
Sambutan penerimaan Lamaran.
Assalamualaikum Wr Wb.
Dengan nama mengucap rasa syukur alhamdulilah kami menghaturkan selamat datang semoga Allah SWT meridhoi silaturahmi kita pada sore ini.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami insya'Allah mewakili Bapak Dermawan dan Ibu Syara untuk menyampaikan sayung bersambut atas apa yang diutarakan oleh orang tua Ananda Raka yang telah kita dengar bersama yang telah di sampaikan secara jelas dan gamblang tentang maksud khitbah atau meminang putri kami Sinta.
Takdir jualah yang telah mengantarkan Ananda Raka dipertemukan dengan Sinta seperti peribahasa yang berbunyi dimana ada kembang, disitu ada kumbang.
Bapak Nugraha dan Ibu Novita yang kami hormati Ananda Raka Nugraha yang tercinta.
Pucuk dicinta, ulat pun tiba kedatangan anda sungguh dinantikan karena orang tua Sinta Shayra Dermawan.
Demikian pula asal usul ananda sekali lagi kami atas nama Bapak Dermawan dan Ibu Shara menyambut dan menerima kehadiran ananda Raka putra Bapak Nugraha dan Ibu Novita dalam khitbah terhadap putri kami Sinta Sinta Shayra Dermawan binti Bapak Dermawan.
Namun untuk itu agar lebih meyakinkan keluarga kita dengar ketulusan hati kalian berdua ananda Sinta dalam rangka menerima lamaran ananda Raka yang akan kami tanyakan sebagai orang tua.
Anak-ku Sinta Shayra Dermawan. Raka Nugraha telah datang menyampaikan niatnya mengkhitbah-mu untuk dijadikan tunangan menuju perkawinan pada waktunya nanti.
"Apakah Sinta Shayra Dermawan menerima lamaran Raka Nugraha?"
Dengan hati yang mantap Sinta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Alhamdulillah." ucap semua yang hadir.
Tanpa permisi air mata Raka jatuh begitu saja karena terharu dan bahagia.
Sinta pun sama dia menangis bahagia.
Para sahabatnya juga meneteskan air matanya terharu, bahagia melihat kedua sahabatnya sudah resmi bertunangan.
Susi, Zahwa, dan Arin, mereka berpelukan saking bahagianya.
"Boleh ikut berpelukan gak?" Fathan yang sudah melebarkan tangannya ingin ikut berpelukan.
Belum nempel itu tangan Fathan sudah lebih dulu mendapatkan hadiah jitakan di kepalanya.
"Sakit thul."
"Makanya jangan aneh-aneh, itu bini orang mau Lo peluk-peluk."
"Belum juga di peluk udah di jitak, apalagi gue peluk bisa langsung masuk rumah sakit."
"Bukan rumah sakit, tapi langsung kerumah masa depan," sambung Arin dengan tertawa.
Disambut tawa yang lain.
"Parah banget Lo Rin, Eh... dari tadi gue nggak lihat laki Lo Rin, kemana dia?" tanya Fathan.
"Kita berisik sendiri lihat noh acara selanjutnya," ujar Susi.
Acara selanjutnya yaitu pasang cincin.
Sinta berdiri di hadapan Mama Raka. Kemudian Mama Novita memasang cincin di jari manis Sinta. Setelah itu Mama Novita memeluk Sinta.
"Alhamdulillah, terima kasih sayang kamu sudah mau menerima Raka, semoga lancar sampai hari H nanti." bisiknya di telinga Sinta.
"Sama-sama Ma."
Setelah itu Mama Novita menyerahkan sepaket perhiasan kepada Sinta.
Acara diakhiri dengan doa.
Acara Selesai. Semua tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disajikan.
__ADS_1
Para Sahabatnya langsung menghampiri Sinta dan Raka.
Susi, Arin, dan Zahwa memeluk Sinta.
"Selamat ya Sin, semoga lancar sampai hari H nanti."
"Terima kasih kalian memang sahabat terbaik ku."
Fathan dan Fathul mereka langsung memeluk Raka.
"Selamat ya bro, gue nggak nyangka Lo sama Sinta."
"Iya, ha-ha-ha," balas Raka.
"Ingat jangan nengok yang lain lagi, tinggal satu langkah lagi kalian akan menjadi pasangan suami istri, semoga lancar sampai hari H." Fathul memberi nasehat.
"Iya thul, kalian memang yang terbaik."
"Perasaannya sekarang gimana sin?"
