri untuk mengeringkan rambut nya


”kau juga honey” ucap Putri tersenyum menatap Ari dari pantulan cermin


“Ayo cepat,aku akan mengantarmu pulang” ucap Ari melempar handuk ke sembarang arah, mendengar itu Putri menyeringit kan dahi


“Tapi aku membawa mobil” ucapnya karena ia memang membawa mobil


Sebenernya Ari ingin membawa Putri jalan jalan entah ke mall atau manapun yang ingin Putri kunjungi,ia juga ingin membeli sesuatu untuk Ariana,jika Putri yang memberikan nya tentu saja tidak akan ada yang curiga


Putri yang melihat gelagat yang mencurigakan dari Ari pun langsung mengetahui tujuan Ari, menawarkan nya untuk pulang bersama,ia sudah hafal karena memang jika Ari bersikap baik kepadanya itu hanya untuk Ariana


“kau pasti ingin membeli sesuatu untuk anak mu kan?” ucap Putri memutar bola mata malas,pasalnya ia hampir saja sudah merasa berada diatas,sedangkan Ari hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya


Ditempat lain kini Yoonia sudah berada di depan gedung apartemen nya,lalu dengan sedikit berlari ia menuju apartemen nya lalu segera masuk,ia takut jika Katrin berangkat hari ini,saat masuk kedalam apartemen nya terlihat sangat sunyi membuat dada Yoonia berdegup kencang,ia bahkan belum mengucapkan salam perpisahan kepada Lora,bagaimana jika mereka sudah berangkat?

__ADS_1


Yoonia langsung berteriak memanggil nama Lora,namun tak ada jawaban dari Lora atau pun Katrin,ia kini terduduk dilantaii dengan memegang kedua kaki nya yang sudah lemas


“apa mereka sudah pergi?” ucapnya dengan air mata yang sudah tumpah,kini ia menunduk menatap lantaiii dan hanya bertumpu pada kedua tangannya


“mommy? What are doing?” ucap seseorang yang suaranya sangat Yoonia kenal,lalu ia melihat kebelakang dan terlihat seorang gadis kecil berdiri dan dibelakangnya ada seorang wanita,mereka membawa kantong plastik besar


“Lora!!” ucap Yoonia merentangkan kedua tangannya menunggu gadis kecil itu berlari kearahnya,Lora yang melihat itu langsung berlari dan memeluk Yoonia


Ada perasaan lega karena Mereka ternyata belum berangkat,Yoonia kini terisak membuat Lora dan Katrin kebingungan


“Why are you crying?” ucap Katrin sedikit khawatir lalu menghampiri Yoonia


“Yes mom, why are you crying? Tanya Lora kembali


“It is okay, dear” ucap Yoonia mengecup seluruh wajah Lora,entahlah ia sangat menyayangi Lora hingga sedikit saja luka yang ada di tubuh Lora, Yoonia yang paling panik melebihi Katrin


Lalu Lora pamit ke kamar mandii karena sudah kebelet


Tak lama Katrin membawa Yoonia duduk di sofa lalu menanyakan apa yang terjadi hingga Yoonia menangis tersedu sedu


“kau baik baik saja? Apa yang terjadi?” ucap Katrin menuju dapur lalu mengambil segelas air dan memberikan nya kepada Yoonia


Yoonia menerima air itu lalu meneguknya “aku pikir kau dan Lora sudah berangkat tanpa pamit kepada ku” ucapnya menatap lekat Katrin

__ADS_1


Katrin pun menatap Yoonia,ada perasaan bersalah karena telah membuat keputusan tanpa memberitahu Yoonia atau berdiskusi kepadanya


“hei,tidak mungkin aku seperti itu,kau juga ibunya Lora bagaimana mungkin aku melakukan hal jahat seperti itu” ucap nya memelukk Yoonia,kini mereka kalut dalam pikiran masing masing


__ADS_2