Si Cupu Untuk Tuan Samuel

Si Cupu Untuk Tuan Samuel
Bab 45 - Anehnya keluarga Wijaya


__ADS_3

Seorang pria tampan yang membawa seikat bunga mawar merah, melambangkan perasaan yang bersemangat untuk menjenguk Eve di rumah sakit. Raut wajah tersenyum cerah yang terpancar membuat pesona ketampanannya semakin jelas. Dia tidak bisa tidur memikirkan jika Eve merupakan orang yang sama di Cafe, itulah sebabnya semua data gadis cantik tak pernah diketahui.


"Aku tak menyangka, jika gadis cantik ku di Cafe adalah di boneka santet. Kenapa dunia ini sangat sempit sekali?" gumamnya di dalam hati seraya mencium bunga mawar merah yang harum.


Samuel berjalan dengan langkahnya yang besar, menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan sang gadis yang selama ini dia cari. Dia sangat terkejut melihat penampilan Eve yang ahli dalam seni beladiri dan juga menyimpan kecantikan di balik wajah cupu. "Sekali dayung, dua tiga pulau yang terlewati. Hah, ini pasti sangat menyenangkan." Gumamnya.


Langkah terhenti saat melihat ketiga pria yang berjaga di luar ruangan tempat Eve dirawat, membuat Samuel mendelik kesal. "Ck, kenapa ada tiga palang pintu di sana?" gerutunya yang mengeluh.


Samuel mengangkat alisnya serta bibir yang melengkung ke bawah, hanya acuh dan tak mengkhawatirkan hal itu. "Halo, Kakak ipar!" sapanya dengan sangat antusias.


Terdengar suara sendawa Niki membuat semua orang menatapnya aneh, sementara sang empunya tak menghiraukan tatapan semua orang. Mendudukkan dirinya ke kursi tunggu seraya memegangi perut yang hampir terisi penuh.


"Kau sangat jorok sekali!" sarkar Niko.


"Apa kau lihat aku peduli? Tidak!" sahut Niki.


"Sialan! Apa kau ingin dipukul?" ancam Niko yang memperlihatkan kepalan tangannya.


"Lakukan saja."


Alex segera menahan Niko dan memberikan isyarat agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi, sedangkan Samuel hanya menatap tontonan yang sangat menarik. "Sikap kalian sama seperti dulu! Sebaiknya aku masuk dan melihat kondisi kekasihku." 


"Eit, kau tidak boleh masuk!" sarkas Niko yang menatap Samuel dengan tajam, berdiri di depan pintu agar pria itu tidak bisa lewat.


"Heh, kau tidak bisa menghalangiku. Karena perjanjianku dengan Alex, sekarang Eve menjadi kekasihku. Suka atau tidak suka, terserah padamu!" ketua Samuel membalas tatapan tajam itu.


"Kekasih Eve?" sela seseorang yang tak sengaja mendengar perdebatan para pria tampan.


Samuel menoleh, melihat sepasang suami istri paruh baya mendekatinya. Segera dia menghampiri mereka yang diduga kedua orang tua sang kekasih. "Salam mertua! Perkenalkan, saya Samuel Matthew merupakan pria mapan dengan segudang prestasi, sekaligus kekasih dari Eve." Ucapnya yang memperkenalkan diri membuat Niko dan Niki ingin muntah.


"Kekasih Eve?" ucap Lea yang berbinar, karena selama ini berpikir jika putrinya tidak laku.

__ADS_1


"Berhentilah menatap pria jelek itu, lihat aku seorang!" titah Abian yang sedikit posesif.


"Oh Sayangku, jangan berlebihan! Untuk pertama kalinya, ada seorang pria yang menjadi kekasih Eve, dan aku sangat antusias dengan ini. Putriku yang sangat malang, terjebak dengan daddy yang begitu posesif padanya. Ketika aku berusia sepertinya, aku bisa menaklukan beberapa pria tampan dalam sehari."


"Tidak ada prestasi yang membanggakan seperti itu, untung saja sifatmu tidak menurun kepada Eve. Hanya saja, sifatmu yang playgirl diikuti oleh Niko, bahkan lebih parah lagi."


"Mengapa setiap perdebatan Paman dan Aunty selalu mengaitkan namaku juga Niki?" protes Niko tak terima.


"Maaf! Apa pertengkaran suami istri bisa dihentikan dulu?" celetuk Samuel yang memberanikan diri membuka suara.


