
Keluarga Wijaya.
Pukul 03.00 Mbok Rumi dan Mama Ara sibuk di dapur masak beberapa menu makanan untuk di bawa kerumah Lala.
Setelah tiga jam bergelut di dapur akhirnya semua selesai ada beberapa menu makanan, terdiri dari daging rendang, kentang balado, ayam goreng, sambal, tempe, dan tahu, serta lalapan sebagai pelengkap.
Selesai masak kedua wonder woman langsung menaruh semua makanan kedalam box, menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawa.
"Alhamdulillah," ucap mereka berdua.
"Kita siap-siap mbok, satu jam lagi kita berangkat."
"Baik Nyonya."
Mama Ara masuk kedalam kamar, Mbok Rumi pun sama. Satu jam semua sudah berkumpul di ruang tamu.
"Sudah siap semua?" tanya Mama Ara.
"Sudah Ma."
"Mbok apa makanannya sudah di taruh di dalam mobil?"
"Sudah Nyonya."
"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang."
Mereka semua pergi membawa dua mobil satu mobil keluarga Mama, papa, dan Fakhri, serta sopir pribadi.
Mobil kedua Mang Joko sama Mbok Rumi, membawa makanan dan parsel.
*
*
*
Dirumah Lala.
Ibu dan Nara sudah rapih memakai baju yang diberikan oleh Fakhri.
__ADS_1
"Mba Lala mana Bu?" tanya Nara.
"Masih dikamar, kita kekamar Mba mu yuk!"
"Iya Bu." Nara dan Ibunya berjalan menuju kamar Lala.
"La, ini Ibu."
"Masuk Bu, pintunya tidak dikunci."
Nara dan Ibu masuk kedalam kamar Lala.
"Loh La, kenapa kamu belum bersiap baju yang diberikan Nak Fakhri mana?"
"Itu." Lala menunjukkan paper bag di atas sofa.
'Ibu tahu tidak, kata mas Fakhri baju itu buat calon istrinya Bu. Mungkin Mas Fakhri salah ngasih."
Ibunya tersenyum, anaknya memang masih sangat polos.
"Sayang, kamu pakai saja dulu, bukankah Nak Fakhri juga sudah bilang kamu harus memakai baju itu sekarang."
"Tapi sebenarnya ada apa sih Bu? kenapa Lala harus pakai baju itu? Lala takut calon Mas Fakhri marah kalau tahu bajunya Lala pakai."
"Ibu juga tidak tahu, yang penting sekarang ayo cepat bersiap, sebentar lagi Nak Fakhri datang."
"Baik Bu."
"Mari Ibu bantu, kamu ganti baju dulu."
Lala menurut, dia mengambil paper bag, kemudian mengeluarkan isinya.
Ada dua paper bag pertama berisi baju. Lala langsung memakainya.
Paper bag kedua berisi alat make up dan sepatu.
Ibu langsung memoleskan sedikit make up di wajah Lala dan lipstik pink di bibirnya.
Tiga puluh menit dengan keahlian sang Ibu. Kini Lala sudah berubah menjadi perempuan yang sangat cantik dan anggun.
__ADS_1
"Kamu diam disini Ibu mau keruang tamu dulu takut tamunya datang."
"Iya, Bu."
"Nara temenin Mba Lala disini ya."
"Iya, Bu."
Ibu pergi keluar kamar Lala menuju ruang tamu.
"Sebenarnya ada acara apaan sih Mba?" tanya Nara, dia bingung tiba-tiba di suruh ganti baju dan bersiap-siap, padahal sebenarnya dia masih inget tiduran di kamar menikmati hari libur.
"Mba juga nggak tahu dek. Mba aja bingung dan bertanya-tanya, ngapain coba disuruh pakai kayak gini, kayak mau ada acara resmi." ucap Lala, sesaat ia berpikir.
Acara resmi? tidak mungkin kan. batin Lala.
Kemudian dia langsung menutup mulutnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin."
"Apanya yang tidak mungkin mba?"
"Itu dek, itu."
"Ita itu apaan sih Mba, nggak jelas."
Lala tidak membalas ucapan adeknya, tapi dia malah menggenggam erat tangan adeknya.
"Tangan Mba Lala dingin banget, Mba Lala kenapa?" Nara panik.
Lala hanya menggeleng sebagai jawaban.
... ************************...
Ada apakah sebenarnya?
Jangan lupa like dan vote ya kakak.
Author biar semangat up-nya.
__ADS_1