
Niko dan Niki saling melirik satu sama lain perkumpulan antara dua keluarga yang terjalin begitu erat, semua orang sangat antusias menyambut lamaran dari keluarga Matthew. namun tidak bagi Eve, dan ketiga kakak sepupu kembarnya.
"Kenapa ini sangat mendadak sekali, tidak ada yang membicarakannya kepadaku terlebih dulu." Protes Eve.
"Jangan menunda hal baik dengan lamaran yang sangat cocok untukmu, Mom sangat yakin jika Samuel adalah pria yang sangat baik." Jelas Mom Lea.
"Tapi Mom, pria itu selalu menyiksa ku. Padahal aku hanya merusak ponselnya, dia sengaja mengerjai dan menjadikan ku sebagai seorang pelayan." Keluh Eve yang tetap menolak lamaran. "Aku tidak ingin menikah di usia muda, banyak hal yang ingin aku raih setelah lulus kuliah."
"Itu sangat pas, bagaimana jika kau bekerja di perusahaan milikku?" celetuk Samuel yang memberikan ide.
"Aku tidak tertarik, itu sangat berbeda jauh dari jurusan yang aku ambil."
"Tidak perlu bekerja, kau hanya tinggal duduk di rumah. Hanya melayaniku saja, apalagi di ranjang." Samuel memelankan suaranya, tapi tetap saja terdengar oleh semua orang.
Abian menjadi kesal, dan menoyor kepala pria muda yang tak jauh darinya. "Putriku bukan pelampiasan s*x."
"Ya...maafkan aku! Tapi aku berkata benar, dia tidak perlu bekerja. Karena aku akan memenuhi segala kebutuhannya, kalian tenang saja, aku berjanji akan membuat Eve bahagia." Ucap tulus Samuel.
Semua orang begitu puas dengan jawaban yang diberikan oleh Samuel, namun tidak bagi ketiga saudara kembar itu, mereka masih tidak rela jika Eve menikah di usia muda. "Tetap saja beresiko untuk menikah di usia muda, dan aku tidak setuju dengan keputusan dari Sam." Tolak Niko dengan tegas.
"Ada apa denganmu Niko? Mengapa kau seakan memusuhi calon adik iparmu?" tanya Kakek Nathan selaku pemimpin keluarga Wijaya.
"Karena masa lalunya yang sangat buruk, dan dia juga menjadikan Eve sebagai pelayan."
"Kesalahpahaman itu telah selesai, kami juga mengetahui hal yang sama. Dia menceritakan segalanya seluk-beluk dari keluarga dan juga masa lalu, jadi kau tenang saja! Kami sudah mencari tahu mengenai kualitas dirinya yang sangat cocok sebagai pendamping Eve." Jelas El selaku ayah dari twins N.
__ADS_1
"Aku tidak ingin menikah, jangan paksa aku atau aku akan kabur dari sini." Ketus Eve yang mengancam, dia segera berlalu pergi meninggalkan tempat itu. "Kenapa semua orang malah mendukung pria mesum itu, aku tidak ingin menikah. Banyak hal yang harus aku capai di usiaku yang masih muda!" tekadnya sambil menyeka air mata, menuju kamar, dan menutup pintu.
"Kalian lihat? Bahkan Eve tidak menyetujui pernikahan itu, jadi untuk apa diteruskan jangan memaksa karena ini bukan jamannya perjodohan." Jelas Niki yang melirik Samuel dengan sorot mata tajam.
Samuel menundukkan kepala, dia kecewa saat Eve tak ingin menikah dengannya, tapi rasa cinta yang dia miliki begitu dalam. "Aku akan meyakinkannya kalian, tenang saja! Atur saja tanggal pernikahannya."
Semua orang tersenyum mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Samuel, hal itu malah membuat Alex, dan twins N geram dengan pria yang berwajah brewok. Semangat nya seakan tidak memudar sesuai yang diduga oleh Niki jika pria itu sangat ambisius.
Twins N saling melirik satu sama lain, mereka mempunyai rencana baru untuk menjahili pria itu, memanggil Samuel dan mengajaknya ke taman. Alex tidak ingin ikut-ikutan mengenai rencana konyol dari dua bersaudara itu, lebih memilih diam jam dan mendengarkan pembahasan dari para ketua di keluarga.
