Sie Culun Cintaku

Sie Culun Cintaku
Part 118


__ADS_3

Matahari mulai menyinari dunia.


Zahwa dan temannya mulai menyiapkan segala sesuatunya, mereka bergelut di dapur membuat sarapan terlebih dahulu sebelum pergi ke supermarket membeli kebutuhan acara liburannya.


Satu jam mereka bertarung di dapur kini masakan sudah siap dan tersaji di meja makan nasi goreng spesial dengan telur ceplok dan teh hangat.


"Ayo, kita sarapan dulu!" Sinta memanggil para lelaki.


Fathul, Fathan dan Raka, berangkat dari duduknya menuju meja makan.


Zahwa, mengambil piring untuk melayani suaminya. Sinta juga seperti Zahwa mengambilkan makanan untuk Raka.


"Rin, lu ambilin tuh buat Fathan," celetuk Sinta.


"Haist, kita ambil sendiri saja," balas Arin.


"Sus, besok Kak Delon ikut nggak?" tanya Zahwa.


"Enggaklah, ini kan acara kita jadi nggak perlu ada orang luar," ucap Susi. Nggak mungkin kan dia ngajak Delon, bersama temannya takut orangnya nggak nyaman.


"Iya, juga sih, tapi sebenarnya tak apa kalau dia mau kan makin ramai makin seru," sambung Arin.


"Lha, cowok lu mana Rin?" tanya Fathan.

__ADS_1


"Lagi di luar negeri," jawab Arin. Kasihan sekali dia, liburan di tinggal Radit ke luar negeri menggantikan Papanya ada kerjaan di sana.


Itulah obrolan mereka disela-sela sarapan pagi.


Selesai sarapan para emak-emak merapikan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan.


Urusan dapur selesai mereka bersiap untuk pergi ke supermarket membeli keperluan untuk liburan mereka.


"Kak, kita ke supermarket sebentar," pamit Zahwa, sambil menyalami tangan suaminya.


Sinta menyalami Raka. Arin dan Susi, salam-salaman berdua.


"Kalian berdua ngapain sih?" tanya Fathan.


"Nggak usah lebay deh," celetuk Susi.


"Sudah, sana kalian pergi nanti keburu siang," omel Fathan.


"Iya," ucap mereka bersamaan. Mereka keluar apartemen, kini Sinta yang jadi sopir. Zahwa duduk di sebelah Sinta, Arin dan Susi duduk di bangku belakang.


"Kita ke supermarket yang dimana?" tanya Sinta.


"Perempatan jalan depan toko DA saja, lebih dekat kita kan cuma beli cemilan," ucap Arin.

__ADS_1


Sampai di depan supermarket Sinta memarkirkan mobilnya. Zahwa dan Susi turun membeli beberapa makanan ringan dan minum.


Dua puluh menit mereka keluar dengan menenteng dua kantong plastik, menaruhnya di bagasi mobil, kemudian mereka masuk kedalam mobil. Sinta melajukan mobilnya menuju apartemen.


Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah berada di apartemen. "Barang kalian sudah siap semua?" tanya Fathan pada para cewek-cewek.


"Sudah," jawab mereka bersama.


"Ya sudahlah, sekarang istirahat saja dulu nanti sore atau habis magrib kita berangkat," jelas Raka.


"Baiklah." Setelah menaruh belanjaannya Zahwa dan yang lain masuk ke dalam kamar merebahkan tubuhnya sejenak sebelum pergi.


Kemana-mana selalu bersama, tapi entahlah jika nanti mereka sudah nikah semua, mungkin akan ada perubahan, karena waktunya yang harus di bagi antara keluarga dan urusan luar.


Pukul 17.00 mereka semua sudah bersiap, mereka hanya bawa satu mobil karena kalau dua mobil akan sangat ribet. Fathan dan Raka di depan, Arin, Susi di tengah Zahwa, Fathul di belakang, karena kalau di tengah nanti bikin baper para jomblo, hehe.


... ************...


Percayalah jika teman baik meskipun dia telah pergi namanya tak akan pernah akan tetap selalu dalam hati kita.


Persahabatan yang indah jika kita saling menghargai satu sama lain, dan saling mendukung.


Tetaplah jaga persahabatan kalian, apapun yang terjadi, jika masalah itu masih bisa di atasi dengan perdamaian, maka selesaikanlah dengan kebaikan.

__ADS_1


__ADS_2