"Alhamdulillah lega banget, seakan ada beban yang hilang."
"Kalian makan dulu sana."
"Iya."
Mereka ikut antri mengambil makanan, setelah itu duduk di satu meja yang sama.
"Kak Radit pergi kemana Rin?" tanya Zahwa sambil memasukkan nasi di mulutnya.
"Katanya ke kota S untuk melakukan peninjauan kembali tentang tanah yang akan di bangun perusahan cabang." jelas Sinta.
"Oh... dia memang pekerja keras, mudah-mudahan kalian cepat nyusul Sinta."
"Amin, iya Zah, kadang aku merasa seperti kagak punya pacar karena jarang ketemu, kita ketemu kalau ada kelas duang, libur kuliah dia pergi terus sibuk dengan kerjaan."
"Iya Zah Makasih."
"Sama-sama."
"Kalau Radit sama Arin kalian akan jadi sodara dong?"
"Iya, he-he-he."
"Gue kapan ya? seperti kalian."
"Sabar Sinta."
"Kita sama, ya udahlah kita langsung ke KUA aja yuk!" goda Fathan.
"Ngawur aja kamu, memang Lo kira secepat dan sesingkat itu," balas Susi.
"Begitulah kalau jomblo akut," sindir Fathul.
"Lo bahagia di atas penderitaan sahabat thul." Fathan dengan memasang muka melasnya.
"Muka nggak usah begitu, nggak ada yang kasihan sama Lo," ucap Fathul.
Yang lain hanya tertawa melihat perdebatan kedua sahabatnya.
"Percuma Lo punya muka sedikit lumayan tapi masih jomblo," Celetuk Susi.
"Sadar ya markonah Lo juga jomblo, sesama itu harus saling mendukung malah kalau bisa saling menyayangi," balas Fathan.
"Nama gue bukan markonah, Bambang."
__ADS_1
"Nama gue bukan Bambang, markonah."
"Lama-lama gue bawa ke penghulu nih." Fathul pusing mendengar perdebatan antara dua jomblo.
"Gue nggak mau sama dia."
"Lagian siapa juga yang mau sama Lo Bambang, masih banyak laki-laki di luar sana yang lebih dari pada Lo."
"Hust, malu noh diliatin sama seperti orang."
"Ha-ha-ha, kalian kompak bener, memang jodoh nih kalian." Arin angkat bicara.
"No, tidak." Fathan dan Susi kompak.
Disambut tawa teman-temannya.
"Tuh kan kompak lagi, sudahlah kalian jadian aja."
"Arin," teriak mereka bersama.
Arin tertawa melihat kelakuan kedua temannya, menurutnya kocak lumayan buat hiburan, karena ditinggal pacar.
Sedangkan pasutri hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah teman-temannya.
"Sudahlah jangan terus di ledekin mereka nanti baper beneran." Zahwa dengan senyum menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Susi.
"Zah, jangan ikut-ikutan deh, ini ya nggak suaminya, nggak istrinya sama aja."
"Suami istri kan harus kompak," ucap Zahwa dengan tertawa.
*
Sinta dan Raka sibuk menemui satu persatu sanak sodaranya, terutama sodara Raka, Mama Raka sangat antusias memperkenalkan Sinta kepada para sodaranya.
Ada juga yang pada minta foto terutama dari keluarga Raka.
Mereka berebut untuk berfoto bersama sebelum pulang.
Sedangkan para sahabatnya pada berdebat antara jomblowan dan jomblowati.
Setelah keluarga Raka Sinta dan Raka bergabung bersama teman-temannya.
"Kalian pada ngapain? sepertinya bahagia sekali."
"Iya, tidak." jawab mereka yang berbeda.
"Iya, tidak bagaimana?" tanya Sinta yang bingung dengan jawaban temannya.
"Iya, kita bahagia," ucap Arin, di anggukin Zahwa.
Berbeda dengan Susi, dia dari tadi jadi bahan godaan teman-temannya.
"Gue tidak karena mereka," ujar Susi dengan menunjuk kearah teman-temannya terlaknatnya.
... **********************...
Selamat buat Raka dan Sinta.
Setelah ada kabar apa lagi ya, Arin dan Radit? Apa Susi dan Fathan?
Apa Fakhri dan Lala? atau dari pasangan pasutri muda pemeran utama?
Hayo kalian tebak yang mana? tulis di kolom komentar.
Jangan lupa like dan vote biar author tetap semangat untuk Up.
__ADS_1
Lope buat kalian.😘🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"