
Hari spesial Fakhri.
Kini keluarga Fakhri disibukkan dengan persiapan untuk acara besok pagi tidak mewah cukup membawa Mama dan Papa saja.
"Semua sudah siap Bang?" tanya Mamanya.
"Alhamdulillah sudah Ma," jawabnya.
"Kalau begitu kita istirahat dulu sudah larut malam."
"Baik Pa." Fakhri beranjak dari duduknya pergi meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya.
Sampai di kamar dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam, ada apa Mas?"
Fakhri.
"Lagi ngapain La?"
Lala.
"Mau tidur."
Fakhri
"Oh... yasudah selamat istirahat sampai berjumpa besok pagi, jangan lupa besok pakai baju yang saya kirim dan berdandan yang cantik ya!"
Lala
"Maksud mas Fakhri baju yang mana?"
Fakhri
"Memangnya Ibu belum bilang?"
Lala
"Belum."
Fakhri
__ADS_1
"Nanti tanya saja sama Ibu, love you."
Lala
"Mas Fakhri apaan sih." Lala yang membaca pesan Fakhri tersenyum dan berguling-guling di kasurnya tapi sesaat kemudian dia teringat sesuatu membuatnya cemberut.
Astaghfirullah inget Lala itu calon suami orang, maafkanlah hamba mu ini ya Allah. Batin Lala.
Lala menaruh ponselnya di meja dengan lari kecil dia keluar dari kamar mencari keberadaan Ibunya. "Ibu-Ibu-Ibu," panggilnya menuju kamar Ibunya.
"Ada apa La? malam-malam teriak-teriak."
"Maaf Bu, hehehe. Bu apa Mas Fakhri menitipkan sesuatu buat Lala?"
"Astaghfirullah, Ibu lupa La. Iya, tadi dia menitipkan paper bag Ibu taruh di sofa ruang tamu."
"Kapan dia kesininya?"
"Tadi siang."
Flashback
Kemarin siang Fakhri sengaja datang kerumah Lala tanpa memberitahu Lala terlebih dahulu. Dia datang menemui Ibu Lala.
"Assalamualaikum."
"Bu, apa kabar?" tanyanya dengan mencium tangan wanita paruh baya tapi masih terlihat muda.
"Alhamdulillah, Ibu sehat, masuk Nak."
"Iya, Bu, terimakasih lain kali saja. Fakhri ada rapat hari ini. Fakhri mau nitip ini buat Lala, yang ini buat Ibu, dan ini buat Nara." Fakhri memberikan beberapa paper bag.
"Besok di pakai ya Bu!"
"Memang kita mau ada acara apa Nak?"
"Insya'Allah besok saya sama keluarga mau bersilaturahmi kerumah Ibu, tapi ibu jangan bilang ke Lala ya, cukup bilang suruh pakai ini saja, dan Ibu tidak perlu repot-repot mempersiapkan sesuatu, biar nanti orang rumah saja yang menyiapkan semuanya."
"Tapi Nak."
"Tidak apa Bu. Fakhri cuma butuh restu Ibu saja."
"Terima kasih Nak, terimakasih sudah mau menjalin silaturahmi dengan keluarga kami," ucapnya dengan mata berkaca-kaca karena bahagia.
__ADS_1
"Sama-sama Bu. Fakhri juga terimakasih karena sudah mengizinkan saya untuk masuk kedalam keluarga Ibu."
Ibu mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu Fakhri pamit dulu ya Bu!"
"Iya, Nak, sekali lagi terimakasih banyak."
Setelah berpamitan kepada Ibu Lala, Fakhri pergi meninggalkan rumah Lala, melanjutkan perjalanannya menuju kantor Papanya, karena sore hari ia ada rapat dengan para atasan.
*
*
*
Sampai di kantor Fakhri, ia berjalan menuju ruangannya.
Karyawan yang melihat kedatangan Fakhri tersenyum, dan menundukkan kepalanya.
"Sepertinya Pak Fakhri lagi bahagia dari tadi tersenyum terus."
"Iya, jadi tambah ganteng aja."
"Hust, tapi benar juga sih gue jadi tambah cinta. Hehehe.
"Lo Cinta dia tidak. Lo yes dia No."
"Ya kali takdir mempersatukan kita ngiri aja Lo."
"Sudahlah jangan berkhayal terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit."
"Gue jatuhnya di atas kasur empuk dong biar nggak sakit."
"Ah, Lo mah teman apa musuh gue sih."
"Teman Lo, sudah ayo! kita lanjut kerja lagi."
Itulah obrolan karyawan yang berkhayal, yang di khayalin cuek, jutek, tidak peduli.
... **************...
Tetaplah bermimpi selagi mimpi itu masih di perbolehkan 😁😁
__ADS_1
Semangat untuk hari ini.
love you.❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤍