Si Cupu Untuk Tuan Samuel

Si Cupu Untuk Tuan Samuel
Bab 72 - Sebelum hari H


__ADS_3

Keputusan yang diambil calon sepasang pengantin itu, membuat keluarga kelimpungan dengan permintaan mereka yang ingin menikah, untung saja persiapan sudah diselesaikan. Namun, beberapa anggota keluarga juga belum siap dengan keputusan mendadak.


Twins N dan Alex sangat frustasi dengan pernikahan mendadak, terutama Niki yang hampir gila. "Astaga…kenapa mereka harus menikah besok pagi?"


"Memangnya kenapa?" tanya Alex melirik sepupunya.


"Aku belum sempat memindahkan kekayaanku," jawab Niki yang keceplosan.


"APA?"


Niki tersenyum kaku, akibat perkataannya yang keceplosan. "Aku hanya bercanda," ralatnya.


Niko melingkarkan tangannya di leher sang kembaran sedikit menekannya sebagai ancaman. "Katakan padaku yang sejujurnya, aku yakin kau telah menyembunyikan ini dari kami."


Niki berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Niko. "Aku tidak menyembunyikan apapun, terserah mau kau percaya atau tidak." 


"Kenapa kalian ribut dalam masalah kecil saja, kalian sudah dewasa jangan bertindak seperti anak-anak."


Niko melemahkan cengkraman dan mendorong tubuh kembarannya agar menjauh. "Awas jika kau berbohong, atau aku tidak akan melepaskanmu." Ancaman yang menunjuk matanya menggunakan dua jari dan mengarahkan ke mata Niki sebagai tanda peringatan.


Niki bernafas dengan lega, karena harta yang selama ini dia kumpulkan masih tersembunyi dan tidak diketahui oleh orang lain. Hanya saja dia belum memindahkannya ke tempat yang aman dan tidak ingin menjadi pria miskin. "Terpaksa tengah malam aku memindahkan semua aset, biarkan saja Niko dan Alex menjadi gembel tapi tidak denganku." Batinnya tersenyum licik.


"Apa yang sedang disembunyikan oleh Niki, dia tampak mencurigakan. Aku harus mengawasinya sebelum pernikahan terjadi!" gumam Niko yang tersenyum licik. 


Sementara di tempat lain, semua memaksakan diri untuk pulang karena tidak sabar ingin menikah dan secepatnya memiliki sang pujaan hati, dengan bantuan kursi roda yang didorong oleh Eve dan membawa mereka menuju Mansion Wijaya sesuai kehendak Nathan sebagai petuah di kediaman itu. 


"Mengapa kau ingin pernikahan kita secepatnya? Dan bagaimana dengan lukamu itu?" tanya Eve yang benar-benar tidak memahami pola pikir calon suaminya.


"Jangan mencemaskan keadaanku, aku sangat yakin jika besok pagi sudah pulih."


"Kau yakin?" Eve meragukan pemulihan dari pria itu yang memaksakan keadaan, tapi dia tidak bisa berbuat apapun. 

__ADS_1


"Sangat yakin."


Obrolan yang keduanya terhenti saat masuk ke dalam kediaman Wijaya, sudah banyak orang yang menunggu kedatangan mereka. Keduanya mengamati ruangan yang sudah didekorasi dengan sangat indah, begitu banyak hiasan di dinding dan juga tangga. 


"Wah, ini sangat indah. Bukankah pernikahan akan diadakan di Hotel?" tanya Eve seraya mendorong kursi roda.


"Ini atas permintaan ibuku dan juga mom Lea." jawab Samuel, sedangkan gadis di belakangnya hanya manggut-manggut kepala.


Semua orang datang menghampiri mereka, menyambut kedatangan calon pengantin yang akan menikah besok pagi. "Akhirnya kalian sampai juga, bagaimana dengan dekorasinya?" 


"Sangat indah." Jawab Eve yang tersenyum.


Niko dan Niki mengambil alih kursi roda yang didorong oleh adik mereka, tersenyum agar tidak dicurigai. "Kami ingin berbicara dengan Samuel dan juga meminta maaf padanya."


Lili dan Lea menganggukkan kepala menyetujui ucapan dua saudara kembar yang sekarang mendorong kursi roda Samuel menjauh dari semua orang. 


