
“astaghfirullah aladzim kak! Bikin jantung ku copot aja!”
“hihiii maaf! Habis nya kakak kaget kamu suka sama Regan tapi kakak gatau Regan itu siapa!” Yoonia mengangkat bahu nya karena memang tak mengingat siapa Regan
“kakak gak inget Regan?” kini Yoonia menggeleng “allahuakbar kak Regan itu kan sodara nya kak Agus yang disuruh buat nemenin papa nya kak Agus!” ucap Yunita berdecak kesal
“what! Regan si kutub Utara itu? Dia kan dingin banget gak cocok sama kamu yang gampang flu” ucap Yoonia terkekeh mengejek adiknya
“ingin rasanya aku tampar perut kakak dan ku tonjok wajah kakak!” ucap Yunita mencebik “kebalik tolol” ucap Yoonia menoyor kepala sang adik yang langsung mengelus kepala nya padahal tidak terlalu sakit, kini mereka kembali ke awal yang suka bertengkar setiap bertemu
“pasti dia gak ngelirik kamu sama sekali kan” kini alis Yoonia naik turun dengan senyum yang sangat menjengkelkan di mata Yunita
“ngelirik kok setiap kali aku tembak dia” ucapnya polos,santaii tanpa melihat wajah Yoonia yang sudah melongo mendengar ucapan adiknya itu
“wait! Kamu nembak dia? Terus apa maksudnya setiap kali? Kamu nembak nya lebih dari sekali? Artinya dia gak Nerima kamu dan kamu tetap terus nembak dia gitu?” tutur Yoonia yang sudah ngerap ala emak emak yang lagi ceramahin anaknya kalo kebanyakan main ponsel wkwkwk
Dengan polosnya Yunita mengangguk dan tersenyum nyengir menampil kan gigi kelinci nya,melihat itu Yoonia tak tahan dan langsung memukul kepala adiknya yang di anggap nya sangat tolol,bisa bisa nya dia nembak cowok berulang kali lagi! Yunita yang mendapat pukulan hanya bisa meringis dan bertanya apa yang salah dari ucapannya?
“Kalo udah gak di terima itu ya udah gak usah di kejar entar dia ngelunjak,jadi cewek kok ga bisa jaga image sih dek! Mana nembak duluan lagi!” ucap Yoonia meremas bantal yang kini jadii amukannya
__ADS_1
“loh kan kata orang orang kalo cinta harus dikejar sampai dapat!” ucap Yunita masih mengelus kepala nya yang terasa berdenyut
“siapa yang bilang? Sini biar kakak cabein tuh mulut!” mendengar itu Yunita panik,jujur saja yang mengatakan itu ada sindy temannya yang sama somplaknya seperti dia “waduh bisa abis sindy kalo gini” gerutu nya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Yoonia
“siapa sindy?” tanya Yoonia kini membuat jantung Yunita berdegup kencang “mmm eh siapa sindy? Aku gak bilang sindy” elaknya takut jika kakaknya tau maka mulut teman nya akan di cabein,Yoonia menatap tajam ke arah Yunita memindaii gerak gerik adiknya itu
“ingat ya dek,mulai sekarang harus bisa jaga jarak sama dia,bukan karena dia sodara nya Mas Agus tapi karena dia udah nolak kamu jadi kamu harus jaga image juga sebagai cewek,paham?!” dan dibalas anggukan kecil oleh adik nya
“nyesel banget cerita ke kakak!” batin Yunita yang kini hanya berani melirik ke kakak nya yang mode ganas!
“tidur! Jangan ngelirik kakak Mulu! Mau kakak colok matanya biar gak bisa liat si Regan itu lagi ha?” ancaman Yoonia sukses membuat Yunita berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut
Terlihat beberapa wanita berpakaian seksi menghampiri Agus namun dengan kasar ditolak oleh pria itu,ia rasanya muak berurusan dengan wanita,kini baginya wanita sama saja yang suka mengkhianati nya
Asik dengan botol botol minuman nya membuat nya semakin kehilangan kesadaran hingga akhirnya pingsan di club' tersebut,hingga saat sinar mentari pagi menyapa ia terbangun dengan kepala yang pusing lalu matanya memindai sekeliling,ia kini berada di ruangan bernuansa pink dengan banyak sekali boneka boneka disana
Seketika ia sadar bahwa kini ia berada di kamar Ariana membuatnya terkejut, bagaimana ia bisa berada di kamar putrinya karena seingatnya ia berada di sebuah club' dengan beberapa botol minuman
Tak lama terdengar suara pintu dibuka menampilkan 2 orang perempuan yang ia kenali,Putri dan Ariana,awal nya Agus tersenyum ketika pandangannya menuju ke Ariana namun seketika senyum itu pudar ketika pandangan nya beralih ke Putri yang berada di belakang Ariana
__ADS_1
Ariana berlari menuju ranjang yang di tempati oleh Daddy nya melihat itu Agus merentangkan tangan nya menangkap Ariana yang akan melompat ke arahnya “Daddy!” teriak gadis kecil itu dan langsung masuk ke dekapan Agus
“daddy sudah bangun?” ucap gadis kecil itu dan dibalas anggukan kecil serta senyuman oleh Agus
“Ana kaget pagi pagi pas bangun liat wajah Daddy di depan Ana,thank you Daddy udah mau nelima pelmintaan Ana” ucap gadis itu membuat Agus sedikit kebingungan,apa maksudnya menerima permintaan nya? Permintaan yang mana?
“Apa maksud nya sayang” tanya Agus setelah meleraikan pelukannya “mommy bilang Daddy udah setuju belsatu sama mommy dan Ana,Benel kan Daddy?”
Deg!
Apa maksudnya ini? Kini tatapan Agus mengarah ke Putri yang berada di ambang pintu,wajah Putri yang seakan tanpa dosa pun membuat Agus mengepalkan tangannya, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu kepada Ariana? Sungguh ia sangat memanfaatkan keadaan
“Ana bisa keluar sebentar? Daddy mau ngomong sama mommy,gapapa ya baby?” tangan Agus mengelus puncak kepala Ariana dan gadis itu hanya mengangguk lalu berlari keluar pintu
Setelah melihat kepergian Ariana,kini Agus bangun dan berjalan menuju Putri yang tersenyum manis ke arahnya,tangan nya mencekal kuat pergelangan tangan Putri membuat raut wajah wanita itu berubah kesakitan
brugh!!!
“ahhhhhh!!!!”
__ADS_1