"Kenapa kalian ke sini?" tanya Samuel yang menatap saudara kembar itu dengan penuh curiga, bisa mengendus ada rencana licik yang akan menimpanya.
Twins N melingkarkan lengannya di kepala Samuel, mengepit kepala itu jika sewaktu-waktu ingin melawan. "Batalkan niatmu itu!" tegas niko.
"Tidak akan, kalian pasti mengenalku dengan baik. Apa kalian berpikir jika rencana konyol kalian ini mempan kepadaku?" ujar Samuel yang tersenyum meremehkan.
"Lakukan apa yang kalian inginkan, tapi aku tidak akan pernah berubah niatku untuk menikahi adik kalian, KAKAK IPAR." Jawab Samuel yang tersenyum licik.
Twins N sangat kesal, karena kesungguhan pria itu untuk melamar adik sepupu mereka. "Kau jangan senang dulu, akan kami pastikan tidak ada pernikahan yang terjadi."
Samuel menghela nafas dengan jengah, hanya mengacuhkan ancaman yang tidak akan membuatnya gentar ataupun mundur. Dia berlalu pergi meninggalkan dua saudara kembar yang menatap punggungnya. "Apa kau sudah melakukannya?" Niko yang melirik Niki.
"Aku sudah melakukan sesuai rencana, hanya tinggal melihat reaksinya saja."
"Bagus, semoga saja obat itu bekerja."
__ADS_1
"Aku sudah meraciknya dengan benar sesuai pengajaran dari Deddy El."
Sementara Eve menyeka air matanya berniat untuk membuat pria itu membatalkan niat untuk menikah dengannya. "Kau akan terima ganjarannya Samuel, ini serangan pertama ku." Gumamnya tersenyum smirk.
Semua orang sibuk berbincang-bincang mengenai hari baik akan diadakannya pertunangan, tapi mereka terkejut melihat kedatangan Eve yang membawa beberapa minuman dan menyajikan kepada semua orang. "Ayo diminum!" ucapnya dengan perkataan yang sangat manis, gigi terasa lunak dibandingkan lidah jika ingin mendapatkan perhatian dan kepercayaan semua orang.
"Eh, bukankah Kak Eve tadi menangis dan masuk ke kamar?" tanya Dave yang penasaran.
"Semua orang memandang Samuel dengan sangat baik, aku akan patuh dengan Apa perkataan dari mom dan juga dad." Jawabnya seraya menyajikan minuman kepada semua orang.
Betapa bahagianya Samuel mendengar perkataan yang begitu terkesan di hati, karena sebentar lagi dia akan menikah dengan wanita pujaannya setelah memutuskan semua teman kencan. Tanpa curiga, dia menyeruput minuman yang diberikan sambil menatap wajah cantik Eve.
"Terima kasih, minumannya sangat nikmat." Puji Samuel yang memperlihatkan gelas yang sudah kosong.
"Tentu saja," Eve tersenyum penuh arti, mulai menghitung waktu yang sebentar lagi akan memberikan pertunjukan hebat.
Ya, Eve mencampurkan minuman Samuel dengan bubuk kecubung warisan keluarga, dia juga terkena bubuk yang bahkan lebih halus dari tepung akibat ulah Niki dan Niko.
Semua orang tengah berbincang-bincang, menyatukan dua keluarga yang terkenal kaya raya, raja dari dunia perbisnisan.
Samuel, Lili, dan asisten Li berpamitan kepada semua orang. Mereka sangat puas dengan penyambutan lamaran yang sebentar lagi akan diadakan.
"Aku akan mengabari setelah sampai ke Mansion, aku pulang dulu My Wife!" Samuel terkekeh melihat raut wajah calon istrinya yang memerah, berpikir jika gadis itu menahan malu.
"Cepat pergilah dari sini!" geram Niko yang melepaskan sepatunya, hendak melempar pria tampan di hadapannya.
__ADS_1
Samuel terkekeh, dia segera masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan kepada semua orang. Baru saja mobil berjalan, tiba-tiba dia merasa ada yang salah di tubuhnya.