"Apa sebenarnya niat kalian membawaku ke sini?" tanya Samuel yang memahami jika saudara kembar itu ingin mengerjainya.


"Mengapa kau selalu berburuk sangka? Hanya meminta maaf, dan berbicara sebagai calon kakak," sahut Niko yang tersenyum tipis.


"Aku mencintai Eve sepenuh hati, bahkan sudah lama aku tidak berhubungan dengan wanita lain. Apa aku salah ingin mempercepat pernikahan itu, dan tidak ingin menunggu lebih lama lagi." Jelas Samuel dengan penuh keyakinan.


"Katakan saja jika Anu mu sudah gatal, kenapa tidak kau garuk saja dengan kulit durian?" sela Niko yang sama kesalnya karena tidak ada persiapan setelah minggat dari kediaman Wijaya. 


"Jika kau iri, mengapa tidak menikahi sekretaris mu itu? Jangan mengganggu dan merusak mood ku."


Pletak


Niko menjitak kepala Samuel dengan geram, kesal dengan pria yang duduk di kursi roda seakan menyindirnya. "Mengapa harus besok pagi?" sarkasnya.


"Apalagi jika Anu nya sudah gatal? Jangan katakan jika kau menggunakan cara licik dalam pernikahan ini." Tekan Niki yang menunjuk Samuel.

__ADS_1


"Jangan menuduhku yang tidak-tidak, kami saling mencintai. Heh, bilang saja kalian iri padaku." Ujar Samuel yang menyombongkan dirinya.


"Kau?" geram Niko yang ingin menjitak Samuel, tapi hal itu tidak terjadi saat kedatangan Lea yang menatap mereka dengan tajam.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Lea mengintimidasi.


"Bukan apa-apa, Bi. Hanya meminta maaf saja, dan meminta Sam untuk menjaga Eve dengan sangat baik. Itu saja!" sahut Niko yang tersenyum.


"Dia ber__."


Belum sempat Samuel mengadu, mulutnya langsung di bekap Niki sambil tersenyum manis. "Jangan terlalu banyak bicara, jahitan di perut mu belum kering." Sela nya dengan cepat.


"Bibi mengawasi kalian," tutur Lea yang pergi meninggalkan tempat itu, membuat twins N menghela nafas dengan bebas. 


Samuel menyingkir tangan Niki yang masih membekap mulutnya. "Ck, tanganmu asin sekali." Keluhnya yang meludah ke samping.


"Maaf, aku baru saja mencabut bulu ketiak dan lupa mencuci tangan." Niki cengengesan, lain halnya dengan Samuel yang muntah.


"Setan! Kau pria jorok!" 


"Apa kai baru memahami Niki? Heh, dia sudah seperti itu masih kecil."


"Ck, aku sudah minta maaf." Niki menjawabnya dengan santai dan tak lupa dengan raut wajah tak bersalahnya.


"Bahagiakan Eve, sepertinya hanya kau pria yang cocok dengan adik kami itu. Jangan mengecewakan kami!" Niko menatap Samuel dengan serius dan berlalu pergi, ada guratan penyesalan dan tidak berani menatap adik sepupunya.


"Aku tahu, tapi tidak akan membiarkan kalian pergi. Eve akan sedih jika kalian pergi meninggalkan keluarga ini," gumam Samuel di dalam hati, mengetahui apa yang di sembunyikan oleh calon kakak iparnya.


"Ayo kita pergi, sebelum semua orang mencurigaiku!" Niki mendorong kursi roda dan membawanya ke hadapan semua orang. 


Eve menatap ketiga kakak sepupunya, masih ada rasa kecewa hingga tak ingin berbicara. Twins N dan Alex melirik adik sepupu mereka dengan rasa bersalah, tapi tak pernah di gubris.

__ADS_1


"Ayo!" ajak Niki yang menepuk pundak Alex dan Niko, mereka segera meninggalkan tempat itu dan berkemas. 


Semua keluarga mengetahui kepergian ketiga saudara itu dan menjauh selama satu tahun atas perintah Nathan yang cukup sulit merubah keputusan. Anna dan Shena tak tahan dengan perpisahan yang terjadi, mereka meninggalkan semua orang dan mengatakan alasan lain.


__ADS_2