
Sesampainya di rumah Zahwa langsung masuk kedalam kamar menaruh tasnya disofa kemudian dia berjalan masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri.
Lima belas menit Zahwa keluar dari kamar mandi menuju meja rias menyisir rambutnya.
Sedangkan Fathul duduk di sofa sambil menatap layar laptop mengecek beberapa laporan yang telah dikirim oleh asisten pribadi Ayahnya.
Sekarang mereka sudah tinggal dirumah sendiri hadiah Happy anniversary yang kedua dari Oma dan Opa Zahwa. Fathul dan Zahwa sempat menolak karena mereka sudah nyaman tinggal di apartemen, tapi Oma memaksanya bahkan mengancam kalau tidak menerima rumah pemberiannya Oma, Opa tak mau lagi berkunjung kerumah orang tua Zahwa. Akhirnya terpaksa Zahwa menerimanya.
Sebenarnya Zahwa dan Fathul ingin berusaha sendiri bukan hanya tinggal menikmati yang ada, mereka ingin mempunyai rumah dari hasil keringat sendiri bukan campur tangan orang tua, tapi apalah daya jika sesepuh yang menyuruh tidak akan bisa diganggu gugat.
**
Melihat istrinya yang sudah keluar dari kamar mandi. Fathul menutup laptopnya.
"Ay." Panggilan Fathul ke Zahwa.
"Iya," jawab Zahwa masih sibuk menyisir rambutnya.
"Nanti malam acara Noni dimana?" tanya Fathul.
"Di Cafe Lily, Kak," balas Zahwa.
"Baru dengar namanya, apa itu Cafe baru?" Fathul kembali bertanya.
"Entahlah, pokoknya nanti kalau sudah sampai di Mall CB lurus dikit gitu bilangnya." Zahwa menjelaskan pada Fathul. Dia juga tahu pasti dimana tempatnya itu kan gampang bisa kita lihat di google maps.
"Kakak, mandi dulu sana!" Zahwa menyuruh suaminya untuk segera mandi karena sudah hampir magrib.
"Iya." Fathul bangun dari duduknya menyambar handuk yang tergantung berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Tak butuh waktu lama Fathul keluar dari kamar mandi menghampiri Zahwa yang sedang duduk di balkon kamar menikmati keindahan langit senja.
__ADS_1
Zahwa menyandarkan kepalanya di bahu Fathul dengan menutup mata menikmati angin sore yang semakin dingin.
***
Malam hari.
Zahwa sudah rapi dengan dress warna hitam yang dipadukan dengan hijab motif bunga abu-abu dan sepatu serta tas senada.
Tak kalah dari sang istri Fathul memakai kemeja abu-abu serta celana panjang hitam.
"Ayo, Ay!" ajak Fathul melangkahkan kaki keluar kamar Zahwa mengikuti Fathul dari belakang.
"Apa yang lain sudah siap?" tanya Fathul.
"Sinta dan Raka sudah menunggu di depan gang sebelum Mall," jawab Zahwa.
Fathul dan Zahwa kini sudah berada di dalam mobil Fathul melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Cafe Lily.
Sebelum menuju Cafe Lily Fathul dan Zahwa menghampiri pasangan pengantin baru yang sudah menunggu sejak tadi.
"Assalamualaikum," ucap Zahwa.
"Wa'alaikumussalam," jawab Sinta.
"Susi mana Zah?" tanya Sinta.
"Entahlah." Zahwa menaikkan bahunya ke atas pertanda dia juga tidak tahu tadi dia sudah mengirim pesan ke Susi dia lagi siap-siap.
Tak lama yang di tunggu datang. Susi membunyikan klakson mobilnya. Zahwa dan Sinta pun segera masuk kembali ke dalam mobil. Belakang mobil Susi ada juga Fathan hari ini spesial dia membawa mobil karena tidak mungkin dia bawa motor sendiri sedangkan yang lain pakai mobil.
Setelah kumpul semua mereka beriringan menuju lokasi Cafe Lily yang tak jauh dari tempat mereka ketemuan.
__ADS_1
Lima belas menit mereka sampai di depan cafe megah dengan nuansa yang berbeda dari yang lain. Depan bangunan bertuliskan nama Cafe Lily dengan ukuran yang lumayan besar di buat dari reklame.
Mereka memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan masuk kedalam cafe.
"Selamat datang," sapa pegawai cafe menyambut kedatangan Zahwa dan yang lain.
"Silakan Kak Sinta sudah di tunggu di meja no 1," ucap pegawai cafe.
"Terima kasih." Zahwa dan yang lain berjalan menuju meja no 1.
Meja tersebut sudah di hias secantik mungkin. Cafe juga mulai ramai banyak para tamu undangan yang sudah datang.
"Ini sebenarnya acara apa Zah?" tanya Susi yang melihat banyak orang tapi sepertinya bukan pengunjung karena di lihat dari penampilannya yang rapi.
"Aku juga tidak tahu," jawab Zahwa. Dia juga merasa heran kenapa semua orang penampilan sangat rapi.
"Sudahlah kita tunggu saja kedatangan Noni," sambung Arin.
"O, iya Noni mana ya." Mereka mengarahkan pandangannya ke setiap ruangan mencari keberadaan orang yang mengundangnya.
Setelah beberapa menit kemudian acara pun dimulai MC mulai membuka suara menyambut para undangan yang datang dan tibalah dipuncak acara MC mulai memanggil sang pemilik Cafe Lily.
"Kini saatnya kita panggilkan pemilik Cafe Nona ...." MC tersebut menggantungkan ucapannya.
"Apa ini acara peresmian cafe?" tanya Sinta dengan memandang para sahabatnya.
"Sepertinya begitu," jawab Susi.
"Terus siapa ya pemiliknya?" Susi mulai berpikir dan mengarahkan pandangannya kearah sahabatnya.
"Jangan-jangan ...," ucap mereka semua kompak menebak-nebak.
__ADS_1
_______jangan lupa like dan vote ya kakak_____
Maaf baru sempat up karena habis berduka cita.