
Setelah pertemuannya dengan Delon beberapa hari yang lalu. Susi mulai memikirkan ucapan Delon. Sebenarnya dia hanya menganggap Delon sebagai Kakak tidak lebih, tapi nggak ada salahnya, kan untuk di coba menjalin hubungan kekasih.
Susi belum cerita ke temannya, dia masih menunggu waktu yang tepat untuk bercerita dan meminta pendapat.
Hari ini Susi membuat janji berjumpa dengan pasukan ZHASUS. Cafe Klik jadi pilihan mereka untuk nongkrong.
Susi sudah siap untuk berangkat, dia keluar kamar menuju garasi mobil. Tiga puluh menit Susi sampai di Cafe Klik. Setelah memarkirkan mobilnya dia masuk kedalam Cafe mencari keberadaan temannya, ternyata mereka belum ada yang datang.
Karena tidak menemukan sosok yang ia cari, dia mendudukkan dirinya di bangku yang kosong. Tak lama teman-temannya datang.
"Assalamualaikum," ucap mereka bertiga kompak.
"Wa'alaikumussalam," jawab Susi.
"Ada apa nih, sepertinya ada yang penting?" tanya Arin.
"Kamu tuh seperti peramal saja Rin," imbuh Zahwa.
"Cuma nebak Zah, hehe." Arin dan yang duduk bergabung.
"Aku mulai saja ya, dengerin baik-baik!" Susi menyuruh temannya untuk diam mendengarkan ceritanya.
Susi mulai bercerita dari awal pertemuanannya dengan Delon, terus curhat dengan Delon, dan pada akhirnya dia ditembak Delon.
"Gimana, menurut kalian?" tanya Susi.
"Aku terserah kamu saja Susi, semua yang akan mengalami kamu, intinya kamu tanya dengan dirimu sendiri. Apa kamu mau menerima dia atau tidak, karena hanya kamu yang mengetahui dirinya baik buruknya dia, jika memang kamu merasa nyaman dengan dia, yakin dengan dia, sok atuh cepat di halalkan saja," jelas Zahwa.
"Aku setuju dengan Zahwa," sambung Arin dan Sinta.
"Sus, kamu juga tahu kalau pernikahan bukanlah mainan, bukan seperti pacar ketika kita bosan bisa putus. Pernikahan adalah hubungan yang serius seumur hidup sekali, menyatukan dua insan yang berbeda dari segalanya, sifatnya, pemikirannya, dan lainnya, nanti kamu akan paham itu, jadilah pikirkanlah dengan matang, jangan sampai menyesal di belakang." Zahwa memberikan wejangan.
"Iya, Zah, aku juga memikirkan semuanya, kalau menurutku dia itu baik dewasa, karena dulu dialah yang selalu ada buat aku," jelas Susi.
"Apa kamu sudah bilang ke Mama?" tanya Zahwa.
"Sudah, Mama bilang terserah," jawab Susi.
"Berarti tinggal kamu saja, jika sudah mantap cepat bilang ke Delon, sebelum dia berubah pikiran, dan pindah ke lain hati," pesan Zahwa.
"Baiklah, Zah, nanti setelah ini aku bilang ke Kak Delon. Terima kasih ya buat kalian yang sudah menyempatkan waktunya buat aku." Susi memeluk temannya. Indah ya persahabatan mereka.
Setelah obrolan mereka selesai, lanjut dengan isi perut yang sudah mulai berdemo.
__ADS_1
Tak lama makanan mereka datang, dengan cepat mereka makan, sambil ngobrol ngalur ngidul, entah apa yang mereka obrolin sampai lupa waktu.
Kini Jam sudah menunjukkan hampir magrib, mereka semua keluar dari Cafe menuju parkiran. "Kita pisah disini, sampai ketemu lagi besok," ucap Susi, kini mereka berada di parkiran dan berpisah menuju ke rumah masing-masing.
***
Susi merebahkan tubuhnya di atas kasur menatap langit-langit kamarnya memikirkan jawaban buat Delon. Setelah merasa cukup mantap, Susi mengambil ponselnya mencari kontak Delon, kemudian dia mengirim pesan untuk Delon.
Susi
Assalamualaikum, Kak.
Delon
Wa'alaikumussalam, Dik.
Susi
Kakak, lagi sibuk nggak?
Delon
Tidak. Apa ada sesuatu?
Susi
Delon
Oh ... itu, iya silahkan.
Susi
Kak, Susi terima tawaran Kakak.
Delon
Benarkah, kamu tidak bohong kan?
Susi
Serius Kak.
Delon
__ADS_1
Baiklah, nanti weekend Kakak akan datang menemui Mama dan Papa kamu.
Susi
Iya, Kak.
Delon
I love you
Susi
Love you to.
Setelah selesai menghubungi Delon, Susi menaruh ponselnya di atas meja. Bibirnya selalu tersenyum, pipinya berubah menjadi kemerahan. Susi berguling-guling di atas kasur dengan terus saja tersenyum.
Apa ini yang dinamakan jatuh cinta, lama-lama gue sudah seperti orang gila, batin Susi.
Tak lama dia pun tertidur.
***
Ke esokan harinya.
Setelah membersihkan diri, Susi keluar dari kamar menuju ruang tamu mencari keberadaan Mamanya.
"Bi, Mama dimana?" tanya Susi kepada salah satu asistennya.
"Ada di ruang kerja Non," jawab Bibi. Susi meninggalkan dapur menuju ruang kerja Mamanya.
"Assalamualaikum, Ma," ucap Susi di depan pintu.
"Wa'alaikumussalam, masuk Nak," jawab Mamanya.
"Duduklah!" ujar sang Mama.
Susi duduk di kursi depan Mamanya.
"Susi mau menyampaikan sesuatu sama Mama," ucap Susi.
"Apa, bicaralah!"
"Weekend Kak Delon ingin silaturahim kerumah Ma," jelas Susi.
__ADS_1
"Baiklah."
"Ya sudah, kalau begitu Susi keluar dulu Ma, maaf sudah mengganggu waktu Mama. Mudah-mudahan weekend Mama tidak ada acara," ujar Susi sebelum keluar dari ruang Mama.