Si Cupu Untuk Tuan Samuel

Si Cupu Untuk Tuan Samuel
Bab 67 - Pertarungan usai


__ADS_3

Pertarungan Samuel dan Julian dalam menyelesaikan masalah secara jantan, bersiap-siap bertarung dengan tangan kosong. Pertarungan yang sangat dinantikan keduanya untuk merebut cinta, dan siapa yang pantas menjadi pasangan si gadis cupu. 


Niko dan Niki menonton pertarungan secara live, mencoba untuk bertaruh siapa yang menjadi pemenang. Sementara Alex, sudah mempersiapkan kejutan besar untuk Julian yang berani mengancam nyawa adiknya.


"Sebaiknya aku menjalankan rencana," gumam Alex yang segera memundurkan langkah tanpa orang lain ketahui.


Eve sangat khawatir, entah mengapa perasaannya saat ini sangat kacau akan dua orang yang sama-sama merebut cintanya. "Sebaiknya kalian tidak bertarung!" ucapnya yang memerintah.


"Jangan halangi kami, Eve." Sahut Samuel yang tidak ingin di ganggu. 


"Ya, apa yang dikatakan Sam memang benar. Diam saja dan jangan ikut campur, ini urusan para pria. 


Julian dan Samuel segera mendekat dan memulai pertarungan di antara mereka, tatapan sengit yang seakan menusuk tajam ke arah lawan. Salah satu dari mereka melayangkan pukulan dan ditangkis dengan mudah, pertarungan antara hidup dan mati. 


"Bisakah kalian hentikan ini dan hidup damai?" teriak Eve yang ingin melerai, tapi tangannya di cekal oleh Niko. 


"Jangan kesana, kau bisa terluka nanti."


"Tapi Kak, ini pertarungan hidup dan mati, aku tak ingin jika salah satu mereka terbunuh."


"Itu sudah konsekuensinya." Sahut Niko dengan santai.


"Wah Kak, aku tidak menduga kau bisa mengatakan itu dengan sangat mudah. Mereka bukan ayam petarung yang bisa di adu, hentikan permainan ini."


"Tidak Eve, biarkan mereka melampiaskan perasaan yang ada di hati. Kau tidak akan mengerti apa yang ada di hati pria, dan juga keinginan mereka."


Eve berdecak kesal, ingin memisahkan dua orang pria tapi tak bisa karena tangannya di cekal Niko. 

__ADS_1


"Kali ini kau akan tiada di tanganku!" ucap Julian dingin, aura psikopat di dalam dirinya bangkit. Dia menyerang Samuel dengan gerakan secepat kilat, hingga tak bisa tertangkis membuat pipi sang empunya lebam. 


"Bagus, kalahkan pria berbulu itu!" sorak Niko yang sangat menyukai Samuel yang babak belur.


"Brengsek!" Samuel menyeka bibirnya yang bengkak dan mengeluarkan darah segar. Menatap tajam musuhnya dengan sengit dan bangkit dan melayangkan pukulan. 


Julian tidak bisa mengontrol emosinya yang belum bisa hilang di dirinya, menyerang secara membabi-buta membuat lawannya kewalahan. Hal itu tak menghentikan Samuel yang juga memperjuang cintanya, tak mempermasalahkan apa yang akan terjadi ke depannya. 


Mereka berkelahi di sponsori oleh dua kubu, Niko dan Niki yang berpihak. Bersorak menyemangati Samuel dan Julian yang sedang bertarung, sedangkan Eve tak bisa melakukan apapun karena tangannya masih di cengkram sang kakak.


Samuel menendang punggung sasarannya dengan sangat keras, hingga pria malang itu terpelanting beberapa langkah. Julian memegang punggungnya yang sakit dan terbatuk mengeluarkan darah segar, tapi dia tak ingin kalah. Obsesi akan Eve membuatnya bangkit dan berlari ke arah pria brewokan dan meninju kepala hingga lawannya terjerembab.


Samuel memegang kepalanya yang sakit dan membalas perbuatan Julian dengan menendang pria itu yang hendak mendekat, twins N semakin bersemangat mengenai pertarungan berdarah, lain halnya dengan Eve yang bergetar takut. 


"Hentikan ini kak, kondisi mereka sudah sangat parah. Aku tidak akan memilih siapapun!" desak Eve yang menggerakkan tangan Niko.