"Memangnya kau mau apa?" ketus Abian yang tak menyukai Samuel.


"Aku hanya ingin masuk ke dalam dan melihat keadaan kekasihku."


Abian melihat penampilan Samuel dari atas hingga bawah, mencibir dan mencari celah kesalahan pria malang itu. "Sebaiknya kau memutuskan hubungan dengan putriku, kau bahkan terlihat persis seperti kera!" jujurnya membuat semua orang tertawa.


"Tidak ada kera setampan diriku!"


"Kapan ini usai?" keluh Niki yang hanya ingin ketenangan, makan banyak membuatnya mengantuk.


"Ayo, masuklah!" Lea segera menyambut Samuel dengan ramah, berbeda dengan para pria anggota keluarga Wijaya.


Samuel sudah tidak sabar dan melihat untuk melihat keadaan Eve, kekasih atas nama perjanjian dengan Alex, kakak sepupu Eve yang tertua. Segera menyembunyikan seikat bunga mawar dan berjalan menuju brankar, tempat gadis itu berbaring.


"Dad dan Mom di sini?" ucap Eve tanpa ekspresi.


"Hem, mulai sekarang kami akan berada di samping dan melindungimu." Sahut Lea yang memeluk putrinya dengan erat. Segera dia mengambil buahan yang berada di atas nakas dan memberikannya kepada putri semata wayang. "Buka mulutmu!"


Eve membuka mulutnya dengan manja, sudah lama dia tidak diperlakukan seperti itu. Momen yang sangat indah, membuat salah satu di antara mereka sangat iri dengan kasih sayang dari keluarga gadis itu.


"Dia sangat beruntung, mempunyai keluarga lengkap yang mencurahkan seluruh perhatian dari kedua orang tua." Batinnya dengan guratan kesedihan.

__ADS_1


Twins N dan Alex memutuskan untuk pergi dari sana, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda cukup lama. Mereka berpamitan dan berlalu pergi, namun sebelum itu Niko menatap Samuel dan menunjuk matanya memberikan isyarat, jika dia selalu mengawasi.


Pikiran Eve terlintas mendengar masalah sang ayah dari pihak musuh, hal sejauh ini menutupinya. "Kenapa Dad menutupinya dariku?" ucapnya yang masih bersabar.


"Dad tidak menutupi apapun pada Eve."


"Jika Daddy seorang pembunuh bayaran!" tukas Eve yang menyorot tajam.


Seakan waktu terhenti, Abian sangat gelisah dengan pertanyaan itu, karena dia tidak pernah lagi mengambil misi berbahaya. "Jika memilih, Dad juga tak ingin menjadi pembunuh bayaran. Keadaanlah yang membuat Dad terpaksa melakukannya." Jelasnya dengan lembut.


"Kenapa Daddy mengambil misi membunuh seorang anak kecil?"


"Apa maksudmu?"


"Jangan  berpura-pura! Seorang musuh menculikku karena dendam pribadi dengan Dad, dia mengatakan jika Daddy menerima misi untuk membunuh pria kecil itu atas suruhan kedua orang tuanya!" sarkas Eve tak bisa menahan gejolak sakit hati.


"Daddy tidak pernah melakukan hal yang seperti itu, bahkan sebelum kau dilahirkan."


"Benarkah? Lalu, darimana pria itu menemukan fotoku di saat kecil?" 


"Daddy juga tidak tahu, mungkin salah satu musuh di aliansi yang memfitnah Dad."


"Benarkah?" ujar Eve penyelidik.


"Dad tidak pernah berbohong! Apa tuan putri kesayangan masih marah kepada Daddy nya?" bujuk Abian yang tak ingin putrinya marah terlalu lama.


Eve menatap sang ayahnya untuk menilai, sedangkan yang lainnya menatap interaksi ayah dan anak. Bersimpati dan berpikir jika gadis itu mengamuk dan membenci ayahnya sendiri. Namun, mereka terkejut saat keduanya saling berpelukan dan tertawa. 


"Seharusnya Daddy mengajarkan aku untuk menjadi pembunuh!"


"Tenanglah, Daddy mu ada di sini dan kita akan berlatih agar pria seperti kera itu tidak mengganggumu."

__ADS_1


"Keluarga yang sangat aneh!" batin Samuel yang menggelengkan kepala dengan pelan.


__ADS_2