"Tidak Eve, biarkan kedua pria brengsek itu mendapat pelajarannya."


"Mereka sama-sama musuh kita, kami tahu alasan Samuel mendekatimu di awal. Itu sebabnya kami tak menyetujui lamaran itu, tapi bibi Lea seakan tak mendengar keluhan kami. Sedangkan Julian juga sudah jelas, dia melukaimu saat menjadikanmu tawanannya." Jelas Niki.


"Ya…walaupun Samuel sudah berubah, dan termakan omongannya sendiri. Hanya saja, dia harus mendapatkan hal yang setimpal," sambung Niko dengan santai, karena tidak ada yang bisa membohongi mereka. 


"Apa?" Eve tak tahu akan hal itu, kakak sepupu yang dianggapnya bodoh dapat mengetahui gelagat dan gerakan musuh, mencium rencana musuh dengan sangat mudah. "Astaga…aku kira mereka tidak tahu apapun, tapi mereka bisa mengetahui musuh." Gumamnya.


"Ck, pikiranmu sangat sempit. Tentu saja kami mengetahui rencana mereka, dan mendeteksi rencana semua orang.


Samuel dan Julian masih tak ada yang menyerah, bahkan wajah mereka sudah lebam dan berdarah. Terus bertarung meluapkan emosi dan barulah merasa puas jika menentukan siapa pemenang dan pria yang pantas menjadi pendamping Eve Wijaya. 

__ADS_1


"Menyerahlah!" lantang Julian yang tersenyum devil.


"Tidak akan." 


Julian mengeluarkan pisau lipat dari saku celana dan menyerang Samuel dengan bertubi-tubi. "Kau akan mati ditanganku, dan Eve hanya aku yang boleh memilikinya."


"Hei, kau curang!" pekik Niki yang mencoba untuk memperingatkan Julian dari beberapa meter pertarungan.


Samuel terus menghindar, namun pria yang tampak gila dalam pertarungan itu membuat tangannya tergores cukup dalam. Darah terus saja mengalir, dan tidak menghiraukannya. Pria psikopat melangkah maju dan menikam lawannya dengan sangat bengis mengenai perut. 


Samuel tumbang akibat dirinya hanya menyerang dengan tangan kosong, Julian bergerak maju ke depan dan menyeringai tipis. "Kau sudah kalah, akulah pemenangnya!" ucapnya dingin dan hendak menusukkan pisau ke jantung lawannya. 


Terdengar suara tembakan, mengejutkan semua orang. Pisau lipat terjatuh di ikuti oleh Julian yang terjatuh di sebelah Samuel, Eve berteriak karena belum memahami sepenuhnya.


Twins N memprediksi darimana peluru itu berasal, dan yang menembak Julian adalah Alex. Mereka sangat terkejut, ternyata sepupu mereka mempunyai rencana lain untuk menembak sang psikopat dengan satu peluru menggunakan pistol kecil berkecepatan seperti angin.


Semua orang kembali menarik perhatian, melihat dua orang pria yang tergeletak dan bersimbah darah. Eve segera mendekati mereka dan menepuk pipi keduanya. "Bangunlah…ayo buka mata kalian!" desaknya yang terus membangunkan dua pria itu.


Niki dan Niko mendekat, memeriksa urat nadi dengan antusias. "Julian telah tiada, tapi Samuel masih hidup." 


"Segera bawa ke rumah sakit," titah Eve yang melirik Niki.


Niko segera menelepon ambulans dan dengan cepat dua orang pria itu di bawa ke rumah sakit. Eve masih berdiam diri tak ingin masuk ke dalam ambulans, dia melirik Alex yang berada jauh. Segera menghampiri dan meminta penjelasan kepada kakaknya yang begitu kejam pada musuh.


"Kau pria kejam!" 


"Aku menyelamatkan Samuel."

__ADS_1


"Menyelamatkannya? Aku tidak lihat kau menyelamatkannya, tapi sedang membalas dendammu sendiri." Eve beranjak pergi meninggalkan Alex yang menatap kepergiannya. 


"Aku melakukan ini hanya untukmu, Samuel memang salah, tapi dia pria yang tulus mencintaimu. Julian hanya berpengaruh buruk dengan obsesinya," gumam Alex yang menghela nafas. "Aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba menyakiti keluargaku, aku pastikan untuk membunuhnya." 


__ADS_2